Aboean Goeroe-Goeroe, September 1927

No. 9 SEPTEMBER 1927 Tahoen VII.
A.G.G.

Telah disahkan oleh pemerintah dengan besluit tanggal 17 Nov.'22 No. 7.

HARGA BERLANGGANAN SETAHOEN:

Lid A. G. G. ........ f 1.---

Boekan Lid ......... ,,3.---

Terbit di FORT DE KOCK sekali seboelan.

Segala pembajaran diminta lebih dahoeloe.

BAJARAN ADVERTENTIE:

Tiap-tiap kata ........ f 0.10

Sekali masoek sekoerang-koerangnja f 1.-

1 pagina .............. f 5.---

Berlangganan boleh berdamai.

BESTUUR A.G.G. DI FORT DE KOCK:

Voorzitter: St. Bahéramsjah -- Ondervoorzitter: B. St. Radja Emas -- Secretaris: A. Soetan Negeri -- Adjunct Secretaris: H. St. Ibrahim Thesaurier: St. SaripadoCommissaris*: Dt. BagindaManan -- J. St Radja EmasDt. Radja IbadatSoehoedKasip.

ISINJA:

1. Vereeniging di A.M.K. halaman 121.
2. Onderwijs samboengan A.G.G. no.7 ,, 126.
3. Beberapa perkara menghalangi kemadjoean sekolah ,, 131.
4. Dari hal beladjar bersama-sama ,, 137.
5. Pengharapan ,, 138.
6. Kedatangan lid baroe A.G.G. ,, 138.
7. Penerimaan wang A.G.G. ,, 139.
8. Chabar perpindahan, keangkatan dll. ,, 139.

DRUKKERIJ "AGAM" FORT DE KOCK

Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/2

SEPTEMBER 1927

No.

-- 9 --

A.G.G.

TAHOEN

VII.

Orgaan oentoek pemadjoekan Onderwijs, bahasa dan bangsa.

REDACTIE:

B. SOETAN KAJO
H. SOETAN IBRAHIM
Di Pajakoemboeh:
DATOE' RADJA BESAR

ADMINISTRATEUR:

SOETAN SARIPADO, Thesaurier
A. G. G. FORT DE KOCK.
Oentoek segala pembajaran.

Medewerkers:

Sjech Mohd. Djamil Djambe — St. Pamoentjak, gep. Hoofdschoolopziener -- Dt. Madjolelo, Districtshoofd -- Dt. Rangkajo Maharadjo, Districtshoofd — Roesad St. Perpatih, Districtshoofd — Dt. Batoeah, Districtshoofd — Dt. Mangkoeto Sati, Districtshoofd — Ahmad Saleh, Ind. Arts — Dt. Sanggoeno di Radjo, Ahli `adat — Alim, Ond H. I. S. — K. Masjhoer, Ond. H. I. S. — St. Kenaikan, Directeur Kweeksch: Islamijah — M. Abd. Moenit, Inl. Rechtskundige.


VEREENIGING DI A. M. K.

Dalam masa jang achir ini, disana sini di A. M. K. telah berdiri perserikatan penghoeloe2 (orang besar bertoeah) jang berkewadjiban membela dan memimpin kaoemnja (anak boeahnja). Di Agam telah berdiri S.A.A.M. dan P.A.A.M. Di Lima poeloeh Koto (Pajakoemboeh) S.A.A.M. Di Fort v/d. Capellen (Loehaq Tataah Datar) P.P.A.M. I S.A.A.M. kependekan dari Serikat `Adat 'Alam Minangkabau. II. P.A.A.M. kependekan dari Perserikatan 'Adat 'Alam Minangkabau [I dan II hampir sama] atau pendek kata sama. III. P.P.A.M. kependekan dari Perserikatan Penghoeloe2 'Alam Minangkabau.

Pada pikiran kita patoet sekalian perserikatan jang berdasarkan 'Adat Minangkabau disatoekan, soepaja bertambah besar dan bertambah koeat dan bertambah pandjang sebagai galah, soepaja dapat mendjolok boeah jang tinggi-tinggi.

