Halaman:Cerita Rakyat Daerah Irian Jaya.pdf/79

Halaman ini tervalidasi

pung itu.

Tetapi maksud jahat dari pimpinan rombongan ini, rupanya tercium oleh salah seorang dari anggota rombongan itu yang kebetulan orangnya berpenyakit kusta.

Rahasia ini didengar dari percakapan antara pemimpin rombongannya dengan salah seorang penghuni rumah yang kebetulan rumahnya berdampingan dengan kandang babi yang mereka pakai untuk bersembunyi itu.

Dan segeralah hal ini diberitahukannya kepada kawan-kawannya yang sama-sama bersembunyi dalam kandang itu. Katanya bahwa kita ini kena tipu oleh Pimpinan rombongan, yakni kita ini akan dimakan olehnya bersama-sama dengan Pupa dan Nalinase beserta pasukan-pasukannya.

Begitu mendengar kabar ini, kawan-kawannya semua percaya dan mereka segera berunding untuk mencari jalan keluarnya bagaimana bisa selamat dan lolos dari pembunuhan.

Keputusan bersama yang mereka ambil ialah mencuri dua ekor babi besar besar yang ada dalam kandang miliknya Pupa dan Nalinale membakar semua honayi-honayi yang ada dalam kompleks itu, dan segera lari meninggalkan perkempungan itu. Dengan membawa barang curiannya yakni dua ekor babi yang besar-besar. Didalam peijalanan mereka sudah merencanakan untuk menyembelih babi-babi yang mereka bawa lari dari kandangnya Pupa, dengan membagi-bagi tugas masing-masing. Ada yang punya tugas ambil kayu api, ada yang ambil batu, ada yang membersihkan daging dan lain-lain.

Begitu mereka sampai ditepi Kali Baliem, rencana itu mulai dilaksanakan sesuai dengan pembagian tugas m~sing-masing yang telah disepakati bersama.

Tetapi yang berpanyakit Kusta kusta tidak ikut masak, tapi secara diam-diam pergi kehutan mencari pohon Sin yang satu itu. Kebetulan ditepi kali Balim inilah ia temukan pohon Sin yang sakti itu.

Ia segera diam-diam pergi mengebor pohon Sin itu dengan maksud supaya mereka dapat bersembunyi didalam pohon Sin itu kalau ada musuh yang mengejarnya. Pekerjaan ngeboor pohon ini ditekuni terus oleh yang berpenyakit kusta itu sampai selesai tanpa diketahui oleh kawan-kawannya.

Begitu selesai, ia mulai naik diatas pohon sin itu untuk mengintai kalau-kalau pasukannya Pupa yang mengejar mereka akan datang.

63