Halaman:Gerakan wanita di dunia.pdf/104

Halaman ini tervalidasi

Kerap kali amat berat tanggung-djawab Njonja Butler dirapat-rapat jang diadakan orang untuk membitjarakan soal ini. Banjak kali pula ia tidak dilindungi oleh polisi dan beberapa kali ia hampir sadja mendjadi korban Malaikul Maut.

Adalah suatu perkara jang adjaib, bahwa rakjat Inggeris jang biasanja amat tenang dan tak pernah mengenal revolusi jang menumpahkan darah, dengan keras menentang gerakan wanita itu; dikemudian hari merekapun akan mempertahankan hak-pilih bagi kaum wanita dengan kekerasan jang demikian pula.

Njonja Butler serta kawan-kawan seperdjoangannja, (antaranja djuga Florence Nightingale) tidak putus asa. Oleh karena ia tidak hanja mendasarkan gerakannja atas perasaan sadja, tetapi membuktikan dengan angka-angka, bahwa kesehatan rakjat dan kesusilaan umum lebih rendah deradjatnja dalam negara-negara jang mengadakan "peraturan pelatjuran" dari pada negara-negara jang tidak mengadakan peraturan tersebut, maka gerakannja semakin kuat. Waktu diadakan pemungutan suara untuk memilih anggota-anggota parlemen, kaum wanita mentjeburkan diri dalam pergulatan pemilihan. Mereka mendesak, supaja dipilih orang-orang jang dikenal sebagai penentang "peraturan pelatjuran".

Oleh beberapa sebab penarikan undang-undang peraturan itu di Inggeris tak lekas tertjapai. Sementara itu perdjuangan berdjalan terus. Bantuan tiba, waktu orang mulai mendjalankan usaha bersama setjara internasional. Njonja Butler mentjari perhubungan dengan orang-orang jang sehaluan dengan dia dinegeri-negeri lain, sehingga pada tahun 1874 terbentuklah suatu badan jang bernama: "Federasi Inggeris dan Eropah untuk menghapuskan pelatjuran sebagai badan jang diakui oleh undang-undang." Biasa disebut dalam bahasa Perantjis "Fé-

86