Buka menu utama

Pidato Susilo Bambang Yudhoyono 27 Januari 2006

Transkripsi
Sambutan Presiden Republik Indonesia
Pada Acara
Peresmian Pabrik Perakitan Yamaha Motor Indonesia
Kerawang Jawa Barat, 27 Januari 2006


Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Saudara Fahmi Idris,
Yang saya hormati, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr. Yutaka Imura,
Yang saya hormati, Saudara Gubernur Jawa Barat, Bupati Kerawang dan para Pimpinan dan Pejabat Daerah, baik dari unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif, maupun TNI dan Polri,
The honorable President of Yamaha Motor Company, Mr. Hasegawa,
The President Director of Yamaha Motor Manufacturing West Java, Mr. Takahasi,
Para Pengusaha,
Keluarga Besar, the Big Family of Yamaha Motor Company,
Hadirin sekalian yang saya hormati,

Saya akan menyampaikan sambutan saya, pada prinsipnya dalam bahasa Indonesia. Tapi, di sana, sini saya akan menggunakan bahasa Inggris, untuk para tamu kita, baik dari Jepang maupun tamu asing lainnya.

Allow me to speak in bahasa Indonesia, but for the benefit of our guest, the big family of Yamaha, and other expatriate, I will also speak in English, to clarify and blast with what I’m saying to the audience.

Saya setuju dengan Saudara Fahmi Idris, karena upacara yang khidmat ini disertai dengan hujan, dan hujan itu barokah, insya Allah. I did say that for many Indonesian, the rain in a good scheme, a good proportions, not tsunami, not float, is blessing. Blessing for the farmer, blessing for the people who are living in the region that are lacking of water, clean water. And also rain can clean the polluted air, rain can make our trees and flowers beautiful. Mudah-mudahan, hujan yang ada ini membawa berkah bagi kita semua, bagi Yamaha, bagi Jawa Barat, bagi Indonesia dan bagi perdamaian, keadilan dan kesejahteraan dunia.

Saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, karena hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini untuk bersama-sama meresmikan beroperasinya PT Yamaha Motor Manufacturing West Java. Pabrik ini merupakan pabrik kedua dari PT Yamaha Motor yang memproduksi sepeda motor Yamaha di tanah air kita.

Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh direksi dan jajaran PT Yamaha Motor. Mudah-mudahan dengan peresmian pabrik yang baru ini, perusahaan akan mampu memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi nasional dan bagi penyediaan tenaga kerja yang lebih luas lagi.

Sebagaimana kita ketahui bersama, PT Yamaha Motor adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri sepeda motor dan telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1974. Tadi kita bersama-sama menyaksikan tayangan dari video klip yang menggambarkan pasang surut perjalanan dari PT Yamaha Motor sejak berdirinya 1974. Kita sudah tidak asing lagi dengan berbagai produk sepeda motor Yamaha yang dapat kita lihat di jalan-jalan di seluruh Indonesia. Tentunya kita patut bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada PT Yamaha Motor Company Limited and Mitsui Company Limited, sebagai pemegang saham yang telah menetapkan langkah pembangunan pabrik barunya di Indonesia, dengan kapasitas produksi 300 ribu unit per tahun, serta menyerap 700 orang tenaga kerja pada tahap awal, dan direncanakan kita dengar bersama-sama tadi akan menjadi 1,2 juta unit per tahun, dengan menyerap 6000 orang tenaga kerja, tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya, terutama di Jawa Barat dan di wilayah Jabotabek.

Dengan tingkat produksi sebanyak itu keberadaan dua pabrik Yamaha di Indonesia baik yang telah berdiri di Pulogadung Jakarta, maupun yang sekarang yang akan kita resmikan pengoperasiannya, insya Allah akan menjadi pabrik terbesar di dunia, dengan total produksi dua juta unit per tahun. Pada tahun 2005 lalu, kita dengar bersama-sama tadi, PT Yamaha Motor telah sanggup memproduksi 1.234.858 unit sepeda motor.

