Biografi Tokoh Kongres Perempuan Indonesia Pertama/Pendahuluan

PENDAHULUAN

Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yaitu kesejahteraan lahir batin, akan berhasil apabila setiap orang yang terlibat secara langsung dalam pembangunan memiliki semangat kerja yang kuat dengan dilandasi keikhlasan berkorban dan kebersihan jiwanya. Semangat dan jiwa yang demikian itu telah dimiliki oleh para pahlawan pendahulu kita yang mengakibatkan sebagian besar hidupnya dipertaruhkan demi tercapainya kemerdekaan Indonesia.

Apabila kita mengaji dan mengungkap pergerakan kemerdekaan Indonesia, khususnya yang dilakukan kaum wanita, maka dalam alaril penjajahan Belanda tepatnya 22 -- 25 Desember 1928 di Dalem Joyodipuran (sekarang kantor Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional) Yogyakarta terjadi suatu peristiwa bersejarah yang sangat penting yaitu Kongres Perempuan Indonesia yang pertama. Mengingat pentingnya peristiwa ini bagi sejarah perjuangan bangsa, maka pemerintah menetapkannya sebagai Hari lbu. Setiap 22 Desember khususnya kaum wanita memperingati dan merayakannya diikuti serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas kaum wanita Indonesia. Di dalam peristiwa tersebut terdapat mutiara-mutiara yang sangat berharga berupa semangat berjuang dan berkorban demi bangsa dan negara, sepi dari segala pamrih yang menguntungkan kepentingan pribadi atau golongan, tetapi semata-mata untuk kejayaan Indonesia. Kongres Perempuan Indonesia pertama yang bersejarah dapat terlaksana dengan sukses berkat kerja keras dan kerjasama yang baik dari segenap anggota pimpinan kongres dengan mendapat dukungan dan bantuan organisasi perjuangan yang ada waktu itu. Di antara tokoh-tokoh kaum perempuan yang telah mewujudkan terselenggaranya Kongres Perempuan Indonesia yang pertama itu ialah : Nyonya R.A. Sukonto, Nyonya Siti Munjiah, Nyonya.Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito, Nyi Sunaryati Sukemi, Raden Ayu Catharina Sukirin Harjodiningrat, Nyonya Sujatin Kartowijono, Nyi Hajar Dewantoro, Ny. Driyowongso, Nyonya Alfiah Muridan Noto, Nyonya Badiah Muryati Goelarso, Nyonya Hajinah Mawardi, Nyonya Ismudiyati Abdul Rachman Saleh, Nyonya R.A. Suryo Mursandi, dan Raden Ayu Bintang Abdulkadir. Karena itu biografi mereka itu perlu ditulis dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Adapun tujuan penulisan biografi ini antara lain :

  1. Agar bangsa Indonesia yang hidup mengenyam nikmat kemerdekaan ini benar-benar menghayati betapa besar perjuangan dan 'pengorbanan para pahlawan bangsa yang telah mendahului kita. Dengan menghayati dan menghargai jasa-jasa mereka itu, maka kita tergolong bangsa yang berjiwa besar, karena tahu mengucapkan terima kasih kepada para pahlawannya. Hal ini supaya dihayati dan diamalkan juga oleh generasi penerus.
  2. Cita-cita luhur, jiwa dan semangat kepahlawanan tokoh - tokoh tersebut agar terus bersemi dan berkembang dalam diri generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
  3. Biografi tokoh-tokoh itu diharapkan dapat mendorong usaha mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia yang telah dicapai khususnya bagi kaum wanita.
    1. Penulisan biografi nasional ini dimaksudkan juga dapat membangkitkan kebanggaan. nasional Dengan adanya rasa bangga berarti memiliki harga diri dan tidak mudah dihinakan oleh bangsa lain. Oleh karena itu generasi sekarang dan yang akan datang agar mampu berbuat seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan tersebut.
    2. Penulisan sejarah tokoh-tokoh wanita ini diharapkan membangkitkan harga diri yang tinggi khususnya bagi para wanita.
    3. Pengungkapan riwayat hidup dan perjuangan tokoh-tokoh wanita ini bermaksud menggali nilai-nilai luhur budaya bangsa kita, selanjutnya untuk dilestarikan dan dapat dijadikan modal dasar mencapai suksesnya pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
    4. Biografi ini diharapkan dapat mengetahui lebih dalam tentang siapa dan apa yang dilakukan dalam perikehidupan tokoh-tokoh yang bersangkutan.
    5. Selesainya penulisan biografi ini diharapkan juga dapat menambah jumlah kepustakaan yang telah ada dan bermanfaat bagi mereka yang memerlukannya.

Usaha mengujudkan penulisan biografi ini ditempuh melalui berbagai macam kegiatan yaitu :

  1. Studi kepustakaan, yaitu mengaji buku-buku kesejarahan yang memuat perikehidupan dan perjuangan tokoh-tokoh yang ditulis.
  2. Wawancara dengan para keluarga, handai taulan serta dengan pihak-pihak yang mengetahuinya di mana tokoh-tokoh itu melaksanakan kegiatannya.
  3. Studi lapangan, yaitu melakukan peninjauan ke tempat-tempat tokoh melaksanakan kegiatan. Dengan studi lapangan ini akan memperjelas dan melengkapi data penulisan biografi dari hasil studi kepustakaan dan wawancara. Setelah data melalui studi kepustakaan, wawancara, dan studi lapangan terkumpul kemudian diadakan klasifikasi dan seleksi. Data satu dengan lainnya dibandingkan dan akhirnya dimulai pengungkapan biografi tokoh-tokoh yang bersangkutan dalam bentuk cerita sejarah. Dalam upaya menelusuri perjuangan tokoh-tokoh pelaku Kongres Perempuan Indonesia yang Pertama bukanlah hal yang mudah karena peristiwa ini telah 62 tahun berlalu, sehingga baik keluarga maupun orang yang benar-benar mengetahui tokoh yang diteliti sangat sulit. Walaupun masih ada informan yang diwawancarai, namun karena terbawa usia yang sudah lanjut maka keterangannya pun kurang lengkap. Namun dengan kerja keras temyata penulis masih dapat mengorek keterangan dari para informan baik dari pihak keluarga dan pihak-pihak lain yang mengenalnya. Karena itu sudah selayaknya melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih.

Kami yakin karena penulisan ini merupakan kajian awal dari para tokoh yang bersangkutan, maka mungkin masih terdapat banyak kekurangan. Karena itu semua pihak yang bersedia memberikan koreksi untuk pembetulan terhadap hasil kajian ini akan besar artinya bagi penelusuran selanjutnya. Mudah-mudahan penulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Penulis