Halaman:Hari-Ulang Ke-50 Tiong Hoa Hwee Koan Djakarta.pdf/9

Halaman ini telah diuji baca

PENDIDIKAN T.H.H.K. SETENGAH ABAD Oleh Ang Jan Goan.


Riwajat pendidikan Tionghoa tjara baru di Indonesia telah dimulai sedikit waktu sedjak berdirinja T.H.H.K. Patekoan, Djakarta, ditahun 1900. Kita namakan pendidikan Tionghoa tjara baru, sebab di Indonesia lebih dulu sudah ada sekolahan-sekolahan jang mengasi peladjaran Tionghoa tjara kuno


Sekolah T.H.H.K. Patekoan kemudian ditjontoh oleh lain-lain tempat dise- luruh Indonesia, antaranja ada djuga jang didirikan oleh lain-lain perkumpulan dan memakai lain nama. Tapi itu sekolahan-sekolahan, memakai nama T.H.H. K. atau buan, ada mengasi peladjaran jang bersamaan, maka pendidikan dalam sekolahan itu setjara gampang dinamakan sadja pendidikan T.H.H.K.


Pendidikan T.H.H.K. sampai sekarang sudah berdjalan setengah abad. Ada banjak Hoakiauw, jang telah mendapat pendidikan T.H.H.K., dan mereka ini djuga kirim anak-anaknja lagi kesekolahan T.H.H.K. atau jang bersamaan dengan itu. Djadi pendidikan T.H.H.K. sudah berdjalan tiga turunan Hoakiauw. Sekarang nistjaja sudah tiba temponja untuk menimbang kesudahannja pendidikan itu untuk memeriksah berhasilnja atau gagalnja pendidikan itu.


Tapi untuk katakan, bahwa pendidikan T.H.H.K. sudah berhasil atau sudah gagal, sebenarnja tidak bisa, oleh karena dulu orang-orang jang mendirikan sekolah T.H.H.K., atau jang bersamaan dengan itu, tidak menetapkan tudjuannja jang tertentu, jang sekarang mungkin bisa dipergunakan sebagai ukuran untuk mengetahui berhasilnja itu sampai dimana. Waktu T.H.H.K., Patekoan mulai berdiri, dalam anggaran dasarnja ada diterangkan, bahwa salah-satu tudjuannja perkumpulan itu adalah untuk menjiarkan peladjaran Khong Hu Tju. Dari sini orang bisa tarikkesimpulan, bahwa sekolahan-sekolahan T.H.H.K. jang pertama tentu djuga harus mengutamakan peladjaran Khong Hu Tju.


Djikalau hendak ditindjau dari sudut ini,orang bisa kata, bahwa pendidikan T.H.H.K. sudah tidak berhasil, karena sudah lama pendidikan T.H.H.K. telah menjimpang dari tudjuan itu, peladjaran Khong Hu Tju sudah lama tidak diutamakan lagi dalam sekolah T.H.H.K.


Sebagai pendidikan jang mengguna- kan bahasa Tionghoa — jalah Kuo Yui sebagai bahasa pengantar, pendidikan ini memang sudah berhasil dalam hal menjiarkan bahasa Tionghoa antara Hoakiauw di Indonesia. Tapi dalam hal ini pun berhasilnja pendidikan T.H.H.K. ada berwatas,karena ada sangat banjak, mungkin diatas 50%, orang-orang jang pernah dapat pendidikan T.H.H.K. tidak kenal tjukup bahasa Tionghoa untuk mereka bisa gunakan akan bitjara, membatja, apapula menulis.Sebagian sudah tentu dari sebab berhenti beladjar etengah djalan, tapi djuga tidak terlalu sedikit jang sudah lulus dari sekolah rendah atau pernah beladjar disekolah menengah toch tidak djuga mempunjaikan pengetahuan bahasa Tionghoa tjukup untuk dipergunakan.


Barangkali tidak keliru kalau dikatakan, bahwa orang-orang jang beladjar dalam sekolah Belanda, jang kemudian gunakan bahasa Belanda, percentagenja ada lebih tinggi daripada orang-orang jang dapat pendidikan T.H.H.K. jang kemudian bisa gunakan bahasa Tionghoa. Sebabnja nistjaja ada banyak, tapi jang terutama bisa dikatakan ada dari lantaran kedudukan Tiongkok dalam dunia internationaal masih begitu rupa, hingga kefahaman bahasa Tionghoa telah tidak bisa dibuat bangga, dan orang Tionghoa tidak bisa bi- tjara Tionghoa pun dianggap lumrah sadja,tidak sampai dibuat merasa malu.


Meskipun demikian, toch tidak bisa dipungkir, bahwa sedjak berdirinja sekolahan-sekolahan T-H.H.K. dan jang bersamaan dengan itu, bahasa Kuo Yu djadi tersiar luas antara Hoakiauw di Indonesia.



-— HARI-ULANG KE-50