Halaman:Antologi Biografi dan Karya Lima Sastrawan Sumatera Barat.pdf/27

Halaman ini tervalidasi

Antologi Biografi dan Karya Lima Sastrawan Sumatra Barat

serba kekurangan di kampung dan keinginan meninggalkan kampung untuk dapat memperbaiki kehidupan. Kampung halaman yang sangat dicintai, namun juga harus ditinggalkan, dan suatu saat kelak akan dikunjungi kembali karena kerinduan terhadapnya yang tidak pernah bisa dihapuskan dari perasaan.


DANAU SINGKARAK TENGAH HARI (1962)

Singkarak
wajah si Upik bermata perak
sekali beriak
tengah hari.

Singkarak ni
danau di kaki bukit
di atasnya awan berarak
bagai selimut putih.

Kusadari ada duka
ada luka,
mengiris jantung petani
lewat tali-tali rebab
di kedai-kedai kopi.

Danau
hatiku danau
berlinang mata penumpang
kereta makin lari
ningpalkan senyuman kau.

Singkarak
wajah si upik bermata perak
sekah beriak
tenyah hari


Pesan yang dapat dimaknai pada sajak itu adalah tentang penderitaan kehidupan petani di kampung yang banyak didera penderitaan karena sutitnya penghidupan. Pesan itu disampaikan lewat

15