Halaman:Memutuskan pertalian.pdf/45

Halaman ini tervalidasi

V. MENJEMPUT ANAK

Adat istiadat menurut jamak,
demikian sudah lazim terpakai.
Kemanakan itu seperintah mamak.
berlain haluan, kata bertikai.


Sudah tiga bulan lamanya guru Kasim meninggalkan kota Bukit Tinggi, negeri tumpah darahnya, sekarang marilah kita layangkan pula pikiran kita ke sana, karena pada hari ini amat ramai orang laki-laki perempuan, tua muda, besar kecil, menuju pekuburan kaum keluarganya masing-masing. Pada tiap-tiap pekuburan kaumnya, mereka itu duduk berkumpul-kumpul di bawah pohon kayu yang rindang, di tempat yang teduh, akan melindungkan diri 'dari pada panas. Sungguhpun matahari memancarkan cahayanya dengan cemerlang dan panas terik sangat, akan tetapi banyak juga di antara mereka itu yang sedang asyik bekerja membersihkan kubur orang tuanya, ada yang sedang menyiramkan air cendana dan menaruh bunga rampai di atas kubur saudara yang dicintainya, ada pula yang mendoa membaca salawat untuk sekalian ahli kubur.

Hari itulah hari penghabisan makan siang bagi orang Islam, yaitu pada 30 hari bulan Syakban, dan besoknya mulai puasa bulan Ramadan. Sebelum hari yang baik itu silam, maka pergilah sekalian orang mengunjungi pekuburan kaum kerabatnya yang sudah berpulang ke rahmatullah, akan mendoakan arwahnya, dan memohonkan selamat supaya yang tinggal dan yang berpulang semuanya dipeliharakan Tuhan jua adanya.

Rembang petang berebut dengan senja, hari telah mulai samar muka. Maka kelihatanlah bulan bentuk sabit, sebagai secarik kertas putih di sebelah barat, di puncak Bukit Kepanasan. Tabuh di mesjid sudah berbunyi, tabuh yang banyak berbalas- balasan, akan memberitahukan , bahwa pada keesokan harinya mulai berpuasa.

Sepekan puasa dijalankan , pada kedelapan harinya masuklah sebuah kapal ke pelabuhan Teluk Bayur membawa penumpang dari Betawi. Kebanyakan di antara penumpang itu, ialah saudagar yang pulang merantau dari negeri orang atau saudagar yangbalik membeli barang dari Betawi, untuk dijual di negerinya.Lain dari pada itu ada juga beberapa amtenar yang perlop dan guru-guru yang pulang karena bulan puasa sekolahnya

47