Halaman:Biografi tokoh kongres perempuan indonesia pertama.pdf/144

Halaman ini tervalidasi

136

Dalem Kepatihan. Itulah sebabnya R.A. Bintang ini sangat taat beribadat.

Pada tahun 1914 R.Ay. Garminah Mertoatmojo meninggal dunia. Kemudian pada tahun 1915 R.A. Bintang menikah dengan Dokter R. Abdulkadir. seorang duda berputera dua. Pernikahan R.A. Bintang dengan dokter R. Abdulkadir ini dikaruniai empat putri dan dua laki-laki.

Setelah menikah R.Ay. Bintang Abdulkadir tinggal di Pekalongan mengikuti suaminya. Pada tahun 1917 dokter R. Abdulkadir dipindah ke Semarang. Sebagai dokter pemerintah, hampir setiap 2 tahun dipindahkan tugasnya. Pada tahun 1991 dokter R. Abdulkadir dipindah ke Yogyakarta. Selama di Yogyakarta mereka tinggal di Kampung Sosrokusuman. Di Yogyakarta inilah R.Ay. Bintang Abdulkadir merasa terpanggil berbuat sesuatu untuk para ibu.

Dokter R. Abdulkadir adalah seorang anggota Budi Utamo dan selalu aktif meskipun tidak menjadi pengurus. Rumahnya sering dipergunakan rapat para anggota pengurus Pusat Budi Utomo. Melihat kesibukan suami dan keakraban yang terjalin di antara para anggota, mendorong R.Ay. Bintang Abdulkadir ingin juga berkenalan dengan isteri bapak-bapak yang rapat di rumahnya. Gejolak ini akhirnya tidak dapat dipendam lagi, kemudian mengusulkan kepada pengurus Budi Utomo cabang Yogyakarta agar bapak-bapak kalau rapat datang bersama istrinya. Ternyata usul R.Ay. Bintang Abdulkadir ini mendapat sambutan dan simpati para istri pengurus Budi Utomo Yogyakarta.

Pada 24 April 1921 diadakan pertemuan yang pertama di rumah R.Ay. Bintang Abdulkadir. Ternyata pertemuan ini menghasilkan lahirnya perkumpulan kaum wanita yang diberi nama ”Wanito Utomo” dan di Kalisari membentuk pengurusnya. Dalam kepengurusan ini R. Ay. Abdulkadir menjabat sebagai bendahara. Adapun susunan pengurus "Wanito Utomo” yang pertama ini sebagai berikut :

Ketua : R.Ay. Rio Gondoatmojo
Wakil Ketua : R.Ay. Prawiroatmojo