Halaman:108 Pendekar Gunung Liang San Seri III.pdf/22

Halaman ini tervalidasi

sudah selajaknja menjandang pedang pusaka ini' hanja aku meminta tambahan harga 200 tail lagi Diadi 800 tail bolehlah “ Liem Tjiong meminta pedjual pedang itu menunggu sebentar, ia lari masuk kedalam rumah menemui istrinja.

“Hudjin hudjin! . . .“ Istri Liem Tjiong keluar dari kamar dan heran melihat suaminja masuk dengan membawa pedang pusaka, ia bertanja;

“Pedang siapakah itu, Liem Ko?” Liem Tjiong tersenjum pada istrinja dan mendekati, katanja dengan suara lemah lembut :

“Moy moy, aku akan membeli pedang pusaka ini, tetapi sajang harganja—800 tail tidak boleh kurang lagi, sudan harga mati. Padahal uangku hanja 600 tail Eh, Moy moy barangkali kau masih ada simpanan 200 tail sadja ? “ Istri Liem Tjiong jang mamang kasih pada suaminja, tak tega melihat Kokonja bersedih karena tak bisa memiliki pedang itu Maka mekarlah senium dibioirnja dan dengan lemah Jembut pula ia berkata;

“Koko. djangan bersedih, moymoy masih aba simpanan kurang lebih 400 tail, ambillah bila Koko memerlukan Lem Tjiong mundjadi besar na inja sesaat 1 manja ia tak dapat ber-kata² aking terharunja Kemudian Liem Tiong melongok keluar dan memanggi pondjual pedang itu;

“Loheng, kemari ! Harga pedangmu telah kusetudjui.

18