Hal ini berarti bahwa kita telah menjadi salah satu basis produksi sepeda motor Yamaha terbesar di luar Jepang, dan menjadi pusat produksi di dunia, sekaligus juga menjadi pusat ekspor di Asia. Saudara Fahmi Idris telah menjelaskan perkembangan, pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia atas kerjasama Jepang dan Indonesia sekarang dan ke depan nanti. Kemampuan produksi seperti ini menunjukkan tingginya kemampuan teknis bangsa kita dan besarnya potensi pembeli sepeda motor ditanah air.

Hadirin yang saya muliakan, Untuk membangun pabrik seluas 300 ribu meter persegi di Kerawang ini, sama dengan 30 lapangan sepak bola, tentunya memerlukan sejumlah investasi yang sangat besar. Berdasarkan informasi yang saya terima investasinya senilai 70 juta dolar Amerika Serikat, atau dengan kurs sekarang berarti sekitar 640 milyar rupiah. Investasi sebesar itu sambil ditanamkan, apabila tidak dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya permintaan, the increasing of demand, pertumbuhan pasar yang signifikan, the growth of our market domestically, internationally, serta kondisi ekonomi yang semakin membaik, tentu serta situasi politik yang makin stabil.

Hal ini menunjukkan kepercayaan investor asing, khususnya Jepang kepada kita. Investasi Jepang di Indonesia dalam bidang otomotif merupakan investasi terbesar jika dibandingkan dengan negara lain. Investasi yang telah sekian lama ditanamkan dan terus berkembang telah menyerap banyak tenaga kerja, sehingga memberikan efek kegiatan ekonomi yang sangat luas. Karena itu saya meminta kepada pemerintah daerah, Pak Gubernur, Pak Bupati, Walikota, bersama masyarakat di sekitar lokasi industri, untuk memberikan rasa aman dan memberikan iklim investasi yang baik bagi investor yang telah menanamkan investasinya di Indonesia.

Sekali lagi, saya ingin mengulangi, untuk menyampaikan kepada Saudara semua dan kepada seluruh rakyat Indonesia melalui media massa, bahwa masalah yang dihadapi oleh negara kita sekarang ini, antara lain adalah masalah yang berkaitan dengan kemiskinan dan pengangguran. Kita harus berupaya dan berjuang sangat gigih untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran dan mencapai tujuan peningkatan kesejahteraan rakyat yang lain. Semua itu dapat dicapai apabila ekonomi tumbuh. Dan dengan pertumbuhan ekonomi dapat didistribusikan secara adil untuk menciptakan lapangan kerja dan juga untuk mengurangi kemiskinan.

Ekonomi tumbuh, sebagaimana Dubes Jepang katakan tadi, karena, satu, memang adanya konsumsi, permintaan terhadap barang dan jasa. Alhamdulillah permintaan kita relatif naik, meskipun sekarang ini di seluruh dunia, karena tingginya harga minyak, ada inflasi, ada kesulitan ekonomi, ada kelemahan daya beli. Oleh karena itu, konsumsi tidak boleh kita jadikan pilar utama atau hanya pilar pertumbuhan semata. Yang kedua, bisa ditingkatkan ekonomi kita, dengan pengeluaran pemerintah. Insya Allah tahun demi tahun pembelanjaan pemerintah harus kita perbesar. Kita mengurangi korupsi, kita mengurangi dan mencegah kebocoran. Kita membangun pemerintahan yang baik, agar penerimaan negara makin besar dan penerimaan itu akan kita belanjakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Nah, yang ketiga, penyumbangnya adalah investasi. Investasi dalam negeri dan investasi luar negeri. Dengan investasi ekonomi akan tumbuh. Yang keempat ekspor, makin banyak ekspor kita maka ekonomi makin tumbuh. Itulah yang kita ingin lakukan meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan, tetapi bukan hanya mengandalkan konsumsi saja, tapi mengandalkan empat faktor penyumbang, dan kemudian kita alokasikan, kita distribusikan untuk pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Saudara-saudara, Pertumbuhan ekonomi hanya satu pilar dari pembangunan ekonomi ke depan yang di banyak forum sering saya katakan triple track strategy. Track pertama, jalur pertama adalah pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang saya jelaskan tadi. Track yang kedua adalah menggerakkan sektor riil, industri, jasa, termasuk usaha kecil dan menengah dan koperasi, agar lapangan kerja makin tercipta, pengangguran makin kita kurangi, itu yang kita lakukan. Dan track yang ketiga untuk mengurangi kemiskinan di pedesaan, di daerah pertanian, kita melakukan revitalisasi pertanian dan ekonomi pedesaan.

