Halaman:108 Pendekar Gunung Liang San Seri III.pdf/39

Halaman ini tervalidasi

kan persoalan ini dengan suara se-akan2 berberbisik. Takut kalau2 hal ini didengarkan oleh orang lain.

”Tee Kwan, sebenarnja adalah demikian, karena anakku Ko Nga Lui sangat merindukan istri Liem Tjiong, sampai2 ia mendjadi seperti gila, sehari-hari kerdjanja hanja menjanji, berkata-kata sendiri, menari dan.........eh.........pikirannja sudah kurang waras Aku chawatirkan anakku satu²nja ini akan berusia pendek karena istri Liem Tjiong ini. Kunsuku memberi nasehat, djalan satu²nja apabila dapat membawa istri Liem Tjiong kemari. Tipu daja kami djalankan jakni menuduh Liem Tjiong sebagai seorang pendjahat jang akan membunhku. Tee Kwan tolonglah kami, bukankah kita se-akan2 bersaudara ? Maka aku pertjajakan hal ini kepadamu”

Sang Tee Kwan jang memang banjak berhutang hudi pada Ko Kiu, mendengar permohonan dari rekannja ini mendjadi serba salah, Kalau dituntut, berarti berlaku melanggar hukum kebenaran, kalau tidak diturut berarti tak ingat lagi hubungan persaudaraan antara dia dan Ko Kiu. Lama Tee Kwan itu berdiam diri . ........ Berat djuga rasa hati sang Tee Kwan mendengar keluhan sang rekan ini.

Achirnja ia mendjawab :

„Baiklah Koo Tjiangkun, aku akan membantu kesukaranmu,

35