Halaman:108 Pendekar Gunung Liang San Seri II.pdf/64

Halaman ini tervalidasi

Orang² mendjawab: “Suhu, dia adalah mendjaga keamanan kata Tongking. Namanja Liem -Tjiong Dia adalah orang baru pula dikota ini, seperti Suhu Pendatang baru”

Lo Tie Djim lalu menoleh kearah orang baru itu dan menggapainja:

“Loheng, hajo, mampir dulu dan omong², kebetulan kami ada sedia arak dan makanan.

Mari kita nikmati dibawah sinar bulan purnama. . . .hahaha. . . .haha{. . . . . . .

Orang jang memudji itu, badanja tinggi tegap, kepalanja berbentuk seperti matjan tutul, sinar matanja tadjam dan djernih sehingga nampaknja sangat gagah sekali. Ia mendengar adjakan Lo TieDjim, kontan menggendjot tubuhnja melewati pagar bambu itu.

Dan dengan djalan pe-lahan², seperti harimau turun gunung menghampiri kelompok orang² dan Lo Tie Djim jang sedang ber-tjakap² itu. Liem Tjiong lalu membungkkan badannja dan Kiongtjiu kepada Lo Tie Djim. Semua kawan an pantjalongok itupun berdiri menjambut kedatangan Liem Tjiong.

Lo Tie Djim lalu mengadjaknja duduk dipelataran dan omong² Liem Tjiong berkata:

„Siauwtee datang bersama istri, saat ini pun isteriku masih berada didalam kelenteng untuk bersembahjang, karena tepat dengan shedjinja kelenteng Pek Ma Se sehingga banjak orang mengundjungi kelenteng, untuk melihat keramaian.“

Lo Tie Djim:

58