Lihatlah semua upaya ini secara utuh, jangan dilihat sepotong-sepotong. Letakkan dalam konteks yang besar. Dengan demikian, yang kita lakukan pemerintah pusat, pemerintah propinsi, kabupaten, kota, masyarakat, dunia usaha bersama-sama mencapai tujuan itu. Melihat masalah sepotong-sepotong, dilihat secara sempit, mengabaikan konteks yang lebih luas, tentu menimbulkan gambaran yang keliru. Masyarakat harus dibikin jelas, dibikin mengerti apa yang sedang kita lakukan secara keseluruhan. Ini yang ingin saya katakan.

Semua ingin pembangunan berhasil. Tentu pemerintah, bukan hanya pusat, propinsi, kabupaten dan kota, semua ingin maju, membela rakyat, membangun ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, bukan hanya dilakukan satu, dua kelompok saja, satu, dua komunitas saja, kita semua. Saya meminta, dengan ruang politik, mari kita berpikir secara jernih, secara jujur dan secara konstruktif.

I did say Mr. Ambassador, Mr. Hasegawa, that Indonesia is now, under my leadership, developing three of triple track strategy. First is stimulating of our growth by promoting investment and export. Second track is to generate the real sector, industry, agriculture and services, including small and medium enterprises, to create more jobs. Third track is to reduce poverty. We revitalized the agriculture and … economic development. Those three strategies are … to achieve our national objective to promote the welfare of our people. That’s why we will come the coming of investors both from domestic as well as from international forum with a good, fair and just partnership, for the benefit both, Indonesian people and our friendly …, because I believe very strongly with investment our economy will grow, we will create more jobs, we will be able to develop local community and other matters done by a fair, healthy and constructive partnership and cooperation.

Pabrikasi yang mana di Indonesia dipastikan akan menjadi kekuatan utama dibalik pengembangan bisnis Yamaha Motor Cooperation di Asia. Kita mengharapkan, bahwa Yamaha Indonesia adalah basis terpenting diantara basis produksi di negara lainnya. Pembangunan pabrikan baru dan peningkatan kapasitas pabrik lama Yamaha, dapat mendorong berkembangnya industri pendukung di Indonesia, serta dapat menyerap sejumlah tenaga kerja yang semakin besar.

Hadirin yang saya muliakan, Sebagai sebuah perusahaan berskala internasional, saya memiliki keyakinan bahwa Yamaha bukanlah sekedar pabrik biasa. Di masa yang akan datang, saya berharap, Yamaha akan terus melakukan investasi untuk membangun landasan bisnis domestik yang kuat, sekaligus memperluas jangkauan ekspor. Saya senang, ada 26 negara tujuan ekspor Yamaha yang diproduksi di Indonesia. Makin banyak, makin luas, kami senang. Karena akan besar industri di sini, makin banyak tenaga kerja yang diserap, makin banyak pajak yang diberikan, makin tumbuh pendapatan di Indonesia.

So I expect this you could enforce the market share to the world group of 26 different countries but to do more, because we need to hence and bigger industry, bigger job and larger tax payment coming from this group of Yamaha Company.

Demikian pula dalam mengembangkan usaha manufaktur yang kompetitif saat ini. Kita berharap agar Yamaha dapat memproduksi kendaraan bermotor yang hemat energi, mengingat semakin menipisnya cadangan produksi minyak. Saya tidak henti-hentinya menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, mari kita menjadi bangsa yang hemat energi, jangan terlambat menyadari, bahwa sumber-sumber minyak, gas dan batubara, suatu saat akan habis. Jangan kita menyesal, karena sekarang kita boros pada penggunaan bahan bakar minyak atau BBM, termasuk barangkali gas, bahkan mungkin batubara, anak, cucu kita, generasi yang akan datang mengalami kesulitan hidup yang besar.

