Halaman:Perang Bratajoeda.pdf/52

Halaman ini tervalidasi

51

talah sabegitoe lama Drona tida lepasken sendjatanja dari tangan, kaoe tida bisa beroleh kamenangan. Goenakenlah satoe akal. Kapan dia dapet denger, bahwa dia poenja poetra Aswatama binasa, pastilah dia nanti aken letaken sendjatanja. Maka soeroelah orang bersoeroe, bahwa dia poenja anak soeda binasa.”

Kamoedian Bima lantas ambil dia poenja sendjata gada dan poekoel mati saekor gadjah besar jang dinamaken Aswatama. Lantas dia madjoe ke deketnja Drona sambil berseroe: „Aswatama soeda binasa!”

Satelah Drona dapet denger begitoe, dia poenja kaki tangan mendadak djadi lemes, seperti pasir jang disiram aer. Tapi satelah dia pikir, bagimana gaga dan sakti adanja dia poenja poetra dalem paperangan, dia lantas tetepken kombali hatinja dan tida maoe pertjaja pada itoe warta jang tersiar. Dia angkat dada lagi dan troes berperang poela dengen gaga.

Biar bagimana djoega hatinja Drona soeda bertjekat dan bimbang. Tiba² dia de-