Sitti Nurbaya: Perbedaan revisi

351 bita dihapus ,  4 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
lonceng jam yang ada di rumahnya, lima kali memukul.
 
Dengan segera diangkatnya kepalanya lalu menoleh ke celahTiraikasihcelah-celah dinding biliknya, akan melihat, sudah adakah cahaya
Website http://kangzusi.com/
celah dinding biliknya, akan melihat, sudah adakah cahaya
matahari yang masuk ke dalam rumahnya atau belum.
 
Bayur. Sejak dari kantor bea ini, kelihatan di pinggir sungai
Arau, yang menceraikan gunung Padang dari kota Padang,
beberapa perahu besar dan kapal api kecil; berlabuh berleretTiraikasihberleret-leret, sepanjang tepi su,ngai, yang ditembok dengan batu.
Website http://kangzusi.com/
leret, sepanjang tepi su,ngai, yang ditembok dengan batu.
 
Sejajar dengan tembok ini adalah jalan kereta api dan jalan
"Ya, itulah sebabnya kuambil perumpamaan ini, supaya
tepat kenanya," jawab Arifin. "Kalau misalnya si Bakhtiar
dalam setahun tiada dipertemukan dengan idamannya kueTiraikasihkue-kue, tentulah keinginannya hendak memakan kue-kue itu tak
Website http://kangzusi.com/
kue, tentulah keinginannya hendak memakan kue-kue itu tak
dapat_dikatakan besarnya."
 
Jauh di sebelah timur, kebun yang besar itu dipagari oleh
gunung-gunung yang memtujur pulau Sumatera, yaitu
sebagian daripada Bukit Barisan yang letaknya di tengahTiraikasihtengah-tengah pulau Sumatera, memanjang dari barat laut ke
Website http://kangzusi.com/
tengah pulau Sumatera, memanjang dari barat laut ke
tenggara. Di belah timur laut dan utara, kelihatan beberapa
puncak gunung yang tinggitinggi, sebagai ujung tiang pagar
"Memang engkau tak dapat memegang rahasia, Arifin.
 
Telah kupesan benar-benar, supaya maksudku yang sebenarTiraikasihsebenar-benarnya, jangan kausampaikan kepada siapa pun juga.
Website http://kangzusi.com/
benarnya, jangan kausampaikan kepada siapa pun juga.
 
Sekarang kepada orang yang mula-mula kaulihat saja telah
Rumahnya sebagai kandang kambing dan pakaiannya yang
seperti pakaian kuli itu, tiada mengapa baginya, asal jangan
keluar duitnya, untuk sekaliannya itu. "Di luar dibersihTiraikasihdibersih-bersihkan, sedang di dalam perut sendiri tiada terhingga
Website http://kangzusi.com/
bersihkan, sedang di dalam perut sendiri tiada terhingga
kotornya," demikianlah katanya.
 
Anak siapakah yang banyak bersekolah, anak kita atau
anaknya? Ada beberapakah di antara Engku-Engku yang ada
di sini, yang sudah bersekolah Pemerintah? Tahukah EngkuTiraikasihEngku-Engku akan maksud sekolah itu? Supaya anak-anak kita suka
Website http://kangzusi.com/
Engku akan maksud sekolah itu? Supaya anak-anak kita suka
kepadanya dan benci kepada bangsanya sendiri.
 
Aduhai Ananda! Mengapakah tatkala hidup dalam sepuluh
tahun, tiada hendak kembali kepada ayanda, sehingga ayanda
hanya diberi kesempatan sejurus lamanya, untuk bercakapTiraikasihbercakap-cakap dengan Ananda, yang tiada ayanda kenal lagi, pada
Website http://kangzusi.com/
cakap dengan Ananda, yang tiada ayanda kenal lagi, pada
penghabisan umur Ananda?
Kesalahan ayanda kepada Ananda memanglah besar, tetapi
Di belakang jenazah ini, kelihatan haji-haji, syekh-syekh,
ulama-ulama, yang tiada putus-putusnya zikir dan membaca
doa. Di belakang mereka, berjalan pembesar, pegawaiTiraikasihpegawai-pegawai, Kepala-Kepala, orang tua-tua, cerdik pandai, kaum
Website http://kangzusi.com/
pegawai, Kepala-Kepala, orang tua-tua, cerdik pandai, kaum
bangsawan dan rakyat biasa. Di belakang itu pula, berbaris
serdadu yang memakai pakaian kebesaran.
3.326

suntingan