Tentang namanja soepaja sesoeai roepa dengan boenji, patoet dinamakan Bond atau Perserikatan penghoeloe2' `Alam Minangkabau, pendeknja P.P.A.M , jang mendjadi Statutennia ialah ( Adat Minangkabau. Karena jang dimaksoed dengan perkataan „Adat" itoe, ialah peratoeran atau oendang. Djadi jang kita perserikatkan ( persatoekan ) ialah sekalian orang jang mengoeroes peratoeran [‘adat] itoe; jaitoe sekalian penghoeloe 2 dan orang tjerdik pandai. ‘Adat ta’ goena lagi kita boeat serikat sekarang, karena dari dahoeloe mémang soedah berserikat ( bersatoe). ‘Adat sama artinya dengan oendang atau peratoeran (wet). Pada pikiran p. ta' biasa orang memboeat serikat oendang. Karena serikat adat sama djoega artinja dengan serikat oendang, serikat atoeran, . serikat wet. Hanja orang jang mengoeroes peratoeran ( oendang² ) sebagai Hakim² dan di- Minangkabau penghoeloe² patoet berserikat (bersatoe).

Atas berdirinja perserikatan atau persatoean ninik-mamak di ‘A. M. K., kita berdo‘a dan mengoetjap Sjoekoer Alhamdoeli′llah, moedah-moedahan perserikatan orang toea-toea Besar Bertoeah jang beroendang-oendangkan (statuten) ‘Adat Minang Kabau jang telah terentang dan mendjadi kaian oleh orang-orang A. M. K. beriboe tahoen, jaitoe sedjak dari almarhoem j. m. m. Datoek Katoemenggoengan dan Datoek Perpatih nan Sebatang, akan mendatangkan aman dan ma‘moernja tanah. A. M. K., sebagaimana sedekala, karena A. M. K. sedjak poerbakala negeri jang masjhoer. 1. Masjhoer, karena ‘A. M. K. soedah riboe tahoen masak. 2. Masjhoer, karena ‘A. M. K soedah riboe tahoen mempoenjai peratoeran sampai sekarang toeran (oendang²) jang diseboet „ADAT A. M.K″ jang sampai sekarang masih terpakai dan terpandang baik, élok oentoek pendjaga roemah ga, korong kainpoeng atau negeri di ‘A. M. K. asal sadja orang toeroet kemaoean dan toedjoean jang sebenarnja. dari wet² ‘adat , A.M.K., jang telah diatoer oleh almarhoem doea professor jang terseboet diatas. 3. Masjhoer karena ‘A.M.K. soedah riboe tahoen mempunyai parlement dan kabinet ( ministerie ) setjara pemerintahan Barat dalam zaman modern.

Lebih djaoeh batjalah tambo-tambo lama di ‘A. M. K. dan batoe bersoerat dan boekoe² karangan beliau² mendiang e. Dt, Soetan Maharadjo, e. Dt. Sanggoeno Diradjo dan boekoe ketjil bernama Minangkabau dahoeloenja karangan penoelis sendiri. Menilik dan memperhatikan isi boekoe² itoe tjoekoeplah oentoek mema'loemi bagaimana beschaving dan masaknja orang ‘A. M. K. dari dahoeloe. 4. Masjhoer, karena orang ‘A. M. K. sedjak dahoeloe pandai bergaoel dengan bangsa² lain, sebagai dengan bangsa Hindoe—Portoegis—Arab—Belanda d.l.l. menandakan tinggi keadabannja [ beschavingnja ] orang A. M. K. 5. Masjhoer, karena orang ‘A. M. K. soedah ada 'ilmoe oekir-mengoekir, gambar (seni) tenoen-menenoen, anjam-menganjam (handernarbeid). Sajang kita jang mempoesakai „Mestika” jang moelia itoe, koerang awas koerang hémat - koerang ingat melamboek memoepoek, jang mendjadikan bidja² ( benih² ) jang baik itoe soeboer hidoepnja, lebat boeahnja, jang mengenjangkan jang poenja keboen ( boemipoetera M. K. ) dibelakang beliau² professor, jang berdjasa itoe. Lebih sajang, lebih doeka dan lebih sedih sekali memikirkan bagaimana kedjadian, keadaan jang terbit di ‘A. M. K; sesoedah ‘A. M. K. kemasoekan hama² djahat ( sebagai limau kedatangan menaloe, padi disisip djo ilalang) jaitoe pertama, sesoedah ‘A. M. K. dimasoeki kaoem Padariah dan sekarang dihinggapi penjakit Communisme. Kedoeanja ini boléh dikatakan ratjoen jang berbahaja bagi ‘A. M. K. Bertambah lagi sooboer hidoepnja dan lekas baiknja, berhoeboeng dengan positie ‘adat telah djatoeh, karena djoendjoeng² ‘adat dalam Selaras² ( Toeankoe Laras ) ta' ada lagi.

