Halaman:Si Umbut Muda.pdf/37

Halaman ini tervalidasi

4. TANDA KASIH AKAN ANAK

Belalang terbang melajang,
terbangnja berapi-api.
Esa hilang kedua terbilang,
namanja anak laki-laki.

'Lah sebentar ia menangis ― 'lah sebentar ia bermenung ― ialah si Umbut Muda ― tibalah pikiran jang benar. Berkata si Umbut Muda: „Ibu, dengarkan ibu! ― djika ibu iba 'kan hamba ― menaruh sajang kepada hamba ― pergilah ibu hamba suruh ― pergilah ibu hamba seraja. Kalau ada malu 'kan terbangkit ― kalau ada malu 'kan terhapus ― tjarikan hamba talang perupuk ― ialah talang perupuk hanjut ― nun di Lubuk Mata Kutjing; sakti nan tidak sakti amat — dagang lali mati tegak — burung melintas mati djatuh; djernih nan tidak djernih amat — setukal benang berusai — dikepesong[1] nan mengeong — diserangkak nan berdengkang; nan dipalut naga sakti — nan dililit ular bisa — nan didjundjung ikan gedang. Talang itulah ibu tjarikan — perupuk itulah ibu ambilkan! kalau tak dapat perupuk itu — tak kasih ibu 'kan hamba — tak sajang ibu kepadaku.


  1. Putaran air.

38