Halaman:Sitoeasi Politik Loear dan Dalam Negeri.pdf/48

Halaman ini tervalidasi

46

kelemahan kita sendiri.

Kami tahoe akan pertentangan malah pertjektjokan antara satoe koempoelan rakjat dengan satoe koempoelan rakjat jang lain, satoe isme dan isme jang lain. Kedjadian pada masa ini didaerah Pekalongan jang kabarnja soedah mendjalar ke Tjirebon dari ke Priangan Timoer amat mengerikan kami. Kami djoega ngeri melihat perbedaan kemaoean rakjat dan kemaoean Pemerintah. Lebih mengerikan poela tindakan jang diambil oleh tentera keamanan rakjat terhadap rakjat jang sebenarnja berkorban teroes membela Repoeblik, seperti di Djawa Barat dan lain tempat.

Berhoeboeng dengan semoeanja pertjektjokan dan kekaloetan ini pada pihak kita, dan ketetapan hati moesoeh mendjadjah kita kembali, maka kami tergopoh - gopoh mengoesoelkan „PERSATOEAN PERDJOEANGAN" ini. Boekan persatoean boeat mereboet koersi parlemen dan mentjari pangkat, melainkan persatoean jang berdasarkan perdjoeangan mempertahankan kemerdekaan 100%. Persatoean bersendi atas MINIMUM PROGRAM jang kelak akan dibentangkan. . . . . . . . . .

Kita sedang memperdjoeangkan kemerdekaan kita. Soeara berdjoeang inilah jang sekarang mendengoeng keloear negara !

Dahoeloe doenia loear mengenal kita orang Indonesia sebagai seorang bertjawat dengan panah doedoek dibawah pohon kelapa. Inilah gambarannja bangsa Indonesia dimata orang Eropah dan Amerika. Dimata mereka tertjantoem bangsa Indonesia sebagai orang biadab dan malas. Kalau jang soedah berpakaian maka orang Indonesia itoe digambarkannja sebagai djongos kapal jang radjin, poentang panting menjediakan makanan atau minoeman, kalau dipanggil