Halaman:Antologi Biografi dan Karya Lima Sastrawan Sumatera Barat.pdf/42

Halaman ini tervalidasi

Antologi Biografi dan Karya Lima Sastrawan Sumatra Barat

Pada mulanya adalah sekeping tanah yang kau kepal
Aku ingin hanya sekedar jadi petani
Yang bersenggama dengan tanah
Di negeri ini
Amin

Persoalan agama di dalam puisi Rusli adalah penyerahan diri seorang hamba yang lelah didera oleh berbagai persoalan kehidupan yang pahit dan penuh perjuangan. Penyair seakan hendak mengajak kita untuk memasrahkan diri dan selalu berdoa kepada Sang Pemilik kehidupan ini. Dengan demikian, kita akan memperoleh perasaan damai dan ikhlas menerima segala keadaan yang dialami.

Jika akhirnya ditemukan kritik sosial di dalam beberapa pusi Rusli, hal itu tidaklah akan menyebabkan orang mengepalkan tangan dan mengacungkan tinju secara heroik menantang seseorang atau sekelompok orang. Kritik-kritik sosial dalam puisi Rusli tidaklah mengundang dan mendorong semangat untuk bertindak secara emosional. Hal demikian adalah karena kritik sosial yang diungkapkan lebih merupakan potret diri penyairnya yang selalu tenang menghadapi segala “kejahatan” dunia. Meskipun berisi kritikan terhadap tradisi dan tata cara kehidupan masyarakat di lingkungannya, penyair menyampaikan puisinya dengan nada melankolis. Beberapa puisi Rusli yang dengan jelas memperlihatkan kritik sosial adalah “Payung Hitam Para Imam”, “Penemuan”, dan “Pepatah Petitih”.

Penyair termasuk seseorang yang selalu mengendapkan setiap gejala sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Ia mengembalikan gejolak itu pada dirinya lalu meresepsi hal itu dengan dimensi-dimensi yang terdapat di dalam dirinya. Oleh sebab itu, segala penilaian menyangkut baik atau buruk, mulia atau hinanya kehidupan tidak ditanggapinya secara ekstrem walau diam-diam Rusli mengiyakannya. Ketika ia memandang para imam sering berfatwa, namun tidak memberikan teladan secara nyata, ia merasa ada ganjalan-ganjalan yang tidak kuasa dibendung. Rusli tersentak dan spontan, ia mengkritik, kebenaran bukan terletak di atas mimbar//. Kritik demikian dilontarkan Rush sebagai ayakan bagi semua orang agar mengenali diri sendiri dan memiliki keyakinan diri untuk menebarkan kebajikan sebagaimana yang diajarkan nabi,

30