Wikisource:Bak pasir: Perbedaan antara revisi

1.259 bita ditambahkan ,  9 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
kTidak ada ringkasan suntingan
Halaman ini ditujukan bagi anda yang bermaksud untuk bereksperimen dengan wiki. Anda dapat mengetik apa saja di sini.
{{header
| title = DokumenMENGENANG KonsiliOMPU VatikanGURU IISIUPAN
| author = Gereja Katolik Roma-Paus Paulus VIG.B.Nahor
| translator =
| section =
| previous =
| next =
| year = 19652012
| notes =
}}
'''Harap jangan melakukan eksperimen di artikel yang lain di luar halaman ini !'''
----
Ompu Guru Siupan terdiri dari tiga kata yang ditambah-tambahkan secara bertahap hingga akhir hayatnya. Siupan adalah nama yang pertama disebut kepada beliau yaitu nama sejak kecil. Guru adalah tambahan nama beliau yang dapat diartikan sebagai seorang yang mempunyai ilmu yang tinggi. Kemudian Ompu disematkan pada namanya sebagai ungkapan keleluhuran belia, yang berarti beliau mempunyai anak sampai cucu.
 
Pada masa kecil beliau dikenal dengan nama SIUPAN. Setelah dewasa Dia menikah dengan isterinya boru Matupang. Mereka tinggal di Parbotihan. Cukup lama mereka menempuh perjalanan keluarga namun tidak juga memperoleh anak. Sebagaimana dalam kebiasaan adat Batak, bahwa kehadiran anak merupakan hal yang sangat penting. Kehadiran anak membuat suasana dalam rumah tangga menjadi ramai dan penuh kebahagiaan. Kehadiran anak dalam keluarga bangso Batak sangat penting karena menjadi penerus generasi dan penyambung Silsilah keluarga.
 
Dalam keadaan keluarga yang tidak ada anak tersebut mereka makin hari cemas, minder dengan saudara dan keluarga sekampung halaman. Kemudian mereka menunggalkan Parbotihan menuju tempat baru, dengan harapan dapat merubah nasib terutama dalam memperoleh keturunannya. Mereka menyusuri hutan ke arah Pakkat, dan mereka sampai di daerah Simatongtong.
13

suntingan