Kitab Undang-Undang Hukum Perdata/Buku Ketiga

BUKU KETIGA
PERIKATAN


BAB I
PERIKATAN PADA UMUMNYA


Bagian Kesatu
Ketentuan-ketentuan Umum


Pasal 1233
Perikatan, lahir karena suatu persetujuan atau karena undang-undang.

Pasal 1234
Perikatan ditujukan untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu.


Bagian Kedua
Perikatan untuk Memberikan Sesuatu


Pasal 1235
Dalam perikatan untuk memberikan sesuatu, termasuk kewajiban untuk menyerahkan barang yang bersangkutan dan untuk merawatnya sebagai seorang kepala rumah tangga yang baik, sampai saat penyerahan. Luas tidaknya kewajiban yang terakhir ini tergantung pada persetujuan tertentu; akibatnya akan ditunjuk dalam bab-bab yang bersangkutan.

Pasal 1236
Debitur wajib memberi ganti biaya, kerugian dan bunga kepada kreditur bila ia menjadikan dirinya tidak mampu untuk menyerahkan barang itu atau tidak merawatnya dengan sebaik-baiknya untuk menyelamatkannya.

Pasal 1237
Pada suatu perikatan untuk memberikan barang tertentu, barang itu menjadi tanggungan kreditur sejak perikatan lahir. Jika debitur lalai untuk menyerahkan barang yang bersangkutan, maka barang itu semenjak perikatan dilakukan, menjadi tanggungannya.

Pasal 1238
Debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.


Bagian Ketiga
Perikatan Untuk Berbuat Sesuatu atau Untuk Tidak Berbuat Sesuatu


Pasal 1239
Tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, wajib diselesaikan dengan memberikan penggantian biaya, kerugian dan bunga, bila debitur tidak memenuhi kewajibannya.

Pasal 1240
Walaupun demikian, kreditur berhak menuntut penghapusan segala sesuatu yang dilakukan secara bertentangan dengan perikatan dan ia dapat minta kuasa dari Hakim untuk menyuruh menghapuskan segala sesuatu yang telah dibuat itu atas tanggungan debitur; hal ini tidak mengurangi hak untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga, jika ada alasan untuk itu.

Pasal 1241
Bila perikatan itu tidak dilaksanakan, kreditur juga boleh dikuasakan untuk melaksanakan sendiri perikatan itu atas biaya debitur.

Pasal 1242
Halaman:KUHPerdata.pdf/225 Halaman:KUHPerdata.pdf/226 Halaman:KUHPerdata.pdf/227 Halaman:KUHPerdata.pdf/228 Halaman:KUHPerdata.pdf/229 Halaman:KUHPerdata.pdf/230 Halaman:KUHPerdata.pdf/231 Halaman:KUHPerdata.pdf/232 Halaman:KUHPerdata.pdf/233 Halaman:KUHPerdata.pdf/234 Halaman:KUHPerdata.pdf/235 Halaman:KUHPerdata.pdf/236 Halaman:KUHPerdata.pdf/237 Halaman:KUHPerdata.pdf/238 Halaman:KUHPerdata.pdf/239 Halaman:KUHPerdata.pdf/240 Halaman:KUHPerdata.pdf/241 Halaman:KUHPerdata.pdf/242 Halaman:KUHPerdata.pdf/243 Halaman:KUHPerdata.pdf/244 Halaman:KUHPerdata.pdf/245 Halaman:KUHPerdata.pdf/246 Halaman:KUHPerdata.pdf/247 Halaman:KUHPerdata.pdf/248 Halaman:KUHPerdata.pdf/249 Halaman:KUHPerdata.pdf/250 Halaman:KUHPerdata.pdf/251 Halaman:KUHPerdata.pdf/252 Halaman:KUHPerdata.pdf/253 Halaman:KUHPerdata.pdf/254 Halaman:KUHPerdata.pdf/255 Halaman:KUHPerdata.pdf/256 Halaman:KUHPerdata.pdf/257 Halaman:KUHPerdata.pdf/258 Halaman:KUHPerdata.pdf/259 Halaman:KUHPerdata.pdf/260 Halaman:KUHPerdata.pdf/261 Halaman:KUHPerdata.pdf/262 Halaman:KUHPerdata.pdf/263 Halaman:KUHPerdata.pdf/264 Halaman:KUHPerdata.pdf/265 Halaman:KUHPerdata.pdf/266 Halaman:KUHPerdata.pdf/267 Halaman:KUHPerdata.pdf/268 Halaman:KUHPerdata.pdf/269 Halaman:KUHPerdata.pdf/270 Halaman:KUHPerdata.pdf/271 Halaman:KUHPerdata.pdf/272 Halaman:KUHPerdata.pdf/273 Halaman:KUHPerdata.pdf/274 Halaman:KUHPerdata.pdf/275 Halaman:KUHPerdata.pdf/276 Halaman:KUHPerdata.pdf/277 Halaman:KUHPerdata.pdf/278 Halaman:KUHPerdata.pdf/279 Halaman:KUHPerdata.pdf/280 Halaman:KUHPerdata.pdf/281