Pertalian (‘adat) antara berrnama' berkemenakan, beriboe berbapak, berkorong berkampoeng, berandan berpesoemandan, berkarib berba'id, berbako berbaki, berdekat berdamping enz. jang teratoer dengan sangat rapi)aja, tetapi setelah dihinggard oleh kedoea penjakit jang moedah menoelar itoe dan hilangnja djoendjoeng ‘adat Selaras2 (Toeankoo Laras) di 'A M. K. peratoeran jang begitoe. baik hampir lenjap. Ketjintaan anak kepada bapak rnendjadi roesak, ketakoetan dan kehormatan kemenakan kepada mamak •hampir hilang. Begitoe djoega pertalian 'Adat jang laia2 seperti terseboet fhatas tadi. • Roesaknja pertalian [`adat-`adat M. K. ] jang bagoes itoe, mendjaTlikan koerangnja kemadjoean dan keamanan di `A. M. K. Sebab kemenakan lah koerang kepertjajaannja, kepada matnak dan mama'lah koerang kepertjajaannja kepada penghoeloe, dan penghoeloe lah koerang poela te• goehnja kepada moefakat ( memegang kata moefakat ) dan seteroesnja mendjadikan koerang poela ketjintaannja ra`iat kepada pemerintah. Padahal pertjaja mempertjajai itoe tiang keselamatan, pokok kemacijoean., Terkalah apa jang kedjadian, apabila : Kemenakan ta' bortjaja kepada :manaas, mama' ta' pertjaja kepalla penghoeloe; penghoeloe ta' pertjaja kepada Kepala negeri, Kepala negeri' ta' pertjaja kepada Cnderdistrictshoofd, Onderdistrictshoofd ta' liertjaja kepada Districtshoofd dan seteroesnja sebagai soesoenan pemerin, tah di 'A. M. K. sekar:ang. Bolehkah terbit kemadjoean ? Dapatkah Ile• geri aman sentosa ? Settang menoeroet .`adat latha di `A. M. K. : Kenaenakan beradja ke ,mama' Mama' beradja ke penghoeloe, .beradj a

poefakat, eama artinja dengan
  • . :„ .1 5emenakan seperinLii mama' .Mama' seperintah penghoeloe;

Penghoeloe seperintah kata, moefakat tkebenaran `adat oendang 2 L .,• , ; djoega defigan"<' •

;•.•

.• • „ • •Kaniqiiakan patoet peFtjaja `lepada_ ina.naa'„ )1.ama' Patoet •pertjajk: , . , kepada '‘ patoe pei:t.jaja kepada moefakat, jang Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/6 A.G.G.

