Halaman:Buku peringatan 30 tahun kesatuan pergerakan wanita Indonesia.pdf/68

Halaman ini tervalidasi

Wakil Ketua (G.P.I.I.-Putri) ―― akan ditentukan = Nj. Zainal Abidin Achmad.
Penulis I (Bhayangkari) ―― Nj. Muharam Wiranatakusuma.
Penulis II (Perwari) ―― akan ditentukan = Nj. Sujud.
Bendahari I (Gerwani) ―― Nj. Mudikdio.
Bendahari II (Muslimat) ―― Nj. A. Samsuddin.
Pembantu (P.W.K.I.) ―― Nj. Wuwungan.

  1. Berhubung dengan prasaran Sdr. Trimurti tentang kesukaran-kesukaran psychologis pada Wanita jang bekerdja dan prasaran Nj. Emma Puradiredja tentang Pendidikan Wanita kearah kedudukan sosial-ekonomi jang kuat diputuskan:

    1. diadakan Seminar mengenai masalah Wanita jang bekerdja dan mengenai peranan Wanita dalam rumah tangga dan masjarakat.
    2. diadakan Seksi Perburuhan dalam Kongres Wanita Indonesia jang akan mempeladjari dan menjelidiki dengan mendalam masalah Wanita jang bekerdja serta soal-soal lain jang berhubungan dengan itu.
  2. Didirikan suatu Panitya chusus berhubung dengan perdjoangan rakjat Indonesia untuk mengembalikan Irian Barat kedalam wilajah kekuasaan Republik Indonesia. Panitya itu terdiri dari:
    1. Perwari ―― Ketua
    2. Wanita Demokrat
    3. Muslimat
    4. Gerwani
    5. Perwamu
    6. P.P.I.
    7. G.P.I.I. Putri
    8. Bhayangkari
    9. Persit
  3. Dikeluarkan Pernjataan Kongres Wanita Indonesia mengenai perdjoangan Pengembalian Irian Barat kewilajah kekuasaan Republik Indonesia.
  4. Dikeluarkan Pernjataan Kongres Wanita Indonesia kepada Munap.
  5. Kongres Wanita Indonesia mendesak kepada Pemerintah R.I. supaja segera dikeluarkan undang-undang Perkawinan.
  6. Berhubung dengan membubungnja harga beras, supaja Pemerintah segera mengadakan usaha-usaha jang dapat menurunkan harga beras dan mengendalikan harga barang lain kebutuhan sehari-hari.
  7. Mendesak kepada Menteri Agama supaja tenaga-tenaga jang lulus kursus Pendidikan Tjalon anggauta Wanita untuk Pengadilan Agama segera ditempatkan. Dari 27 orang jang lulus, baru 12 ditempatkan sebagai anggauta Pengadilan Agama.
  8. Berhubung dengan pentingnja adanja Polisi Wanita, maka laporan Panitya Penindjauan Polisi Wanita akan segera dibitjarakan lagi.
  9. Komisi Hukum dari Kongres Wanita Indonesia akan segera mengeluarkan suatu brochure mengenai kedudukan Wanita Indonesia dalam masjarakat.
  10. Menetapkan Delegasi Indonesia ke Konperensi Wanita Asia-Afrika jang akan diadakan di Colombo dalam tahun 1958, jaitu:
    1. Mr. Maria Ullfah Santoso ―― Ketua
    2. Nj. Dr. H. Subandrio
    3. Nj. Mr. Nani Suwondo
    4. Nj. Kartini K. Radjasa
    5. Sdr. Suhartini
    6. Nj. Hafi Abu Hanifah
    7. Nj. Sujono Prawirobismo
    8. Nj. S. K. Trimurti
    9. Prof. Mr. Annie Abbas
    10. Seorang dari Badan Usaha panitia persiapan untuk Konperensi Wanita A-A jang nanti akan ditunjuk.
  11. Diadakan Panitya dari Kongres Wanita Indonesia jang akan menindjau masalah „Cross Boys” dan bagaimana penjelesaiannya. Pembentukan ini diserahkan kepada Jajasan Kesedjahteraan Anak-anak oleh Nj. Sjamsuridzal.

Salah satu masalah jang penting didalam masa Kongres Wanita Indonesia ke-IV ini adalah:

Pada bulan September 1958 didalam suatu pertemuan antara Pengurus Kongres Wanita Indonesia dengan Anggauta-anggauta wanita dari D.P.R. telah diambil suatu keputusan:

Mendesak kepada Pemerintah supaja Undang undang Perkawinan lekas dibitjarakan didalam Sidang pleno dari Dewan Perwakilan Rakjat.

Anggaran Dasar Kongres Wanita Indonesia:

ANGGARAN DASAR KONGRES WANITA INDONESIA

(Setelah dirobah pada Kongres Wanita Indonesia ke-IV di Surabaja tgl. 28-30 Nopember 1957)

  1. Nama: Kongres Wanita Indonesia.
  2. Tempat kedudukan: Kedudukan ditentukan dalam Kongres.
  3. Dasar: Pantja-Sila Negara Republik Indonesia.
  4. Tudjuan:
    1. Kesempurnaan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
    2. Terlaksananja hak-hak wanita sebagai manusia dan sebagai warga-negara.
    3. Ketenteraman dan keamanan dunia.
  5. Susunan Organisasi:
    1. Kongres.
    2. Madjelis Permusjawaratan.
    3. Sekretariat terdiri dari 7 orang jaitu:
      • Ketua: Perseorangan.
      • Wakil Ketua
      • Penulis I
      • Penulis II
      • Bendahari I
      • Bendahari II
      • Pembantu
    4. Wakil-wakil organisasi.
  6. Keanggautaan: