Halaman:108 Pendekar Gunung Liang San Seri II.pdf/59

Halaman ini tervalidasi

Lo Tie Djim berdiri dan memandang burung burung itu, katanja;

“Bila demikian, aku akan merusak sarang² mereka, supaja mereka pindah dari tempat ini.”

Beberapa diantara mereka berkata: “Suhu apakah akan menebang pohon Yangliu itu ?” Belum Lo Tie Djim mendjawab. sudah ada beberapa lagi jang bitjara : “Suhu, kami ambilkan tangga jang tinggi dulu untuk da- pat mentjapai sarang burung gagak itu dan merusaknja.”

Lie Shu Ay berkata pada Tio Sam: „Tie Hengkau boleh naik keatas pundakku, aku akan mendukungmu untuk meraih sarang² itu dan merusaknja“.

Mereka ribut² dengan pikiran² dan tjara² untuk merusak sarang burung itu.

Sedang mereka sibuk dengan ide² dan pelaksanaannja, Lo Tie Djim menjingsingkan lengan badjunja dan berkata,

„Tidak usah, tidak usah..... Lo Tie-Djim mendekati-Ponon Yangliu jang tinggi besar itu dan dengan tangannja mentjoba mendorong2nja. Kemudian ia merangkul batang pohon itu, sepasang kakinja Gia Bhe Si, setelah hening beberapa detik. Lo Tie Djim berteriak keras, dan pohon Yangliu itu tertjabut sampai seakar2nja. Pohon Yangliu itu lalu ditumbangkan dan puluhan pantjalongok itu bet-sorak2 kegirangan. Mereka ber-lari2 medekati gerombolan daun2

55