Nocturno (fragment)

.....................................................................
Aku menyeru — tapi tidak satu suara
membalas, hanya mati di beku udara.
Dalam hatiku terbujur keinginan,
juga tidak bernyawa.
Mimpi yang penghabisan minta tenaga,
Patah kapak, sia-sia berdaya,
Dalam cekikan hatiku

Terdampar.... Menginyam abu dan debu
Dari tinggalannya suatu lagu.
Ingatan pada Ajal yang menghantu.
Dan dendam yang nanti membikin kaku....

......................................................................
Pena dan penyair keduanya mati,
Berpalingan!