Halaman:Cerita Rakyat Daerah Irian Jaya.pdf/15

Halaman ini tervalidasi
4.6. Dengan demikian maka bagi masyarakat pemilih suatu ceritera yang dianggap keramat, ada kepercayaan bahwa apabila ceritera dikeluarkan dan diketahui oleh orang luar, maka kekuatan mistik atau kekuatan super-natural yang secara turun temurun akan hilang bahkan dapat membawa kutuk bagi masyarakat, khususnya pihak yang menceriterakannya.
4.7. Selain itu ada pula anggapan bahwa pengumpulan ceritera bermaksud untuk mengkomersilkan ceritera rakyat yang diperolehnya.
Oleh karena itulah maka untuk dapat merekam, sebagian dari ceritera yang dikumpulkan, diperlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang besar.
Hal ini disebabkan dalam masyarakat tertentu suatu mitos hanya dapat diceriterakan oleh orang tu-tua tertentu. Bahkan tidak jarang harus diadakan dulu perundingan antara para tua-tua adat untuk menetapkan siapa yang boleh menceriterakannya tidak terkecuali unsur tertentu, pengalaman dan waktu mana yang dianggap terbaik/sesuai untuk maksud tersebut.
4.8. Ceritera-ceritera yang telah direkam dengan bahasa daerah disalin kembali dalam bahasa atau kata-kata latin.
Untuk keperluan penterjemahan, ditempuh dua cara :
- Penterjemahan dilakukan oleh anggota Tim yang menguasai bahasa daerah yang bersangkutan.
- Dengan menggunakan orang lain (bukan informan) yang berasal dari daerah atau suku yang memiliki ceritera tersebut.
Selanjutnya, untuk tiap ceritera, dibuat kesimpulan tentang latar belakang lahirnya ceritera tersebut yang erat hubungannya dengan adat-istiadat serta unsur-unsur lainnya, seperti cerita tanah air, kepemimpinan, usaha pembaharuan, nasihat dan hiburan.
4.9. Konsep naskah ceritera dalam bahasa Indonesia kemudian diseminarkan dalam Tim untuk menilai apakah ceritera-ceritera yang telah terkumpul itu sudah sesuai tema yang ditetapkan.
4.10. Dalam diskusi-diskusi yang diadakan sering di ikut serta-

XI