Halaman:108 Pendekar Gunung Liang San Seri III.pdf/65

Halaman ini tervalidasi

ru mereka sadar akan dirinja!

Dalam bahasa djawa :

”Katjentoking pantja baja, ubajane hambalendjani.

Bila menemui marabahaja, baru mereka terkedjut dan geragapan karena tak terkira bisa menimpa dirinja.

Keesokan harinja, sebelum matahari terbit. Siek Pa dan Tang Kiuw telah menemui pemilik hotel untuk membajar uang penginapan dan makanan semalam, la buru² mengiring Liem Tjiong meninggalkan hotel itu. Mengapa mereka tergesa-gesa berangkat dan tidak menantikan terangnja tanah? Tidak lain karena chawatir diketahui oleh tamu² hotel akan perbuatannja terhadap Liem Tjiong. Bukankah perbuatannja itu melanggar hukum. Suatu penganiajaan jang tidak mengenal prikemanusiaan.

Maka dipagi buta, dimana hawa udara masih dingin menggigilkan, mereka memaksa Liem Tjong untuk berdjalan memasuki hutan Ya Tie Lim jang lebat dan seram itu.

Djalannja Liem Tjong terseok-seok, karena tapak kakinjapun melepuh dan berair, 2 opas itu terpaksa memapahnja untuk membantu berdjalan.

Ketiga orang itu bertepatan dengan muntjulnja sang mentari diufuk Timer, sampailah pula mereka dihutan jang lebat itu.

61