Halaman:Bangsawan dan Pengemis.pdf/261

Halaman ini tervalidasi

263

,,Akoe aken kasi taoe padanja, bahoea ini malem, besok dan loesa ia boleh kasi pertoendjoekan dengen tida terantjem bahaja jang ia aken dapet ganggoean."

Ia djalan ka bagian paling blakang dari itoe circus.

Directeur Bumpo treakin boedjang jang lagi bikin betoel lampoe lampoe:

,,Kaoe taoe, di mana adanja gambar gambar boeat ditempel Lekas tempel semoea, di mana ada tertoelis, bahoea Nona Listrik ini malem kasi pertoendjoekan. Pastilah tempat penonton aken penoeh."

Sedeng itoe boedjang boeroe boeroe djalanken itoe prentah dan tempel biljet biljet jang besar di depan tenda dan di tempat tempat jang terang, antero orang orang dari itoe circus berkoempoel dan dengerken, bahoea itoe nona boleh maen dengen tida terantjem bahaja.

Itoe soeroean dari Bumpo, jaitoe satoe toekang soenglap, pergi ka satoe kamar ketjil, di mana ada menjala satoe lampoe. Di satoe podjokan dari itoe kamar, di mana barang barang bertoempoek tida karoeanan, ada djongkok Emma, anaknja Clotilde.

Ia tida brenti menangis, ia poenja mata jang besar memandang pada nona Astrella, jang berdiri di tengahnja itoe kamar.

Lampoe menerangin roman jang besar dan koeat dari itoe nona, jang dirias sama perada dan pita pita.

Itoe nona betoel tjantik sekali. Tapi tjahaja moekanja ada goeram dan warnanja koening, kaloe ia belon pake poepoer. Matanja besar dan seperti matanja orang jang berpikir.

,,Ada apa ?" katanja pada orang jang masoek dalem itoe kamar dengen moeka girang.

,,Semoea ada baek. Marika soeda pergi, nona," djawab