Halaman:Asmara Moerni.pdf/20

Halaman ini tervalidasi

barang di medja-hiasnja, kemoedian setelah dapatkan barang ketji jang ia tjari, ia laloe mendekati Tati, katanja :

„Karena kedatangan saja disini kau tambah pekerdja'an, Tati”.

„Tidak apa dokter”.

„Ini boeat kau, Tati”, kata Dr. Pardi dengan menerimakan barang ketjil mengkilat kepada Tati.

Tati terkedjoet tidak lekas menerima barang jang diberikan kepadanja. Ia memandang Dr. Pardi seperti anak ketjil berhadapan dengan orang jang beloem dikenalinja.

„Boeat saja dokter ?”

„Ja, boeat kau sebagai tanda mata dari saja”.

Tati menadahkan tangan kanannja. Dr. Pardi meletakkan seboeah peniti dasi mas bermata barlian. Lama Tati tetap berdiri di tempatnja dengan memandang itoe barang permata seolah-olah mengimpi. Kemoedian ia djalan keloear dengan penoeh kegirangan dan mengoetjapkan terima-kasih.

Tidak antara lama sesoedah Dr. Pardi berpakaian njonjah Koesoema berkata pada poeteranja bahwa ia akan pergi ke kota, belandja dan mampir di beberapa roemah kenalannja prijaji. Ia akan merasa berbesar hati djikalau Dr. Pardi soeka toeroet bersama adiknja Nji R. Partiah. Boeat mengoeroes belandja'an sebagaimana biasanja hampir saban minggoe djika ke kota, Tati selaloe toeroet. Begitoelah dalam auto berempat mereka pergi ke kota sehingga djaoeh lohor beloem kembali.

18