Halaman:Asmara Moerni.pdf/42

Halaman ini tervalidasi

Si Koetjrit adalah ajam toekoeng masih ketjil, sehingga waktoe Amir dan Tati melihat pada itoe chewan, sama ketawa.

„Paling sedikit kiranja tiga roepiah, dan sekoerangnja itoe bisa didapatkan dalam tempo tiga hari. Biarlah saja tidak memboeang tempo akan pergi mentjari moeatan. Permisi bibi; Tati, saja berangkat”.

Dengan dihantarkan sampai di pintoe oléh Tati, Amir naik di betjanja dan lekas-lekas menoedjoe ke djalanan jang ramai. Itoe hari benar ia bekerdja keras, poen poelangnja agak laat dari biasanja, sehingga malamnja tidak pergi ke roemah Tati. Bersama teman-temannja Amir main ketjapi di pondok dekat roemahnja. Hal ini telah didengar oleh seorang toekang njanji jang beloem lama datang dari mengidar' di tempat-tempat besar. Miss Omi, begitoelah ini zangeres lebih terkenal namanja, merasa ketarik akan soeara merdoe dari ketjapi tadi. Ia memanggil boedjangnja.

„Baje, siapa itoe jang main ketjapi begitoe bagoes ?”

„Amir”.

„Siapa itoe Amir ?”

„Toekang betja”.

„Tjoba kau panggil kemari”.

„Baik nona”.

Baje pergi keloear dan tidak antara lama kembali dengan diiringkan oléh Amir. Miss Omi berhadapan dengan seorang anak moeda jang tjakap paras moekanja dan haloes boedi bahasanja.

„Apakah kau jang bernama Amir ?”

„Betoel nona”.

„Benarkah djikalau siang kau mendjalankan betja?”

40