Halaman:PDIKM 691-04 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe April 1927.pdf/7

Halaman ini tervalidasi

25

A.G.G.


ngetahoei bangsanja, menoeroet kata 'adat : „Bahasa menoendjoekkan bangsa". Tidak ada orang didoenia ini jang tidak tjinta kepada bahasa dan bangsanja, sebab bahasa itoe boleh dikatakan njawa jang kedoea didalam toeboeh kita; karena dengan bahasa sendiri itoe dapatlah kita dengan sepenoeh-penoehnja, akan mengeloearkan boeah pikiran kita.

Tetapi saja heran mendengar, ada orang jang mengatakan, bahwa bahasa Riau itoe, bahasa tinggi dan kaja, sedangkan bahasa Menangkabau bahasa rendah lagi miskin.

Sekalipoen saja beloem mengetahoei dalam-dalam tentang bahasa Menangkabau, tetapi pertjajalah saja, bahwa bahasa Menangkabau itoe, jaitoe bahasa jang haloes dan kaja, sebab:

Segala pedato Menangkabau jang haloes-haloes itoe, tidaklah kedapatan dalam bahasa Riau; demikian djoega pepatah petitih banjak kedapatan dalam babasa Menangkabau, jang artinja sangat haloes dan dalam. Pepatah dan petitih dalam babasa Menangkabau itoe hanja dibahasa Riaukan orang sadja.

Orang Menangkabau biasa berkata dengan pepatah petitih, misal dan ‘ibarat, jang sangat haloes maksoednja; maloelah agaknja orang Menangkabau, kalau ia berkata-kata, „singkok daoen tarik boeah sadja".

III. Hal agama.

Agama itoe jaitoe pagar negeri, artinja akan mendinding negeri soepaja mendjadi selamat; demikian djoega oentoek dirinja sendiri. Tidak ada seboeah agama didoenia ini, jang maksoednja akan meroesakkan negeri.

Djadi patoetlah tiap-tiap orang membimbing agamanja dengan berati-ati soepaja djangan sesat djalannja oleh orang jang mengadjarkannja; kalau tersesat itoelah jang mendjadikan tje]aka besar kepada isi negeri.

Djadi agama itoe beralasan djoega kepada onderwijs, sebab beragama itoe orang mendjadi loeroes dan benar, tidak soeka memboeat pekerdjaan jang salah.

Sekarang ketiga perkara ini saja serahkan kepada Engkoe-Engkoe akan menimbang dengan sebaik-baiknja, dan saja akan mendapat djawabnja nanti.


Didikan pergerakan toeboeh dan boedi gymnastiek ( tjara Minangkabau).

Sebagai kita telah mendengar dari orang toea kita, bahwa ninik Tjatri Bilang Pandai, selain dari pada beliau ahli dalam hal politiek memerintah negeri, tetapi beliau itoe faham poela dalam hal boenji-boenjiaian dan 'ilmoe pergerakan toeboeh, gymnastiek kata orang sekarang.