Pasal 1601u
Majikan hanya dapat mengenakan denda atas pelanggaran terhadap ketentuan dan perjanjian tertulis atau reglemen, jika ketentuan itu ditunjuk secara tegas dan dendanya disebut pula dalam perjanjian atau reglemen itu. Perjanjian atau reglemen yang memperjanjikan denda itu harus menyebutkan dengan seksama kegunaan denda itu. Uang denda, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, sekali-kali tidak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi majikan atau orang lain, yang dikuasakan olehnya untuk mengenakan denda kepada buruhnya.

Tiap denda yang diperjanjikan dalam suatu reglemen atau dalam suatu perjanjian, harus ditetapkan pada jumlah tertentu yang dinyatakan dalam mata uang untuk upah yang ditetapkan itu. Dalam satu minggu, kepada seorang buruh tidak boleh dikenakan denda-denda yang jumlahnya melebihi upahnya dalam sehari.
Tidak satu denda pun boleh dijatuhkan lebih dari jumlah ini. Tiap perjanjian yang bertentangan dengan ketentuan pasal ini adalah batal, Dengan perjanjian tertulis atau dengan reglemen boleh diadakan penyimpangan dari ketentuan alinea kedua, ketiga dan keempat, tetapi hanya mengenai buruh yang upahnya ditetapkan berupa uang yang jumlahnya lebih dari delapan gulden sehari. Jika terjadi demikian, Pengadilan senantiasa berkuasa mengurangi jumlah denda yang telah ditetapkan, sekedar jumlah itu menurut pendapatnya lebih dari sepantasnya. Memperjanjikan hukuman, sebagaimana ditentukan dalam Bagian 10 dan Bab 1 dalam buku ini, adalah termasuk menetapkan dan menjanjikan denda menurut pengertian pasal ini.


Pasal 1601v
Untuk satu perbuatan majikan tidak boleh mengenakan denda sambil menuntut ganti rugi.
Tiap perjanjian yang bertentangan dengan ketentuan ini adalah batal.

Pasal 1601w
Jika salah satu pihak dengan sengaja atau karena kesalahannya berbuat bertentangan dengan salah satu kewajibannya, dan kerugian yang diderita oleh pihak lawan tidak dapat dinilai dengan uang, maka Pengadilan akan menetapkan suatu jumlah uang menurut keadilan sebagai ganti rugi.

Pasal 1601x
Suatu perjanjian yang mengurangi hak buruh, bahwa setelah mengakhiri hubungan kerja, ia tidak diperbolehkan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu, hanya sah jika dibuat dalam suatu perjanjian tertulis atau suatu reglemen dengan buruh yang telah dewasa.

Baik atas tuntutan buruh maupun atas permintaannya yang diajukan pada pembelaannya dalam suatu perkara, Pengadilan boleh membatalkan perjanjian seperti itu, seluruhnya atau sebagian, dengan alasan bahwa dibandingkan dengan kepentingan majikan yang dilindungi itu, buruh dirugikan secara tidak adil oleh perjanjian tersebut.
Dan suatu perjanjian termaksud dalam alinea pertama, majikan tidak dapat mengambil hak-hak jika ia memutuskan hubungan kerja secara melanggar hukum atau jika buruh memutuskannya karena desakan sesuatu yang ditimbulkan majikan itu secara tegas atau dengan kesalahannya. Juga tidak boleh majikan berbuat demikian, jika Pengadilan, atas permintaan atau tuntutan buruh, telah menyatakan bubarnya perjanjian itu berdasarkan suatu alasan mendesak, yang diberikan kepada buruh karena kesengajaan atau kesalahan majikan.