125

toek Toeankoe Laras. Soepaja dapat orang berfikir semata2 oentoek ke- • M. K. dan 'adat M. K. orang boleh timbang dengan haloes : perloean I. Orang jang beroereeSan selaloe hari, selatoe svaktber selaloe masa, siang malam dengan anak boeah, ialah penghoeloe-penghoeloe. Minta belasting, wang rodi, wang negeri, dalam peroesahaan anak boeah ( sawah ladang ) kebersihan • kampoeng, oeroesan sekolah, mendjaga keamanari kampoeng, hingga pada masa - ini dibeberapa negeri di 'Alam M. K. *be-rPerighOelde-Penghoeine, oemPainatjam2 kedjadian jang ditanggoeng manja : Ada jang telah mascik: boei, .karenalrern'aSoekan hawa BuSland,= sebabrija tentoe ada jang penadjiannja moefti inerah Lerijn ) itoe Sesoeai dengan pikirannja, dan ada poela jang karena ketakoetaia sebab anak boeahnja telah berterikat Lenin semoeanja. Djadinja kalau penghoeloe itoe koerang pandai bertjatoer politiek deugan anak boeahnja jang . berselempang merah itoe, atjap kali penghoelo.e itoe jang terPaksa Meneeroet ha 7 loean anak boeahnja itoe. Sebab batinnja soedah ada poela penghoeloe in dari pada penghoeloe itoe, jaitoo leidet• ( chalifah ) Lenin itoe. Hingga penghoelue jang sebenarnja- itoe, sebagai penghoeloe jang pensioen sadja lagi. Dan ada poela jang terbawa rendong, karena anak boeahnja masoek Communist, tapi dia ta' merapport kepada pihak atas. Banjak lagi pe 7 nanggoengan jang laiu. Njatalah oerdesari penghoeloe sarigat" banjak„ hampir selakoe atau lebih dari pegaWai Gbuvernernent. 2e. Kalau kita perhatikari soenggoeh2 'njatalah Pe'rgaoelan penghoeloe sebagai 'Adathoofderi dengan ambteuaar Bestuur, teroetaina dengan Distrietsbestuur sebagi ajam beranakkari itik. Hal ini boekannja sernata2 kebanjakan Onder dan Districtshoofd ta' pandai bergaoel dengan penghoe: loe-penghoeloe, melainkan sebab jang terbesar berlain oeroesan. Oeroesan penghoeloe sebagai 'Adatshoofden, ialah dalam perkara jang bersangkoetan dengan 'adat dan agama, sedang kedoea oeroesan jang besar i't6S ta' masoek dan ta' terseboet pada instructie jang• dioendjoek po'da ._; • iiistrictsbestuur:

pAbt5

-cidAtdtAk;

N.B. Mohon dikirim lembaran ini kepaclas Volksraad dan - Toektillatnerster 05nderhoord Bureau Buiten Uewestear,.(*)r.

P: Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/8 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/9 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/10

Artinja kira2 begini:

Kitab Qoerän itoe, tidak ada menaroeh keragoean didalamnja, bergoena oentoek pertoendjoek kepada orang jang takoet akan melanggar peratoeran Allah. (2) Merékaitoe pertjaja dengan keadaan jang gaib2, serta mendirikan sembahjang, lagi menafkahkan sebahagian barang jang telah kami berikan. (3) Sekalian orang itoe pertjaja dengan Qoerän jang akoe toeroenkan kepadamoe (Moehammad) dan akan jang akoe toeroenkan kepada Rasoelkoe sebeloemmoe (seperti: Kitab Zaboer Taurat Indjil dan lain2), lagi dia mempertjajai hari Achirat. (4) Segala meréka itoe orang jang dapat pertoendjoek dari Toehannja, sekaliannja itoe dapat bahagia doenia achirat. (5).