Mari mulai sekarang kita menjadi bangsa yang hemat energi, kita kembangkan alternatif energi, bukan hanya yang bersumber dari fosil, tapi dari sumber pertanian, perkebunan dan lain-lain. Kita perlu mengembangkan kebijakan energi yang tepat, yang ramah lingkungan, yang memeluangkan masa depan generasi kita.

I did say that we have to develop new energy policy. I do hope that Yamaha can develop its technology to the heavier more efficiency in the use of gasoline. Otherwise, the consumption of gasoline increase domestically in Indonesia, and off course we can not afford it and we try to be an efficiently and I think it’s the commit on of all nations in the world.

Supaya betul-betul Yamaha dengan pihak Indonesia melakukan research bersama, penelitian bersama, agar semakin hemat bahan bakar dari setiap produksi Yamaha, utamanya, dan tentunya untuk secara nasional, termasuk kendaraan-kendaraan roda empat dan jenis transportasi yang lain.

Menteri Negara Riset dan Teknologi telah memberikan masukan berharga tentang sumber energi terbarukan. Untuk sektor transportasi seperti bio etanol, untuk mesin-mesin tambahan bakar, dan bukan mesin-mesin berbahan bakar bensin dan penerapan teknologi fuel sells, saya minta sekali lagi, PT Yamaha Motor mempelopori penggunaan bio etanol, yang merupakan etanol … yang dibuat dari bahan berpati dan berselulosa melalui proses frementasi. Untuk itu kita bisa memanfaatkan singkong, biji sagu, sagu, nira dan buah jalak. Saya kira komoditas itu banyak sekalli tersedia di tanah air kita. Demikian pula penerapan teknologi fuel sells, yang masih tergolong teknologi baru di dunia, yang juga dapat diimplementasikan untuk penggerak kendaraan.

Hadirin yang saya muliakan, Saya titip, ini kesempatan yang baik, karena produksi motor makin banyak, pembeli sepeda motor makin banyak, saya lihat bukan hanya di kota-kota, di pinggir kota, di desa-desa, di daerah pertanian, daerah nelayan, banyak sekali motor yang berseliweran. Untuk menjadi bangsa yang hemat, saya mengajak Saudara-saudara yang menggunakan sepeda motor, termasuk mobil, mari kita gunakan sebagai sesuatu yang produktif.

Saya senang, kalau rakyat Indonesia sudah memiliki kemampuan membeli sepeda motor, untuk bekerja. Karena dengan bekerja menghasilkan sesuatu untuk kehidupannya, untuk anak-istrinya, untuk penghasilan sehari-harinya, bekerja, bertani, berdagang, kegiatan daerah nelayan, dan seterusnya, termasuk para karyawan dan buruh, digunakan secara produktif. Janganlah sepeda motor digunakan secara konsumtif, bepergian ke sana, ke mari tanpa tujuan yang jelas. Boleh sekali-kali pesiar, boleh sekali-kali melihat pemandangan yang indah bersama keluarga, tapi batasi semuanya itu.

Dengan demikian, sekali lagi, lebih produktif, hemat bahan bakar, kesejahteraan dan penghasilan sehari-hari juga makin baik. Ini memerlukan gerakan bersama juga, termasuk para pengguna mobil. Apalagi mereka yang termasuk golongan menengah ke atas, golongan yang mampu, ikutlah menjadi bangsa yang hemat, ikutlah menghemat energi, menghemat sumber bahan bakar minyak, supaya harganya pun secara internasional juga tidak makin tinggi.

Hadirin yang saya muliakan, Dalam upaya melakukan perbaikan kondisi perekonomian, pemerintah berusaha keras untuk menarik investasi asing masuk ke dalam negeri. Investasi dalam berbagai sektor akan terus tumbuh, seiring dengan pertumbuhan dan perbaikan ekonomi kita. Insya Allah tahun ini diperkirakan investasi pada industri otomotif akan dapat meningkat. Sektor otomotif merupakan salah satu fokus yang akan dikembangkan pemerintah, sebagai industri nasional dalam jangka panjang, karena kebutuhan transportasi yang juga terus meningkat.

