Halaman:Sitoeasi Politik Loear dan Dalam Negeri.pdf/33

Halaman ini tervalidasi

31

jang teroetama didapat di Palembang itoe, lama sekali terpendam dan peroesahaan minjak tanah disekitar bensin itoepoen tak bisa dioesahakan. „van wege de waardeloze benzine" tadi itoelah.

I'jamkanlah „kebodohan” imperial's belanda itoe! Kita memang tidak ingin menghina. Perkataan itoe tidak akan kita keloearkan dari moeloet kita, kalau tidak mengenal hidoep dan keamanan kita jang 70 djoeta. Belanda jang katanja merasa mempoenjai ichlas, mesti lebih dahoeloe mengadakan zelf - corektie.

Selainnja „dari pada keinginan hendak memadjoekan rakjat Indonesia itoe”, belanda pemimpin Indonesia itoe, haroeslah lebih dahoeloe memeriksa kesanggoepannja boeat memimpin itoe. Boekankah satoe pemimpin itoe jang pertama sekali mesti mempoenjai sifat „verzienheid" ialah kesanggoepan memandang kedepan. Dengan begitoe bisa mengadakan pajoeng sebeloem hoedjan. 8 Maart 1942 memberi boekti senjata - njatanja bahwa sifat itoe sama sekali tak ada pada pemimpin belanda.

Apakah pengalaman 350 tahoen beloem tjoekoep lagi boeat kita rakjat Indonesia jang 70 djoeta ini akan sekali lagi diserahkan kepada matjan kalah, kelak akan kembali dipimpin oleh „kruidenier” dari belanda ?

Bagaimanakah keadaan perekonomian boemipoetera di Indonesia? Boeat mendalamkan arti penerangan kita marilah sebentar kita menengok keloear Indonesia ke Hindoestan oempamanja.

Walaupoen imperialisme Inggeris soedah kita kenal rakoes dan galak, tetapi namoen perindustrian boemipoetera di Hindoestan bisa djoega timboel toemboeh. Maskapai boemipoetra jang terkenal ialah Maskapai—Tata di Hindoestan, soedah tjoekoep mendalam dan meloeas, soedah tjoekoep terpoesat.