Maksoednja:

Toehan Allah menjatakan kepada oematnja, bahwa Qoerān jang ditoeroenkannja kepada Rasoelnja, Nabi Moehammad, ta' patoet disjaki. Sebabnja, sogala jang terseboet didalamnja itoe sesoeai dengan fikiran jang betoel. Goenanja Qoerān itoe oentoek penoendjoek dan pengadjari manoesia kepada djalan kebaikan. Boekannja Qoerān itoe akan dipergoenakan oentoek melagoe-lagoe sadja. Setengah orang asal soedah pertjaja kepada nama Qoerān itoe soedah tjoekoep. Apa meksoed dan toedjoean isi Qoerān ta' diindahkannja. Apabila orang itoe tetap bersifat begini, tentoe ta' ada goenanja Toehan Allah mengatakan akan djadi pertoendjoek, karena jang dikatakan pertoendjoek, sesoeatoe djalan jang ditoeroet dan dikerdjakan dengan soenggoeh-soenggoeh, akan pembawa kita kepada djalan kebaikan doenia achirat. Orang jang ditoendjoeki itoe perloe tahoe apa pengadjaran jang diadjarkan orang. Terang apa maksoed jang dikehendaki oleh sipengadjar. Djika ia ta' mengerti perkataan orang jang mengadjarinja itoe, nistjaja ia akan tinggal ternganga-nganga sadja.

Qoerān ditoelis dengan hoeroef `Arab dan bahasanja logat `Arab poela. Djadi perloe orang jang diadjari Qoerān itoe mengerti bahasa `Arab. Sekarang apa akan daja kita, karena bangsa kita sebahagian ketjil jang mengerti bahas 'Arab itoe. Jang dikehendaki kita pertjaja kepada Qoerān, mengerti apa-apa jang terseboet didalamnja. Zaman sekarang soedah banjak teman kita jang pandai menterdjemahkau kedalam bahasa Melajoe. Bagi kita jang ta' mengerti bahasa `Arab, kita fahamkanlah jang diterdjemahkan oleh teman kita itoe. Dengan djalan demikian hasil djoega maksoed Qoerān djadi pertoendjoek itoe. Orang jang maoe dapat pertoendjoek dari Qoerān, barang siapa jang mempertjajainja sadja, bahasa sebetoelnja Qoerān itoe Kitab Allah. Bangsa jang beragama Islam, tentoue ta'seorang djoega jang memoengkiri nasihat Qoerān.

Apabila orang itoe ta' maoe tahoe hanjalah membelakanginja sadja, tidaklah ia akan dapat pertoendjoek dari Qoerān. Segala orang jang takoet akan melanggar peratoeran Allah, nistjaja ia berhati-hati memahamkan perintah Toehannja. Dipersisihkannja mana jang disoeroeh dan mana jang dilarang. Tentoe kepadanja jang halal dan jang haram.


Mengerdjakan sembahjang jang lima waktoe seharl semalam, seperti: Soeboeh, Zoehoer, `Asar, Magrib dan Isa wadjib. Apabila orang itoe ta' hendak sembahjang jang diperdoekan itoe, teranglah ia telah melanggar wet Allah. Sembahjang itoe boekannja doedoek tegak sadja, melainkan dengan peratoerannja: dimoelaï dengan takbir disoedahi dengan salam. Batjaan dalam sembahjang itoe, semoeanja dengan bahasa `Arab. Djadi bagaimana daja kita jang ta' tahoe bahasa itoe? Soepaja, kita mengerdjakan perintah Allah djangan toeroet-toeroetan sadja, ataupoen membatja kitab-kitab Islam jang telah diterdjemahkan kedalam bahasa kita. Sekiranja kita mengerti maksoed perboeatan kita dalam sembahjang itoe, nistjaja kita kasih dan tjinta mengerdjakannja. Hiba hati meninggalkan sembahjang itoe. Dalam kita sembahjang itoe, semata-mata kita menghadapkan hati kepada Allah jang mendjadikan semista `alam ini. Dalam pada itoe, kitamemo honkan kepada Allah,soepaja perboeatan kita jang salah diampoeninja. Sebab manoesia bersifat gawal (salah), Allah ta'ala bersifat kadim. Lain dari pada itoe kita minta selamat hidoep diatas poenia, terhindar dari malapetaka doenia jang fana ini. Oemoer kita mohon dipandjangkan Allah, rezeki moerah, `amal ibadat diterima Toehan. . Soepaja njata bagi pembatja, marilah hamba toeliskan disini sedikit do`a dalam mengerdjakan sembahjang itoe.


