Buka menu utama


Aku akan tugur sepanjang malam
di puri tua itu, Dulcinea.
Menjaga mimpimu,
meski kau tak pernah ada.

Jalan putih, bulan putih,
fajar jauh, aku sendiri
seperti tonggak
sebelum gempa.

Kutulis sajak yang lelah,
mungkin
di pelana dingin
seperti somnabulis terakhir

yang menempuh pasir, sepanjang malam
dari tingkap itu, Dulcinea,
dengan kasut sedih
kata-kata