Halaman:Asmara Moerni.pdf/13

Halaman ini tervalidasi

lah haroes menoenggoe lebih doeloe setelah kakaknja menikah. Sebab perkawinan jang melangkahi oemoer di Priangan diseboet ngaroenghak. Dan ini tidak baik”.

Nji Raden Partiah toendoekkan kepalanja, maloe karena perkata'an iboenja mengenai atas dirinja. Njonja Koesoemapradja meneroeskan bitjaranja.

„Siti Aminah, poeterinja pensioenan patih Mangoenkerta katanja sekarang mendjadi goeroe sekolah didekat Betawi. Saudara-toeanja mendjadi president Landraad di Djawa Tengah”.

„Iboe, ketoeroenan dan kedoedoekan saudaranja tidak memberi tanggoengan atas keberoentoengan roemah-tangga”.

„Anaknja hadji Gafoer, katanja beloem lama ini telah loeloes dari Vakschool. Waktoe di sekolah rendah katanja bersama'an dengan kau. Hadji Gafoer mempoenjai roemah gedoeng séwa'an di Bandoeng lebih dari doea-poeloeh boeah. Ia sering sekali bersinggah disini, bertanja tentang keada'an kau dan djoega memberitahoekan anak perempoeannja itoe”.

„Siapa ja iboe”, tanja dokter Pardi. Sebeloem iboenja memberi djawaban ia ingat teman sekolahnja jang dibitjarakan oleh iboenja.

„O Roebiah. Memang iboe, doeloe ia teman sekolah dengan saja. Tetapi iboe, menoeroet pendapatan saja, tidaklah selajaknja djikalau soeami hidoep dari kekaja'an isterinja. Saja, djika mendjadi soeami ingin memberi nafkah kepada isteri saja, selain itoe memberi didikan serta pimpinan”. Nji R. Partiah kelihatan setoedjoenja atas keterangan jang sandaranja dengan tegas telah oeraikan pada iboenja.

_______________

11