Halaman:108 Pendekar Gunung Liang San Seri II.pdf/35

Halaman ini tervalidasi

Oh. Thian, Thian, semoga orang 2 seperti dia itu mendapat hukumanmu."

Lo Tie Djim mendjadi melengak, ia menegaskan :

„Djangan sembarang omong ! Aku bukan manusia hidung belang, buaja tjabul ! Hei! Aku bertanja. apakah kalian benar 2bukan pendjudi, pemabuk dan rojal? „Para Hwee Sio tua? itu membanting bantingkan kakinja, mereka amat marah:

"Mana bisa! Mana boleh djadi! Itu fitnah! Fitnah kotor dan kedji. . . . .ketahuilah kami adalah orang2 jang tekun mendjalankan ibadah. Kau diperdaja oleh si gendut jang pandai bermuslihat itu. Nona muda itu datang bersama ajahnja, tetapi dengan tangan kedji 2 orang kaki tangan sigendut jakni Khiu Too Djin dan Tjhui Sing telah membunuhnja. Dan anak gadis jang tinggal itu pasti akan didjadikan bulan² an ...... oh, kau terlalu gampang ditipu.

Mendengar keluhan dan tjerita dari Hwee sio tua ini berbalik Lo Tie Djim mendjadi naik darah, Geramnja:

"Binatang! Berani benar mempermain kan Toayarnu Baiklah aku akan menjerbu sarang mesum itu dan membunuh semua jang berundak kotor. "Selesai mengutjapkan kata². Lo Tie Djim lalu menggendjot tubuhnja untuk menudju ruang jang baru sadja ia tinggalkan (teks tidak terbaca) disana ia dapatkan pintu telah terkun ji Jengan rapat. Sadarlah

31