Artinja: „Ja Toehankoe! ampoenilah bagikoe, beri rahmatlah akoe, moeliakanlah akoe. beri rezekilah akoe, toendjoekilah akoe selamatkanlah dan ma`afkanlah akoe"

Do`a ini soenat dibatja dalam doedoek antara doea soedjoed pada tiap2 sembahjang. Apabila dengan hati ichlas kita memohonkan do`a ini kepada Allah dan choesjoe' [sebenar-benar menghadapkan hati kepada Allah kita mengerdjakan sembahjang itee, nistjaja Allah akan mengaboelkannja. Kita jang mempertjajaiAllah. mengakoe betoel, bahwa dia pengasih penjajang dan memperkenankan tjita2 jang mentjoekoepi roekoen dan sjaratnja. Mintalah kehaderat Toehanmoe, apa jang berkenan dihatimoe, nistjaja diberinja. Tetapi ingat, Allah ta' hendak memberi siapa djoega, djika tidak menoeroet peratoerannja. Wadjib manoesia mengoesahakan dirinja dan memakaikan sebab2 akan pentjapai tjita2 hatinja. Permintaan kepada Toehan Allah, jang sebaiknja dalam waktoe mengerdjakan sembahjang. Setelah kita mengerdjakan sembahjang jang diperdoekan itoe, wadjib poela kita memberi nafkah diri dan anak isteri dengan harta jang halal. Nafkah itoe bergantoeng kepada si pemberi. Djika ia kaja setjara kajanja, dan djika miskin setjara miskin poela. Soenggoehpoen demikian, ditilik poela kepada keperloean orang jang dinafkahi. Apabila besar keperloeannja dan amat penting, wadjib diberi, djika ada; dan apabila nafkah itoe akan dipergoenakannja akan pengerdjakan larangan Allah, ta" wadjib diberi. Menoeroet boenji pepatah Minangkabau: „Ketjil kajoe ketjil bahannja, gedang kajoe gedang bahannja.“ Toehan Allah ta" mengizinkan dengan perboeatan jang berlebih-lebihan, hanjalah bajang2 sepandjang badan.

Barang siapa jang telah sampai hartanja senisab [ menoeroet atoeran Agama Islam ] wadjib mengeloearkan zakatnja. Zakat itoe dikeloearkan sekali dalam tiap2 tahoen. Lain dari pada zakat harta itoe, wadjib lagi menoenaikan zakat pitrah bagi tiap2 oemat Islam besar ketjil ataupoen anak jang baroe lahir. Zakat pitrah itoe dibajar dalam beelan Ramadan sampai satoe Sawal pagi hari, sebeloem sembahjang hari raja ('aidil'fitri).


Orang2 Islam, mesti pertjaja kepada Querän dan hadis Nabi Moehammad, lagi wadjib pertjaja kepada segala Kitab Allah jang ditoeroenkan Toehan kepada Rasoel-Rasoelnja sebeloem Nabi Moehammad, seperti: Kitab Zaboer kepada Nabi Daoed, Taurat kepada Nabi Moesa dan Indjil jang ditoeroenkan Allah kepada Nabi Isa. Boekannja pertjaja kepada namanja sadja, hanjalah pertjaja kepada peratoeran-peratoeran Allah, jang terseboet didalamnja. Perbandingkanlah maksoed boenji Kitab Allah jang lain-lain itoe dengan perkataan Allah dalam Qoerän. Pada permoelaan ajat jang diatas tadi, Allah telah berfirman, menjatakan Qoerän ta' patoet dikeragoei. Terimalah apa2 jang terseboet didalamnja!

