Buku Praktis Bahasa Indonesia 1/Sastra: Perbedaan revisi

==Apakah Tema itu?==
Setiap cerita (fiksi) yang baik tidak hanya berisi perkembangan suatu peristiwa atau kejadian, tetapi juga menyiratkan pokok pikiran yang akan dikemukakan pengarang kepada pembaca. Itulah yang menjadi dasar, gagasan, atau tema cerita. Cerita yang tidak mempunyai tema tentu tidak ada manfaatnya bagi khalayak pembaca.
Sebagai pokok persoalan, tema merupakan sesuatu yang netral. Dalam tema, boleh dikatakanbelum terlihat kecenderungan pengarang untuk memihak. Oleh karena itu, masalah apa saja dapat dijadikan tema dalam cerita atau karya susastra.
Tema dapat menyangkut idaman remaj, kerukunan antarumat beragama, kesetiaan, ketakwaan, korupsi, pemanfaatan iaru, atau bahkan kengerian yang dutimbulkan perang.
Cerita dapat menjadi lebih menarik apabila pokok perbincangan itu baru, hangat, atau bercorak lain daripada yang lain. Sebagai contoh, "penyandang cacat bawaan tidak selamanya menjadi beban masyarakat " dan "kejujuran yang membawa malapetaka".
Dalam penggarapan tema cerita, akan segera tampak siapa pengarangnya, keluasan pengetahuannya, kepribadian, atau latar belakang lingkungan dan pendidikannya. Tema yang bersahaja dapat menjadi cerita yang bermutu apabila diolah demikian rupa oleh pengarang yang baik. Sebaliknya, tema yang baik bukan jaminan dapat melahirkan cerita yang bermutu jika pengolahannya tidak didukung oleh kemampuan dan daya kreativitas pengarang.
 
==Folklor==
Pengguna anonim