Halaman:Kepartaian di Indonesia.pdf/157

Halaman ini tervalidasi

akibat perdjuangan golongan jang sehebat-hebatnja, systeem produksi kapitalis itu karena mengandung beberapa pertentangan akan roboh untuk diganti dengan systeem produksi sosialis.

  1. Masjarakat sosialis itu tidak mungkin diwudjudkan dengan sekaligus. Dalam usaha mewudjudkan masjarakat sosialis itu, harus pula diperhatikan berbagai stappe (tingkat) dan tiap-tiap tingkat harus didjalaninja dahulu sebelum tingkat sosialisme dapat dimulai.Tingkat-tingkat itu harus ditetapkan dengan menimbang adanja susunan sosial dan ekonomi masjarakat jang bersangkutan. Dalam masjarakat itu terdapat beberapa lapisan jang besarnja tergantung dari susunan ekonomi dan politikdari masjarakat itu sendiri.
  2. Indonesia adalah bekas djadjahan imperialisme Belanda jang dipengaruhi terutama oleh imperialisme Inggeris. Sebagai negeri djadjahan Indonesia tidak mempunjai susunan politik jang benar-benar demokratis. Indonesia adalah negara pertanian dalam tingkat permulaan pembangunan pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan jang agak besar dan mempergunakan mesin rakjat Indonesia sebagian besar terdiri dari golongan tani ketjil didesa desa dan golongan buruh dikota-kota. Disamping golongan itu terdapat pula golongan-golongan tani kaja, pegawai negeri, pegawai perusahaan partikulir, golongan modal jang mempunjai perusahaan atau berdagang baik sedang atau ketjil dan golongan ningrat.
  3. Dizaman pendjadjahan Belanda dan Djepang semua golongan pada umumnja dan golongan tani, buruh, pedagang, pegawai negeri, atau pegawai perusahaan partikulir pada chususnja merasakan berbagai-bagai tindasan, baik dilapangan politik maupun dilapangan ekonomi dan sosial. Karena penindasan-penindasan itu, timbullah perdjuangan

151