Halaman:Katalog Domain Publik - Karya Bebas Hak Cipta di Indonesia.pdf/12

Ada masalah saat menguji baca halaman ini

Gerakan Bangsa Cina di Surabaya melawan Handelsvereniging Amsterdam (1904)

Oleh : Tirto Adhi Soerjo

Tahun meninggal : 1918

Tahun bebas hak cipta : 1989

Deskripsi : [6][7][8]

Artikel ini merupakan salah satu karya tulis Tirto Adhi Soerjo yang diterbitkan oleh Soenda Berita. Selain karya ini, ia juga menulis artikel lain berjudul “Bangsa Tjina di Priangan” terkait orang Cina di Indonesia dengan penerbit yang sama. Kerap disebut sebagai bapak pers nasional, Tirto banyak menginspirasi tokoh-tokoh penting di generasinya seperti Mas Marco Kartodikromo, Soewardi Soerjaningrat, dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Pada tahun 1985, Pramoedya Ananta Toer bersama Hasta Mitra menerbitkan kembali karya-karyanya sebagai kompilasi dalam buku “Sang Pemula.”

Rangsang Tuban (1912)

Oleh : Ki Padmosoesastro

Tahun meninggal : 1926

Tahun bebas hak cipta : 1997

Deskripsi : [9]

Karya ini merupakan karya sastra bahasa Jawa dengan bahasa Jawa puitis. Karya ini dapat dikategorikan sebagai roman atau novel pertama dalam bahasa Jawa. Ditulis oleh Ki Padmosoesastro (meninggal pada tahun 1926) pada tahun 1900 dan baru dipublikasikan pada tahun 1912 oleh Balai Pustaka, karya ini juga kemudian diterbitkan dengan menggunakan abjad latin pada tahun 1985.

Sarekat Islam (1913)

Oleh: Sam Ratulangi

Tahun meninggal: 1949

Tahun bebas hak cipta: 2020

Deskripsi: [10]

Dalam karya tulis ini, Sam Ratulangi menuliskan perkembangan pesat Sarekat Islam sebagai salah satu tanda pergerakan nasional di Indonesia. Pada bagian penutup artikel, ia mengungkapkan harapannya yaitu perpisahan antara Indonesia dan Belanda secara damai dan kelanjutan interaksi kebudayaan antara keduanya. Selain melakukan banyak interaksi dengan perwakilan dari organisasi pergerakan nasional seperti Indische Party, ia juga aktif berorganisasi di Perhimpunan Indonesia. Ia terpilih sebagai ketua dari PI pada tahun 1914.

Student Hidjo (1918)

Oleh: Marco Kartodikromo

Tahun meninggal: 1932

Tahun bebas hak cipta: 2003

Deskripsi: [11][12]

Karya ini ditulis Marco saat ia dipenjara oleh Belanda di Sawah Besar, Jakarta. Student Hidjo kemudian diterbitkan sebagai cerita pendek berseri di harian Sinar Hindia pada tahun 1918. Setahun kemudian, karya ini diterbitkan secara utuh oleh perusahaan penerbitan asal Semarang, Masman & Stroink. Seorang ahli sastra Indonesia dari Jepang, Tsuyoshi Kato, mensejajarkan karya ini dengan karya sastra Indonesia kenamaan lainnya seperti Sitti Nurbaya (Marah Rusli), Salah Asuhan (Abdoel Moeis), dan Rasa Merdika (Soemantri).