Halaman:KUHPerdata.pdf/283 Halaman:KUHPerdata.pdf/284 Halaman:KUHPerdata.pdf/285 Halaman:KUHPerdata.pdf/286 Halaman:KUHPerdata.pdf/287 Halaman:KUHPerdata.pdf/288 Halaman:KUHPerdata.pdf/289 Halaman:KUHPerdata.pdf/290 Halaman:KUHPerdata.pdf/291 Halaman:KUHPerdata.pdf/292 Halaman:KUHPerdata.pdf/293 Halaman:KUHPerdata.pdf/294 Halaman:KUHPerdata.pdf/295 Halaman:KUHPerdata.pdf/296 Halaman:KUHPerdata.pdf/297 Halaman:KUHPerdata.pdf/298 Halaman:KUHPerdata.pdf/299 Halaman:KUHPerdata.pdf/300 Halaman:KUHPerdata.pdf/301 Halaman:KUHPerdata.pdf/302 Halaman:KUHPerdata.pdf/303 Halaman:KUHPerdata.pdf/304 Halaman:KUHPerdata.pdf/305 Halaman:KUHPerdata.pdf/306 Halaman:KUHPerdata.pdf/307 Halaman:KUHPerdata.pdf/308 Halaman:KUHPerdata.pdf/309 Halaman:KUHPerdata.pdf/310 Halaman:KUHPerdata.pdf/311 Halaman:KUHPerdata.pdf/312 Halaman:KUHPerdata.pdf/313 Halaman:KUHPerdata.pdf/314 Halaman:KUHPerdata.pdf/315 Halaman:KUHPerdata.pdf/316 Halaman:KUHPerdata.pdf/317 Halaman:KUHPerdata.pdf/318 Halaman:KUHPerdata.pdf/319 Halaman:KUHPerdata.pdf/320 Halaman:KUHPerdata.pdf/321 Halaman:KUHPerdata.pdf/322 Halaman:KUHPerdata.pdf/323 Halaman:KUHPerdata.pdf/324 Halaman:KUHPerdata.pdf/325 Halaman:KUHPerdata.pdf/326 Halaman:KUHPerdata.pdf/327 Halaman:KUHPerdata.pdf/328 Halaman:KUHPerdata.pdf/329 Halaman:KUHPerdata.pdf/330 Halaman:KUHPerdata.pdf/331 Halaman:KUHPerdata.pdf/332 Halaman:KUHPerdata.pdf/333

Pasal 1858
Di antara pihak-pihak yang bersangkutan, suatu perdamaian mempunyai kekuatan seperti suatu keputusan Hakim pada tingkat akhir. Perdamaian itu tidak dapat dibantah dengan alasan bahwa terjadi kekeliruan mengenai hukum atau dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan.

Pasal 1859
Namun perdamaian dapat dibatalkan bila telah terjadi suatu kekeliruan mengenai orang yang bersangkutan atau pokok perselisihan. Perdamaian dapat dibatalkan dalam segala hal, bila telah dilakukan penipuan atau paksaan.

Pasal 1860
Begitu pula pembatalan suatu perdamaian dapat diminta, jika perdamaian itu diadakan karena kekeliruan mengenai duduknya perkara tentang suatu alas hak yang batal, kecuali bila para pihak telah mengadakan perdamaian tentang kebatalan itu dengan pernyataan tegas.

Pasal 1861
Suatu perdamaian yang diadakan atas dasar surat-surat yang kemudian dinyatakan palsu, batal sama sekali.

Pasal 1862
Perdamaian mengenai sengketa yang sudah diakhiri dengan suatu keputusan Hakim telah memperoleh kekuatan hukum yang pasti, namun tidak diketahui oleh kedua belah pihak atau salah satu, adalah batal
Jika keputusan yang tidak diketahui itu masih dapat dimintakan banding, maka perdamaian mengenai sengketa yang bersangkutan adalah sah.

Pasal 1863
Jika kedua pihak telah membuat perdamaian tentang segala sesuatu yang berlaku di antara mereka, maka adanya surat-surat yang pada waktu itu tidak diketahui tetapi kemudian ditemukan, tidak dapat menjadi alasan untuk membatalkan perdamaian itu, kecuali bila surat-surat itu telah sengaja disembunyikan oleh salah satu pihak.
Akan tetapi perdamaian adalah batal bila perdamaian itu hanya mengenai satu urusan sedangkan dari surat-surat yang ditemukan kemudian ternyata bahwa salah satu pihak sama sekali tidak berhak atas hal itu.

Pasal 1864
Dalam suatu perdamaian, suatu kekeliruan dalam hal menghitung harus diperbaiki.