Halaman:108 Pendekar Gunung Liang San Seri III.pdf/37

Halaman ini tervalidasi

hat sebilah pedang mustika jang dapat kubeli dari seorang pendjual pedang 3 hari jang lalu.

Aku datang memenuhi undangan itu tanpa sjakwasangka apapun, karena aku menghormati para pedjabat tinggi, bukankah beliau itu sebagai bapak rakjat ? Tetapi diluar dugaanku, Jang mulia Tee Kwan, aku djustru dikerojok, disergap dan tanpa diberi kesempatan untuk memberikan keterangan apapun aku dipukuli dan diseret kedalam tahanan. Kesemuanja ini kini kuserahkan ditangan Jang mulia Tee Kwan, sebagai pelindung rakjat pasti akan dapat membikin djernih hal² jang benar. ”

Keterangan² Liem Tjiong jang penuh kata-kata sindiran ini membuat sang Tee Kwan mendjadi merah padam, bahna djengahnja. Para pedjabat pemerintah, sebagai pegawai² tinggi adalah bapak rakjat.

Rakjat mentjintai bapaknja, sebab bapak adalah sudah seharusnja mentjintai anak²nja? Kata² Liem Tjiong ini se-akan² terus bergema di pendengaran sarg Hakim tinggi kota Tongkhia ini, sehingga ia tidak bisa memberikan putusan dengan segera.

„Aku akan mentjari 2 orang jang telah menjampaikan surat undangan dari Kotjiangkun kepadamu sebagai saksi. Dan aku ingin bersoal djawab pada Ko Tjiangkun benarkah keterangan2mu dalam sidang ini, Hei, bawa persakitan ini kedalam

33