Halaman:Si Umbut Muda.pdf/91

Halaman ini tervalidasi

Berkata si Umbut Muda: „O bujung 'rang gembala — minta tolong hamba kepada bujung — djemputkan apalah hamba air — bawakan tjawan sebuah.

Berdjalan anak 'rang gembala — pergi mendjemput air; tidak lama antaranja — 'lah tampak ia berbalik — membawa air seperian — serta dengan tjawan sebuah — diberikannja kepada si Umbut. Berkata pula si Umbut: „O, bujung 'lah pajah menolong — inilah ringgit sepura — sedekah hamba pada bujung — pergi bujung menggembala — pergilah lihat kerbau awak.”

'Lah berdjalan anak 'rang gembala — bergegas si Umbut Muda — dibakar kemenjan putih — asap mendjulang keatas langit — harum setimbang dengan negeri ditjutjutkan air ketjawan — disajat-sajat pula limau — diremas-remas dalam tjawan. Mendo'a si Umbut Muda — berkaul kepada jang keramat — meminta kepada jang akan dapat — berkata si Umbut Muda:

„Titian di Kota Ketjil,
dibuang orang Talang Enau.
Berdasun beriada ketjil,
Berlidi keranrbii hidjau.”

Sekali melajang limau — terangkat daki si Gelang; dua kali melajang limau — bertjahaja sampai kelangit — kelangit berbajang kuning — kelaut berbajang merah — kedunia mengelimantang.

Diambilnja air sembahjang — ditariknja pula lidi tadi — ditjambuk empu kaki si Gelang — mendenjut keubun-ubun. 'Lah bergerak si Gelang Banjak — di-

92