HABIB AL-MADJIDIJ

[Ada samboengan]


Beberapa perkara mengalangi kemadjoean sekolah

dan Satoe-doea ichtiar akan menghin-

darkan halangan itoe.—


[Keradjinan moerid bergantoeng kepada djalannia peladjaran dan pendidikan, dan kemadjoean peladjaran dan pendidikan bergantoeng kepada keradjinan moerid, djadi kedoeanja sangkoet bersangkoet adanja].—

Padoeka E. E. Jang terhormat: Adapoen maksoed rentjana hamba ini, boekanlah hanja hendak menoeliskan boeah pikiran sadja, sebagai gobahan jang menoendjoekkan bahasa hamba poen pandai poela menoeliskan soeatoe karangan dalam madjelis j. t. ( A. G. G.) ini, melainkan semata-mata ialah akan mentjeriterakan beberapa perkara, jang telah hamba dapat dalam mendjalankan kewadjiban sebagai seorang goeroe, artinja: hamba menoeliskan theori dan praktijk hamba sendiri. Tentoe sadjalah hamba sekali-kali tidak mengharap soepaja pendapat hamba ini ditoeroet oléh segala gollegakoe goeroe2, sebab hamba, jakinlah, bahwa tiap-tiap orang adalah mempoenjai daja oepaja atau kebidjaksanaan ( onderven ing ) sendiri.—

Diatas tahadi telah hamba toeliskan, bahwa: keradjinan moerid bergantoeng kepada djalannja peladjaran dan pendidikan . . . . . . . . . . . Berbahagialah, seorang pendidik jang oetama, djika mendapat soeatoe tempat jang pendoedoeknja telah sebenar-benarnja soeka bersekolah. Adalah halnja sebagai perbahasa: „besi baik diringgiti” ja, beroentoenglah bagi sebelah menjebelah, ja'ni bagi moerid2 dan goeroe. Tetapi bagaimana poela djadinja kalau ditempat jang demikian, disoeatoe sekolah jang moerid-moeridnja soedah soeka bersekolah sedang orang toeanja soedah haoes akan kemadjoean ( onderwijs ) . . . . , mereka mendapat pendidik jang hanja soeka mendjalankan kewadjiban hanja begitoelah sadja dan terdjaoeh dari pada bersifat pendidik, soeka makan bawang ( moering2 dan berkata kasar, tadjam2 dan menghinakan?

Hamba sendiri ta' dapat mendjawab soal ini dengan sempoernanja.

Moedah-moedahan moerid-moarid itoe tetap dalam keradjinannja, betah melandjoetkan peladjarannja, serta sampai djoega apa jang dimaksoednja!

Betah meneroeskan peladjarannja, karena telah tahoe menimbang keroegian sendiri, djika ia meninggalkan bangkoe sekolah, atau soedah tahoe mengingat pertjatoeran hidoep pada masa akan datang, sebab takoet pada orang toea sendiri, d.l.s., (oempama seperti anak-anak sekolah menengah (Mulo, K.s, Osvia, d.l.s).— Atji-atji meréka jang telah dewasa itoe, mendapat goeroe jang bersifat demikian, maka beloem tentoe, sebab koerang senangnja bertjampoer dengan goeroe itoe, moerid-moerid itoe soeka minta keloear.— Kebiasaan hanja sifat-sifat E. goeroe jang tiada disoekai itoe, hanjalah mendjadi gemit-gemitan sadja setiba diloear pekarangan sekolah, lain tiada . . . . . .

Tetapi, bagaimana djadinja, djika hal jang seroepa itoe, berlakoe pendoedoeknja beloem soeka benar bersekolah dan be'oem merasa apa-apa faedah bersekolah?

Dalam hal ini soesahlah kita memikirkannja. Moedah-moedahan poela djanganlah anak jang telah malas itoe bertambah malas.—

Djanganlah sampai-sampai keseganan melihat sekolah itoe sebagai kambing diérét keair!"

Boléh djadi ada djoega kaoem sedjawatkoe jang berkata, bahwa mendidik anak-anak kota lebih soekar dari pada mengadjar anak-anak desa.— Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/15 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/16 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/17 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/18 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/19 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/20 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/21 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/22 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/23 Halaman:PDIKM 691-09 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe September 1927.pdf/24