Pemerintah berniat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi pabrikan otomotif, bersaing dengan negara lain. Sekali lagi, kita perlu tenaga kerja, kita perlu mengurangi pengangguran, kita perlu ada tambahan pajak, kita perlu pembangunan daerah meningkat. Pahami investasi seperti itu, untuk kepentingan negara kita, kepentingan bangsa kita, kepentingan rakyat kita, dan kerjasama yang adil dengan negara-negara lain.

Kecenderungan industri otomotif nasional menuju ke arah product based sudah terlihat dengan diproduksinya beberapa model kendaraan di dalam negeri. Berbagai fasilitas pendukung insya Allah, kita upayakan pembangunannya guna mewujudkan keinginan ini. Kita terus berupaya mengingatkan para pemegang merek kendaraan dan investor otomotif, agar tidak hanya memperbanyak penjualan produknya, hanya pasar semata, tetapi juga memperluas fasilitas produksinya, serta menjadikan Indonesia sebagai basisnya.

Kita menyayangkan, apabila investor hanya memilih negara tertentu sebagai basis produksi utama di Asia Tenggara, padahal selama puluhan tahun sudah menjual produknya di pasar Indonesia. Padahal pasar itu makin luas, padahal produk penjualannya juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Barangkali mereka mempunyai pertimbangan dan alasan mengapa berproduksi di sana dan dijual di Indonesia. Oleh karena itu, saya meminta Saudara Menteri Perindustrian, bersama Menteri Perdagangan, dan menteri-menteri yang lain, untuk teruslah mencari peluang pasar yang lebih di luar negeri, dan memungkinkan Indonesia tumbuh menjadi basis industri yang makin kuat. Dengan demikian dapat memberikan keuntungan ekonomi sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara Indonesia.

Saya yakin, apa yang dilakukan oleh jajaran Departemen Perindustrian, Perdagangan dan para gubernur, bupati, walikota, ke depan nanti, peluang itu terbuka. Dan mudah-mudahan Indonesia akan makin kuat menjadi basis industri, pasarnya makin berkembang, tapi juga bisa meningkatkan kapasitas ekspornya ke luar negeri.

Tentu pemerintah akan berusaha meningkatkan kondisi atau iklim investasi yang lebih baik. Keamanan, stabilitas politik, kepastian hukum, kebijakan pajak, bea, kebijakan tentang perburuhan, dan lain-lain. Itulah yang sedang kami lakukan. Itulah mengapa kami membangun pemerintahan yang baik. Itulah mengapa kami melakukan pemberantasan korupsi besar-besaran, agar kondisi itu bagus, usaha bergerak, investasi dalam negeri dan investasi luar negeri juga bergerak, rakyat senang, karena tenaga kerja dapat diserap, penghasilan bisa ditingkatkan, ekonomi bisa tumbuh.

Sebelum mengakhiri sambutan saya, saya meminta perhatian yang sungguh-sungguh dari manajemen PT Yamaha Motor, untuk memperhatikan kesejahteraan para karyawannya. Perhatian yang besar terhadap kesejahteraan, merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan semangat kerja dan produktivitas. Saya ingin menggarisbawahi yang satu ini. I am going to say about our man power policy, worker policy, employment policy.

Saya memantau dan menyaksikan, ada gerakan-gerakan di beberapa daerah di Indonesia, di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan di tempat-tempat yang lain, tentang kesejahteraan buruh atau kesejahteraan karyawan. Saya sampaikan, karena saya katakan tadi tidak melihat masalah negara ini sepotong-sepotong, tapi utuh, mata rantainya satu sama lain, … (kaset dibalik) … mencapai tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka dalam kebijakan tentang tenaga kerja ini, harus kita kelola dengan baik, dan dilaksanakan dengan baik, secara konsekuen, secara jernih, secara tulus, tanpa ada kepentingan-kepentingan politik apapun bagi mereka yang memang ingin membantu buruh dan para karyawan.

Saya minta, Departemen Perindustrian, Departemen Tenaga Kerja, para gubernur, bupati, dan walikota terus melakukan komunikasi, konsultasi dengan dunia usaha, pimpinan perusahaan yang ada di Indonesia, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Upah yang pantas, kesehatan yang layak. Barangkali hubungan kekeluargaan, seperti makan bersama, forum bersama yang terjalin dengan baik, keselamatan tenaga kerja, kita, kebijakan tentang cuti hamil, dan semua yang bisa diberikan agar kesejahteraan tenaga kerja naik, hidupnya layak, dan kemudian mereka bisa bekerja dengan baik.

Dengan kehidupan yang layak, dengan kesejahteraan yang pantas, diharapkan mereka makin produktif, makin berdisiplin, kinerjanya makin baik. Sebab kalau perushaan kinerjanya tidak bagus, tidak tumbuh, tidak produktif, akan merugi, salah-salah bisa gulung tikar dan tutup. Kalau gulung tikar dan tutup, terjadi PHK, terjadi pengangguran baru, yang sama-sama tidak kita kehendaki. Marilah kita bekerja bersama-sama secara tulus, dengan niat yang baik, kerjasama antara pemerintah, para pimpinan dunia usaha, dan asosiasi karyawan atau buruh, hubungan tripartite, agar semua dapat dicapai.

Ini Tuhan mendengarkan niat kita, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan buruh kita. Cari titik keseimbangan yang adil, yang baik. Di satu sisi, kita meningkatkan kesejahteraan para buruh, para karyawan, layak. Tapi perusahaan juga tumbuh, makin tumbuh, makin besar kesejahteraan rakyat, makin besar pajak untuk negara dan lain-lain. Inilah yang kita tuju. Pilih langkah-langkah yang damai, pilih langkah-langkah yang betul-betul berhasil, daripada dengan gerakan-gerakan yang menimbulkan gangguan keamanan, akhirnya iklim investasi tidak baik, akhirnya dunia usaha juga bisa terganggu, yang bisa mempersulit kehidupan rakyat kita. Tetapi semua harus serius.

Lakukan sesuatu, tegakkan bersama, ada Pak Bupati, Pak Walikota, Pak Gubernur, ada menteri, ada pimpinan dunia usaha, ada asosiasi karyawan buruh, duduklah bersama, pecahkan masalah secara tulus hingga berhasil. Jangan digeser menjadi arena politik yang berlebihan, karena sesungguhnya kita belum tentu membela mereka, tapi barangkali aspek dan nuansa politiknya yang lebih diutamakan. Saya tentu mengajak seluruh pihak di Indonesia untuk melihat itu.

I did say to our guests that we have to develop man power policy. It is such a way that we could protect labors, we can increase the welfare of the labors, not only their wages but also daily life, for safety, for right, to conduct warship, to be … human right and others. On the other way, we have to promote the productivity, the discipline, the performance of the workers and the management, in order the company can grow.

If we could achieve those two objectives, welfare of the labors, and the growth up of the company, I do believe that everybody will seek the advantage. It is very important. We have to sit down and talk, and communicate and find the solutions to achieve those objectives, the goal of the company, but the welfare, the right, the protection of the labors.

Inilah yang saya sampaikan ke hadapan Hadirin sekalian. Dan, saya juga ingin menyampaikan pesan, agar Yamaha meningkatkan sumber daya manusia Indonesia sebagaimana terlihat dari training, education dan on the job training yang tadi dilaksanakan dengan nyata. Saya ingin kesehatan terus dilakukan di waktu yang akan datang.

Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para investor, khususnya investor otomotif di bawah naungan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, dan PT Yamaha Motor Manufacturing West Java, yang telah meningkatkan peranannya dalam pembangunan industri dan peningkatan ketersediaan lapangan kerja. Sekali lagi, kepada Yamaha Company, lakukan investasi pada manusia Indonesia dan masyarakat Indonesia, karena if you invest in our people, you do invest in our society, in turn, we will be very good customers.

Dengan cara itulah, you develop social capital, as economic capital in the long run. In the short term, you may expand more on that activity. But I believe, in the long run will be producing advantages for the development company, Yamaha and off course the development of the Indonesian society as well. Itulah yang saya sampaikan Hadirin sekalian, dan sekali lagi, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, PT Yamaha Motor Manufacturing West Java, hari ini, dengan resmi saya nyatakan operasinya secara luas di Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan