Majalah Aboean Goeroe-Goeroe/April 1927

Majalah Aboean Goeroe-Goeroe/April 1927  (April 1927) 
oleh Redaksi Majalah Aboean Goeroe-Goeroe

No. 4. 19 APRIL 1927 Tahoen VII
AGG

Orgaan oentoek pemadjoean Onderwijs, bahasa dan bangsa.

REDACTIE:

DATOE' RADJA BESAR
B. SOETAN KAJO
H. SOETAN IBRAHIM

ADMINISTRATEUR:

SOETAN SARIPADO, Thesaurier
A. G. G. FORT DE KOCK.
Oentoek segala pembajaran.

Medewerkers:

Sjech Mohd. Djamil Djambe — St. Pamoentjak, gep. Hoofdschoolopziener -- Dt. Madjolelo, Districtshoofd -- Dt. Rangkajo Maharadjo, Districtshoofd — Roesad St. Perpatih, Districtshoofd — Dt. Batoeah, Districtshoofd — Dt. Mangkoeto Sati, Districtshoofd — Ahmad Saleh, Ind. Arts — Dt. Sanggoeno di Radjo, Ahli `adat — Alim, Ond H. I. S. — K. Masjhoer, Ond. H. I. S. — St. Kenaikan, Directeur Kweekschool :--:  :--: Islamijah — M. Abd. Moenit, Inl. Rechtskundige :--:  :--:

ISINJA:

  1. Pendahoeloean.
  2. Pedato p. t, Insp: I.O. W. Wilmink.
  3. Didikan pergerakan toeboeh dan boedi.
  4. Pedato p. e. St: Baheramsjah
  5. Bahasa Minangkabau (Imat pangka kajo)
  6. Alg. Ledenvergadering A. G. G tanggal 19 Maart 1927.
  7. Ma'loemat.
  8. Penerimaan wang A. G. G.

DRUKKERIJ AGAM FORT DE KOCK

ADVERTENTIE.

Menjediakan segala roepa staat² jang bergoena oentoek engkoe² Schoolopziener ataupoen oentoek keperloean kepala² sekolah kl.II seperti: Stamboek goeroe, Schoolregister, Conduistaat, Leerplan dan Boekoe nasihat 1926 jang berharga f 0,40 satoe boeah boekoe,

Djoega ada sedia blanco Declaratie harga f 0.05 satoe lembar dan banjak lagi matjam jang tidak diseboetkan.—

Harga² jang diatas beloem terhitoeng ongkos kirim.

Menanti pesanan dergan hormat,

Drukkerij „AGAM" Fort de Kock.

SUB DEPOTHOUDER BALAI POESTAKA.


CHABAR GOEROE-GOEROE.

Dipindahkan dari Padang IV ko Soengkai, hulpond. Mohamad Basir.— Dari Soengkai ke Padang IV, hulpond. Mohamad Zain,-- Dari Moeko-Moeko II ke Moeko-Moeko I, hulpond. Chalidin. — Kepindahan hulpond. Djaafar dari Padang V ke Rau diorongkan dan ia dipindahkan ke Pekan Djoem'at (Tilatang).— Dari Pekan Djoem'at. ke Baso, hulpond. Rivai gl. Dt. Pamoentjak.— Dari Magek ke Pekan Djoem'at, hulpond, Kesah.— Dari Pekan Djoem'at ke Magek; hulpond. Hasan gl, Padoeka Radja.— Dari Sanggaran agoeng ke Koeboe, hupond. St. Noerdin gl. Peto Ibrahim: — Dari Kota Anau ke Sawah Loento III, hulpond. Saidina Hamzah,-- Dari Pariaman II ke Kota Anau, hulpond. Ahmad.— Dari Singkarak ke Periaman II, hulpond. Oemar gl. Soetan.— Dari Soeliki ke Pekan Selasa, hulpond. Noerdin.— Dari Moeara Laboeh ke Soeliki, hulpond. Noerin.— Dari Baso ke Padang VIII, hulpond. Lebe.— Dari Pajakoemboeh II ke Baso, hulpond. Mevr. Saunah.— Dari Padang IV ke Pajakoemboeh II, hulpond. Noeroemin.

Dikembalikan djadi hulpond. ke Kota Baroe (Pajakoemboeh) wd. Ond. Biran di Sinabang.— idem hulpond. ke Moeko-Mooke I, wd. Ond. Abdoel Moenip di Moeko-Moeko II.— idem hulpond. ke Rau, wd. Ond Jahja di Loeboek Djambi.

Diangkat djadi wd. Ond. ke Sinabang (Atieh), hulpond. Hadji Djafar di Kota Baroe. — Idem ke Loeboek Djambi (Riau) hulpond. Karimcesa di Baso. — Idem djadi Adjunct Landbouwconsulent di Fort de Kock, Mohd. Joesoef goeroe V.S.M. disana.

Ditetapkan djadi Ond. di Bajoer, Hidjrat gl. Radja Bandahara, wd. Ond. disana. — Idem hulpond. di Benkoelen II wd. hulpond. Zainoel. — Idem hulpond di Bondjolalam, wd.hulpond.Mevr.Noerseha.

Idem Inl. Ond. N. S. Fort de Kock, wd. Inl. Ond. Noerdin.

19 APRIL 1927
No.

-- 4 --

A.G.G. TAHOEN

VII.

Telah disahkan oleh pemerintah dengan besluit tanggal 17 Nov. '22 No. 7.

HARGA BERLANGGANAN SETAHOEN:

Lid A. G. G. ........ f 1.---

Boekan Lid ......... ,,3.---

Terbit di FORT DE KOCK sekali seboelan.

Segala pembajaran diminta lebih dahoeloe.

BAJARAN ADVERTENTIE:

Tiap-tiap kata ........ f 0.10

Sekali masoek sekoerangnja f 1.-

1 pagina .............. f 5.---

Berlangganan boleh berdamai.

BESTUUR A.G.G. DI FORT DE KOCK:

Voorzitter: St. Baheramsjah -- Ondervoorzitter: B. St. Radja Emas -- Secretaris: A. Soetan Negeri -- Adjunct Secretaris: H. St. lbrahim -- Thesaurier: St. Saripado -- Commisaris2: Dt. Baginda -- Manan -- J. St Radja Emas -- Dt. Radja Ibadat -- Soehoed -- Kasip.


Pendahoeloean.

Pada 19 April 1927, lahirlah Tijdschrift jang mendjadi orgaan dar Vereeniging Aboean Goeroe-Goeroe di Fort de Kock, sengadja dikeloearkan pada hari itoe, karena akan menghormati hari besar itoe dan djoega akan djadi tanda, bahwa orgaan A. G, G. , jang baroe itoe, mendjelmanja pada soeatoe hari besar. Besar hati segala leden menjamboet kedatangan orgaan itoe, karena orgaan itoe telah berganti dengan orgaan jang ditjita tjita oleh leden selama ini. Orgaan jang soedah² sempit tempatnja dan sedikit isinja, tetapi jang sekarang lapang tempatnja dan banjak isinja. Biarpoen setahoen doea jang terdaholoe, soedah djoega disemaikan bibit jang elok itoe oleh seorang doea dari Bestuur, soepaja orgaan A. G. G. dibesarkan, tetapi karena beloem pada tempohnja dan masanja, ada - ada sadja jang mendjadi alangan sehingga maksoed jang baik itoe ditoenda dari satoe Algemeene Vergadering kepada Algemeene Vergadering lain. Roepanja selaloelah Bestuur tidak akan momoetoeskan pengharapannja soepaja orgaan itoe dapat diteroeskan djoega. Waktoe Alg. Verg. A. G. G. pada 19 Maart 1927, dengan tiada ada alangan dan keberatan oleh leden verg., telah diterima baik akan diadakan orgaan A. G. G. jang lebih lebar dan lebih ada artinja dari pada orgaan A. G. G. selama ini.

Orgaan jang telah laloe i'oe, boekanlah dapat diseboetkan orgaan jang sebenarnja, malah sebagai satoe kwitantie sadja, menerangkan kerdja Thesaurier tiap² boelan, berapa oeang jang telah diterimanja dari leden.

Orgaan jang baroo terbit ini kami namai orgaan A. G. G. oentoek memadjoekan onderwijs, bahasa dan bangsa serta Agama. Orgaan ini keloear sekali seboelan, besarnja 13 X 20 c. M. dan isinja 20 halaman.

Moela-moela dimaksoed orgaan itoe dikeloearkan roepanja seperti soerat chabar biasa sadja, tetapi karena mengingat kebiasaan soerat chabar itoe, kalau soedah dibatja, tentoelah akan terboeang tersiar-siar, tetapi kalau diboekoekan, tentoelah dapat disimpan lama.

Tentangan isinja orgaan itoe tidak lagi akan menjeboetkan perkara oeang jang masoek sadja, tetapi teroetama isinja, apa² sadja jang dirasa akan menoedjoe dan mendatangkan kebaikan kepada Onderwijs. Boekan onderwijs jang bergoena kepada goeroe sadja, tetapi diminta djoega hal² jang soelit² dan penting², jang berhoeboeng dengan onderwijs oentoek orang negeri. Segala hal jang mementingkan onderwijs dan pentjegahan jang mendjadi alangan kepada onderwijs, haroes poela dimasoekkan kedalam orgaan itoe.

Tentangan kemadjoean bahasa, haroes kita perhatikan benar-benar, karena bahasa itoelah mendjadi tanda kepada bangsa. Memanglah bahasa Minangkabau itoe bahasa jang kaia djoega dalam perkataan „Artinja banjak benar kata2 Minangkabau itoe jang oleh orang pandai² di -Riaukan, itoelah soeatoe tanda, bahwa bahasa Minangkabau mempoenjai kata² lebih banjak dari pada bahasa Riau.

Kebanjakan orang Minangkabau jang pandai², apabila ia berkata-kata, selaloe berkata dengan kata kias dan pepatah, jang amat dalam artinja dan haloes boenjinja. Sebab itoe pada pikiran kami, bahwa amat sajang benar kalau segala djendjang parkataan, dan kata kias pepatah dan ibarat itoe, kalau tidak dipelihara, lama-lama akan lenjap kelak.

Berhoeboeng dengan mendjaga kemadjoean bahasa itoe, akan didapat djoega kemadjoean bangsa jaitoe 'adatnja. Sekali merengkoeh dajoeng doea tiga poelau terlampau dan sekali memboeka poera, doea tiga oetang nan langsai". Kemadjoean bangsa itoe, ta' dapat tiada bergantoeng kepada 'adatnja, karena 'adatnja dapatlah ditentoekan bangsanja. 'Adat-'adat orang Minangkabau, jang dikarangkan oleh Ninik Dt. Ketemenggoengan dan Dt. Parpatih nan Sebatang, betoel baik oentoek mentjari keamanan dan mendjaoehkan silang selisih dalam negeri. Lain dari pada itoe karena oendang² 'adat itoe, dapat teratoer antara kewadjiban bapa kepada anak, atau mamak kepada kemenakan atau penghoeloe kepada anak boeah dan lain-lain

'Adat itoe djanganlah disangka mendjadi anti mengalang-alangi kepada kemadjoean, tetapi sebenarnja kata 'adat: Boeroek diboeang, baik dipakai". Artinja bahwa 'adat, tidak sekali-kali mentjintai kepada nan boeroek, kalau kelihatan nan boeroek itoe, hendaknja dengan setjepat-tjepatnja

diboeang dan dihanjoetkan kelaoet besar. Dan tidak poela `adat itoe, tidak mentjintai kepada jang baik, artinja jang baik itoe tidak diterimanja, melainkan segala jang baik itoe akan dipakai dan akan diterima dengan kedoea belah tangan jang terboeka.

Oleh karena mengingat jang akan djadi pengisi orgaan itoe, benda jang soekar dan tinggi harganja, jaitoe akan mentjari segala kemadjoean oentoek kita bersama, tentangan kemadjoean onderwijs, kemadjoean negeri, kemadjoean negeri, kemadjoean kesehatan dan lain-lain; sebab itoe kami redactie tiada tjemas akan tiada mendapat pertolongan dari padoeka engkoe engkoe dari kiri dari kanan akan menoendjang kami bersama-sama, sebab boeah jang akan kita kedjar itoe apabila kita dapat kelak, jaitoe akan kita makan boeahnja bersama-sama dan akan kita persoentingkan boenganja jang haroem itoe. Biarpoen pekerdjaan jang dipikoelkan kepada kami redactie orgaan, amat berat dan tidak terpikoel oleh kami, tetapi haloean kami masih tetap djoega, sebat sekalian E. E., baik leden A. G. G. ataupoen tidak, tidak akan membiarkan kami dalam keberatan itoe, jang biasanja dalam hal keperloean bersama itoe, hendaknja „berat sama dipikoel, ringan sama didjindjing".

Ketetapan hati kami itoe, njatalah beban jang berat itoe, akan sama2 dipikoel dan sama-sama didjindjing oleh padoeka engkoe-engkoe. Biarpoen pertolongan beloem kami terima dari padoeka engkoe2, lebih dahoeloe kami redactie mengoetjapkan sjoekoer dan terima kasih.

Kirimlah karang-karangan dan boeah pikiran seperti jang dimaksoed diatas, sebab kami sedia dengan tangan terboeka akan menjamboet dia. Tetapi karang-karangan jang berhaloean Critiek dan politiek, biarlah kita tinggalkan, sebab maksoed kita, hanjalah mentjari kemadjoean djoega pada woedjoednja.

Atas nama Redactie,

DATOE' RADJA BESAR.


Pedato padoeka toean W. Wilmink, Inspecteur Inlandsch Onderwijs di Algemeene Vergadering Aboean Goeroe-Goeroe pada 19 Maart 1927.

Engkoe-engkoe!

Lebih dahoeloe saja oetjapkan banjak terima kasih kepada Voorzitter A.G.G., karena saja telah mendapat waktoe akan berbitjara sedikit dengan engkoe-engkoe disini, Waktoe saja baroe datang kemari, saja mendapat chabar, bahwa goeroe goeroe disini telah memboeat soeatoe vereeniging jang bernama Aboean Goeroe-Goeroe, jang soedah mendapat rechtpersoon. Mendengar itoe saja sangat berbesar hati, karena njatalah pada saja bahwa goeroe-goeroe disini ada semoepakat.

Sekarang saja akan membitjarakan hal Onderwijs.

Onderwijs itoe boléhlah saja misalkan seboeah roemah jang amat baik dan koekoeh, tempat segala orang akan menjempoernakan hidoepnja.

Roemah itoe telah disiapkan orang dari Betawi dengan setjoekoepnja, soedah itoe baroelah dikirimkan orahg ketanah kita ini. Orang Betawi tentoelah tidak mengetahoei apakah jang akan djadi alasan roemah itoe disini, hanjalah jang mengetahoeinja orang disini djoega.

Djadi djikalau roemah itoe didirikan tidak pada tempat jang baik, tentoelah roemah itoe akan roentoeh dan roesak, kata 'adat: „Tiap sesoeatoe hendaklah diletakkan pada tempatnja".

Oleh sebab itoe saja harap hendaklah engkoe memikirkan dengan dalam-dalamnja, apakah jang baik oentoek alasan roemah itoe, soepaja dia berdiri dengan koekoeh dan élok.

Pada pikiran saja jang akan mendjadi alasan itoe adalah 3 perkara: 'adat, bahasa, dan agama orang ditempat itoe; kalau ketiga matjamnja ini ada dalam sekolah, bolehlah diharap akan baik djalannja onderwijs itoe.

I. Sekarang saja hendak membitjarakan sedikit hal 'adat itoe. Saja telah mendengar-dengar djoega dari orang-orang toea di Menangkabau ini, bahwa orang Menangkabau sangat koeat memegang 'adatnja jang dikarang oleh kedua ninik, Datoek Ketemenggoengan dan Datoek Perpatih nan Sebatang. Oendang-oendang jang dikarang oleh kedoea ninik itoe amat élok peratoeran jang mentjari keselamatan dan keamanan dalam negeri. Tidak oebahnja kedoea ninik itoe dengan Meester-Meester jang toea dan paham sekali perkara oendang- oandang di Éropah; pada hal kedoea orang toea itoe tidak bersekolah.

Dalam oendang - oendang Menangkabau itoe, tjoekoeplah banjaknja segala peraturan jang akan kita pakai dan akan kita toeroet, sedjak dari dahoeloe sampai diwaktoe jang akan datang; tetapi sangatlah heran saja apakah sebabnja peratoeran jang seélok itoe masih diabaikan sadja atau sama sekali tidak diketahoei oleh orang moeda-moeda sekarang? Alangkah besar sesalnja arwah kedoea ninik jang soedah berpoelang itoe, memandang anak tjoetjoenja jang tidak menoeroet oendang-oendang jang telah diperboeatnja itoe. Tidakkah poela kita akan menaroeh sedih hati, sebab kita loepa menoeroet peratoeran jang seélok itoe; lihatlah apa jang terdjadi sekarang.

II. Bahasa Menangkabau.

Dengan mendengarkan toetoer bahasa seseorang, dapatlah kita mengetahoei bangsanja, menoeroet kata 'adat : „Bahasa menoendjoekkan bangsa". Tidak ada orang didoenia ini jang tidak tjinta kepada bahasa dan bangsanja, sebab bahasa itoe boleh dikatakan njawa jang kedoea didalam toeboeh kita; karena dengan bahasa sendiri itoe dapatlah kita dengan sepenoeh-penoehnja, akan mengeloearkan boeah pikiran kita.

Tetapi saja heran mendengar, ada orang jang mengatakan, bahwa bahasa Riau itoe, bahasa tinggi dan kaja, sedangkan bahasa Menangkabau bahasa rendah lagi miskin.

Sekalipoen saja beloem mengetahoei dalam-dalam tentang bahasa Menangkabau, tetapi pertjajalah saja, bahwa bahasa Menangkabau itoe, jaitoe bahasa jang haloes dan kaja, sebab:

Segala pedato Menangkabau jang haloes-haloes itoe, tidaklah kedapatan dalam bahasa Riau; demikian djoega pepatah petitih banjak kedapatan dalam babasa Menangkabau, jang artinja sangat haloes dan dalam. Pepatah dan petitih dalam babasa Menangkabau itoe hanja dibahasa Riaukan orang sadja.

Orang Menangkabau biasa berkata dengan pepatah petitih, misal dan ‘ibarat, jang sangat haloes maksoednja; maloelah agaknja orang Menangkabau, kalau ia berkata-kata, „singkok daoen tarik boeah sadja".

III. Hal agama.

Agama itoe jaitoe pagar negeri, artinja akan mendinding negeri soepaja mendjadi selamat; demikian djoega oentoek dirinja sendiri. Tidak ada seboeah agama didoenia ini, jang maksoednja akan meroesakkan negeri.

Djadi patoetlah tiap-tiap orang membimbing agamanja dengan berati-ati soepaja djangan sesat djalannja oleh orang jang mengadjarkannja; kalau tersesat itoelah jang mendjadikan tje]aka besar kepada isi negeri.

Djadi agama itoe beralasan djoega kepada onderwijs, sebab beragama itoe orang mendjadi loeroes dan benar, tidak soeka memboeat pekerdjaan jang salah.

Sekarang ketiga perkara ini saja serahkan kepada Engkoe-Engkoe akan menimbang dengan sebaik-baiknja, dan saja akan mendapat djawabnja nanti.


Didikan pergerakan toeboeh dan boedi gymnastiek ( tjara Minangkabau).

Sebagai kita telah mendengar dari orang toea kita, bahwa ninik Tjatri Bilang Pandai, selain dari pada beliau ahli dalam hal politiek memerintah negeri, tetapi beliau itoe faham poela dalam hal boenji-boenjiaian dan 'ilmoe pergerakan toeboeh, gymnastiek kata orang sekarang. Boenji-boenjian tjara dahoeloe itoe jaitoe rebab, saloeng, poepoet, soeling, jang sampai pada masa ini masih lazim dipakai orang Minangkabau. Karena boenji-boenjian itoe, orang kampoeng mendjadi bersoeka tjita dan kampoeng-kampoeng jang dibangoenkan oleh ninik itoe, lekas mendjadi ramai, sebab orang-orang jang berdekatan dengan kampoeng itoe lekas berpindah kesitoe, sebab dikampoeng jang baroe itoe ada boenji-boenjian jang akan penghiboerkan hati meréka itoe kalau meréka itoe berhati goendah. Boenji-boenjian jang merdoe boenjinja itoe, seperti soeatoe obat jang akan menjemboehkan semangat toeboeh jang sakit karena kepajahan atau kesoesahan. Karena semangat jang sakit telah mendjadi semboeh dan jang letih itoe mendjadi segar, ta' dapat tiada toeboeh tempat semangat itoe, mendjadi segar poela.

Biasanja boenji-bnenjian jang merdoe itoo, ditoeroeti poela dengan boenji soeara dan pantoen 'ibarat jang dalam artinja. Waktoe mendengar soeara dan boenji boenjian jang merdoe itoe, pada waktoe itoelah boedinja, bekerdja koeat, menerima keindahan boenji-boenjian, kebagoesan lagoe dan kedalaman ma'na isi pantoen dan 'ibarat itoe. Sebab itoe orang selaloe berdiam diri tidak bergerak anggotanja seboeah djoeapoen, karena 'asjik namanja mendengarkan boenji-boenjian itoe.

Inilah seperti boedi jang dikehendaki oleh Ninik Tjatri Bilang Pandai itoe pada masa dahoeloe.

Pergerakan toeboeh atau gymnastiek atau sport itoe, boekanlah didikan boedi, tetapi didikan toeboeh namanja, soepaja badan itoe dapat pergerakan jang toratoer oentoek kesehatan badan.

Oleh ninik kita dahoeloe didikan toeboeh itoe, didjalankannja atas tiga matjam goenanja.

I. Oentoek pemagar kampoeng dan halaman soepaja djangan didatangi moesoeh ( barisan serdadoe ).
II. Oentoek pendidikan badan.
III. Oentoek perhiasan perhelatan

Sport jang pertama diboeat oleh Ninik itee jaitoe sile' atau pentjak namanja. Sekolahnja itoe bernama „sasaran", seboeah tempat jang beratapkan langit dan berlantaikan tanah sadja. Orang jang telah tammat peladjarannja dengan tjakapnja, diberilah ia izazah nama gelaran „Pendekar" orang jang bergelar Pendekar itoe, itoelah mendjadi officier akan mempertahankan kampoeng halamannja kalau dirampok moesoeh.

Sport sile' atau pentjak itoe, tentangan pergerakan badan, kaki dan tangan itoe, semoea dengan atoeran membiasakannja.

Kalau orang moelai beladjar sport itoe, moela² ia diadjar melangkah namanja jaitoe mengadjar bagaimana meangkat dan menoeroenkan kaki itoe, soepaja sikap badan elok dan toempoean tegoeh.

Kemoedian diadjar poela tjepat tangan dan tjepat kaki dengan kesikapan serta pergerakan badan dan lain-lain. Djadi pengadjaran sile' atau pentjak itoe ada atoerannja jang berdjendjang naik dan bertangga toeroen.

Tari menari jaitoe sport djoega oentoek pergerakan toeboeh, tetapi hal ini lebih haloes geraknja, jang mana lebih² diperhatikan, haloes dan lemas pergerakan toeboeh.

Seboleh-bolehnja dalam hal tari menari itoe, gerak badan itoe tidak berapa banjak kalau dibandingkan dengan sport sile' atau pentjak.

Tari menari itoe dioempamakan dengan boeroeng merak jang mengigal, tetapi pentjak itoe dengan singa jang hendak menerkam.

Sebab itoe tari menari itoe goenanja djadi boenga atau perhiasan didalarn soeatoe perhelatan sadja, tetapi sile' atau pentjak itoe akan penahan moesoeh, ombak nan bersaboeng, angin nan keliroe.

Sile' pentjak dan tari menari itoe oleh Ninik kita dibagi-bagi poela namanja soenggoehpoen pada moelanja seboeah djoea. Kadang-kadang nama itoe menoeroet nama negeri dimana permainan itoe jang disoekai orang banjak, kadang-kadang nama orang, goeroe jang kenamaan kadang-kadang poela namanja, menoeroet pergerakan atau matjam permainan itoe oempamanja sile' Batoe Mandi, Sile' Lintau (Batoe Mandi dan Lintau nama negeri).

Sile' si Toenang, (Toenang nama orang).

Sile' achterlaad, mengambil kekoeatan dari belakang. Sile Torpédo jaitoe sebangsa pentjak jang djalannja dorong mendorong dan lain-lain.

Semoea permainan itoe diatoer oleh Ninik itoe, sport jang mendjadi pergerakan badan. Woedjoednja, soepaja badan itoe mendjadi koeat dan séhat.

Selain dari pada goenanja, ada poela woedjoednja pekerdjaan jang diboeat itoe. Sebab itoe kalau kita pikir dalam-dalam, bahwa njatalah Ninik Tjatri Bilang Pandai itoe seorang goeroe jang loeas 'ilmoenja dalam hal politiek oentoek pemelihara negeri dan isinja.

Onderwijs tjara dahoeloe itoe:

I. Onderwijs, kemadjoean tentangan pikiran, 'itoelah 'adat; soenggoehpoen merékaitoe tidak mempoenjai kertas dan dawat, tetapi tanda-tanda dan barang-barang jang dilihat, itoelah boekoe tempat meréka itoo membatja.

II. Onderwijs, pergerakan kemadjoean tentangan pergerakan badan, itoelah sile' pentjak, tari menari dan bertjotjok tanam.

III. Onderwijs, kemadjoean tentangan pendidikan boedi, jaitoe boenji-boenjian dan lagoe serta 'ibarat-'ibarat jang dalam artinja.

Atas nama Redactie,

Dt. R. B.

Pedato engkoe Soetan Baheramsjah, Hoofdschoolopziener di Algemeene Vergadering Aboean Goeroe-Goeroe pada 19 Maart 1927.

Engkoe-engkoe !

Seperti telah engkoe-engkoe ma`loemi, bahwa sekarang dikampoeng-kampoeng, soedah banjak didirikan orang sekolah Agama [Diniah], jang pengadjarannja bertjampoer agama dengan pengadjaran membatja menoelis dalam bahasa Melajoe, dinamai djoega bijzonderonderwijs.

Oleh karena sekolah itoe bermerk agama, banjaklah orang negeri jang soeka memasoekkan anaknja kesekolah itoe, sehingga soedah mendjadi persaingan jang besar dengan sekolah-sekolah kelas II dan sekolah negeri.

Orang jang akan mengadakan sekolah itoe atau poen jang akan mengadjarnja, moedah sadja didapat, asal dia memberi tahoe sadja pada kepala pemerintah, tjoekoeplah.

Bagaimana keadaan kepandaian goeroe jang mengadjar itoe, tidak seorang djoeapoen jang mengetahoeinja ataupoen jang menanggoengnja; penghoeloe-penghoeloe dalam negeri poen, hampir ta' tahoe bagaimana matjamnja sekolah itoe, hanjalah jang diketabo,einja bernama sekolah agama sadja.

Biasanja sekolah itoe moela-moelanja diboeka moeridnja 200 sampai 300 orang banjaknja, tetapi kemoedian soedah seperti garam penggoelai sadja lagi, barangkali agaknja soedah diketahoei orang negeri, bagaimana kemadjoean sekolah itoe.

Sebab sekolah itoe soedah dibawah penilikan Engkoe-engkoe Schoolopziener, maka waktoe inspectie datang, kedapatan anak-anak jang baroe beroemoer 7 — 8 tahoen soedah diadjar `ilmoe bintang, boemi dan matahari, demikian djoega `ilmoe boemi, jang beloem patoet dipikoelkan keotak anak-anak jang seketjil itoe; tentangan agama wallahoe`alam berapa tingginja jang soedah diadjarkan.

Boleh djadi nanti kepandaian moerid-moerid itoe, tentang agama kelam kaboet sadja dan tentangan batja toelis dalam bahasa Melajoe tjentang perenang poela; artinja tangkoemari tanggoeng.

Pengadjaran membatja, menoelis, berbitoeng wadjiblah segala manoesia mengetahoeinja seberapa didapatnja dan perkara agama perloe poela segala orang mengikoetnja; karena dengan djalan agama itoe orang boleh bersifat baik dan loeroes.

Soepaja kedoea matjam pengadjaran itoe baik djadinja dan mendatangkan hasil jang sempoerna pada orang negeri, wadjiblah segala goeroe jang mengadjarnja itoe, orang jang soedah dipilih dan ditanggoeng oleh orang jang patoet-patoet dan telah dioedji lebih dahoeloe oleh orang jang lebih faham; demikian djoega segala kitab-kitab jang akan diadjarkannja itoe diperiksa lebih dahoeloe oleh orang jang pandai-pandai.

Sebab itoe timboellah ingatan oleh Kantoor Inspectie akan menanjan perkara agama disekolah-sekolah Gouvernement ?

Soepaja pengadjaran itoe dapat dipimpin oleh orang jang pandai2 dan menambah radjinnja moerid2 datang kesekolah.

Tentang pertanjaan itoe soedah djoega didjawab oleh Engkoe2 Schoolopziener jaitoe :

Sangatlah baiknja djika disekolah-sekolah Gouvernement diadjarkan perkara agama, sebab :
1e. Menambah keradjinan moerid-moerid datang kesekolah, ilmoe doenia dapat, achiratpoen dapat.
2e. Bertambah rapat kepertjajaan orang negeri kepada pemerintah, sebab orang negeri berpikir, bahwa pemerintah telah menolong poela memadjoekan agamanja.
3e. Djalannja pengadjaran itoe tentoelah teratoer dengan baik.

Tetapi ada poela soesahnja, karena pada satoe-satoe negeri, orang negeri berpartij-partij, kaoem moeda dan kaoem koeno; djadi manakah jang akan diadjarkan ? Apalagi perselisihan itoe boekan tentang agama sadja, melainkan soedah sampai kehati dan keroemah tangga.

Sebab itoe minta Engkoe-Engkoe akan menimbangnja dengan dalam2

Tentangan ‘adat dan bahasa Minangkabau, soedah dioeraikan oleh padoeka toean Inspecteur dan Toeankoe-toeankoe Demang, bagaimana baiknja djika diadjarkan dalam sekolah-sekolah kelas II.

Amat djanggal benar djika orang Minangkabau tidak pandai meletakkan kata-kata dalam bahasa Minangkabau; seperti mengatakan :

”Ba’ membao kambing keair, sagan bertanjo sasek didjalan. Jang benarnja Ba’ mairik kambing keair. Maloe batanjo sasek didjalan, sagan bagalah hanjoet sarantau.

Kesalahan itoe asalnja karena tidak dipeladjari dengan sedalam-dalamnja tentangan bahasa Minangkabau itoe, hanjalah dengan tiroe-tiroean sadja. Sebab itoe sekarang Engkoe-engkoe timbanglah dengan sedalam-dalamnja, apa baikkah diadjarkan disekolah-sekolah kelas II bahasa Minangkabau dengan ‘adatnja, atau tidak baik ?

Kalau baik, apa bahasa Minangkabau kah djadi voertaal dan bahasa Riau seperti leervak sadja, atau kebalikannja; minta Engkoe-engkoe akan menerangkan dengan sebab-sebabnja jang sah.—


Bahasa Minangkabau oleh Medewerker A.G.G


IMAT PANGKA KAJO, INGE' PANGKA BITJARO.

Mamangan oerang Minangkabau nan tasaboei' itoe, kalau dipikia dalam-dalam, gadang bana goenonjo oentoeak kasalamatan hidoei' kito didoeniako, itoelah satoe pitoeah paninggalan ninik moejang kito nan patoei' bana dipatji' hare' diganggam tagoeah.

Ankoe-ankoe goeroe sekolah boemi poeto di- Minangkabauko, lah lamo bakaradjo meadjak-adjak oerang kito disiko pandai baimat, dan lah diparboeweknjo tjontoh oentoeak ditiroe diteladan oleh moerid-moerid sekolah dan oerang banjak dalam nagari; jaitoe didirikannjo saboeah pasarik atan goeroe-goeroe oentoek baladja manjimpan oeang sakadar paraloe, oentoeak bagoeno dihari kamoedian; nan dinamoinjo Aboean Goeroe-Goeroe.

Adapoen A. G. G. itoe tidak sadjo akan tampe' ankoe-ankoe goero baladja, manjimpan oeang bardiki'-diki', tatapi sabagai bibi' nan ditanam toemboeah dan mahasilkan boeat nan boelih dimakan basamo-samo, karano oewang nan dipitaroehkan ka- A. G. G. itoe, dipagadang poelo — soepajo nan tjije' djadi doeo — nan doeo na' djadi tigo dan boeliah poelo A.G.G. itoe tampe' ankoe-ankoe goeroe dan lain-lain oerang nan dipertjajoi, salang tenggang diwaktoe kasampitan; asal lai manceroei' sarat roekoennjo.

Kalau ditoeroei' haloean nan samatjam itoe oelih moerid-moerid atau oelih oerang banjak, ta' dape' tidak tantoelah akan manginjam poelo ba' mano lamak manihnjo parboewatan nan saroepo itoe. „Apobilo oerang soedah biaso barimat" kabiasoan itoe, mambawo kapado padjatian dan sabab karano itoe ta' dape' tidak tantoelah akan biaso poelo inge' dibitjaro, manimbang nan melare' dan moefaat, dan lain-lain sabagainjo.

Pado hari Sabtoe 19 Maart 1927, diroemah sekolah Agam IV di Boekit Tinggi, alah mamboewe' karapatan poelo baliau-baliau ankoe-ankoe goeroe anggoto pasarikatan A.G.G. itoe dan rape' baliau itoe kabanjo disaratai poelo oelih padoeko toean W. Welmink Inspecteur sekola Malajoe di Boekit Tinggi basamo-samo dengan Toeankoe Dt. Mangkoeto Sati Damang Boekit Tinggi, Toeankoe Dt. Batoeah Damang Tilatang ampe' angke' dan Toeankoe Soetan Parpatih Damang Batoe Sangka.

Adapoe karapatan itoe manoeroei' kaba nan hambo danga, ijolah mampakatokan tantangan boeroek baiknjo diadjakan bahaso dan 'adat. Minangkabau dalam sekolah-sekolah di Soematera Baratko. Itoepoen manoeroei' kaboelatan moepakat nan saharitoe, kabanjo sakato sagalo ankoeankoe nan rape' 'toe mangatokan elok bana diadjakan bahaso dan 'adat Minangkabau disekolah-sekolah disiko, soepajak-anak sadjak moeloi kete' alah diadja tjinto kapado bahaso dan adatnja. Sabagai pitoeah oerang Minangkabau djoeo :

Maso kete' pandan dibanda ÷ lah gadang pandan dirimbo;

Maso kete' masa' pangadja ÷ lah gadang akoean tibo.

Mandanga kaba nan saélok itoe, barapolah karijangnjo hati oerang Minangkabau gadang katji', toeo moedo, karano bahaso dan `adatnjo alah akan diadjakan poelo dalam sekolah disiko- oelih karano itoe ta' dape' tidak tantoelah oerang moedo-moedo Minangkabau nan salamo iko alah aga' loepo kapado 'adat dan bahasonjo itoe, akan babaliak mantjintai dan manjajangi bahaso dan 'adatnjo itoe dan akan pasalah djalan nan lah samak itoe kalau lah banjak kali ditoeroei'-toeroei', ba' itoe djoeo kadji nan ta' basaboei', salamo iko, akan djadi lantjalah toelo, sabab alah akan banjak kali dioelang-oelang.

Lamak kato dipakatokan- lamak laoek dikoenjah-koenjah kato oerang toeo-toeo — Itoepoen de' lamo ketje' mangel je' — Sabab roending alah banjak nan tasaboei' — waktoe mampakatokan akan mangadjakan bahaso dan `adat tadi, takana poelo de' ankoe-ankoe goeroe itoe akan mangaloewakan saboeah soere' kaba tijdschrift nan akan dinamoi Orgaan Aboean Goeroe-Goeroe, oentoeak kamadjoean onderwijs — bahaso dan bangso di- Minangkabauko. Dalam pado itoe takana poelo de' baliau pangamoedi, soepajo hambo soeko poelo sato sakete' • sakete' dalam soere' kaba baliau itoe, Mako parmintaan baliau-baliau itoe hambo tarimolah dengan sagalo sanang hati, sabab sange' gadang hati hambo mandanga kaba tantangan makasoei' baliau-baliau itoe handak mahidoei'kan bahaso dan `adat Minangkabau karano itoe maskipoen hamba boekan dalam golongan goeroe dan tidak poelo pasiah dalam hal edjaan dan kalimat kato-kato dalam hal karang-mangarang, hambo jakinkan poelo lah hati hambo manoeroeti djadjak baliau-baliau itoe dari balakang, moedah-moedahan disampaikan Allah makasoei' baliau nan moelia itoe dengan sagiro.

Oelih hambu alah lamo bana tatjinto nan saroepo itoe, tatapi baalah akan manjaboei'njo, soeko bana bagi diri hambo malaloekan makasoei' itoe, „taraso lai takatokan tidak", ba' sibisoe barasian kata oerang, takana lai, tasaboei' tidak. Karano sarno ma'loemlah ankoe-ankoe — tipa' dioentoeang badan hambo.

Saroepo kalete' ikoeah kambing kato oerang, maskipoen bagimano bana kalete' njo, indaklah akan takoei' langau dikalete' nan saroepo itoe, tatapi kalete' ikoeah kabau, bago sakali kasoeok - sakali kakida dikalete' kannjo ikoeahnjo itoe, baserak-serak langan kian kamari tabang katakoetan kanai kalétéknjo nan sakali-sakali itoe. Ba' itoelah nan taraso dalam hati bambo salamo iko, mako indak tasaboei' saboei' nan sarnatjam itoe oelih hambo soenggoeh poen tidak tasaboei' de' hambo niat hambo itoe sadjak salamo iko, karano de' mamikiakan nan tadi, dalam pado itoe hambo oesahokan djoeo mangarang boekoe `adat satjaro babaso disiko nan hambo

namoi kitab Moestika 'adat Minangkabau dan dikaloewakan oelih Volokslectuur di Weltevreden.

Salain dari itoe banjak poelo boekoe-boekoe 'adat nan hambo kaloewakan sandiri, disitoelah sadjo hambo dape' manoendjoekkan tjinto dan kasih sajang hambo kapado bahaso dan 'adat Minangkabau kito iko. Karano manoeroei' pandape' hati hambo djikalau sakalian oerang nan diam disiko mamakai dan mangatahoei dengan sadalam-dalamnjo bahaso dan 'adat kito Minangkabau ko, ta' dape' tidak itoelah sueatoe djalan nan boe-lih marape'kan pargaoelan kita dengan oerang-oerang asing, labih-labih de-ngan oerang Balando nan djadi Pamarentah kito, kalau baliau toe lab tahoe bana dibahaso dan saloek baloek 'adat kito dengan sadalam-dalamnjo, di-sitoelah satoe djo nan lain kito akan dape' tjinto dari moeloei' sampai ka-hati, dari darahsampai kadaging; disitoelah masonjo nanti nan akan sabaik baik pargaoelan antaro satoe djo nan lain kito, ba' itoe dalam pikiranhati hambo.

Kini alah takana, alah taboeka' poelo nan tatjinto de' hambo sa-lamo iko oelih ankoe-ankoe anggoto A.G.G. basarto padoeko lnspecteur dan toeankoe2 Damang, nan tasaboei'tadiakan mantjoebo moelai meadjakan bahasodan 'adat kito itoe disekoiah-sekolah disiko, sabab itoe hambo mengoe-tjap sjoekoea, moedah-moedahan makasoei' nan baik itoe sagiro disampaikan Allah handaknjo soepajo nak tahoe poelo oerang bahaso 'adat dan bahaso kito itoe, lai 'adat dan bahaso nan moelia poelo di Hindiako.

Oentoeang-oentoeang timboealah babaliak sagalo bahaso dan 'adat kito nan lamo-lamo nan lah hampia-ham[ia hilang kini, sarato batambah tinggilah handaknjo soemarak goenoeang Marapi, apolagi ko' soere' kaba iko baliau namoi Tjahajo Minangkabau, nan pambangki' batang taran-dam, alangkah akan rantjak boeninjo didanga oerang.

Damikianlah oetjapan hambo labiah dan koerang harap dima'afkan.

Datoek Sanggoeno di Radjo.


Algemeene Ledenvergadering

VEREENIGING : ABOEAN GOER0E-GOEROE DI FORT DE KOCK.

Algemeene Ledenvergadering ini, dilansoengkan pada hari SABTOE tanggal 19 Maart 1927 djam 10 pagi, bertempat disekolah Fort de Kock No. 4,

Leden jang hadir :

Leden jang hadir adalah 48 orang banjaknja, jaitoe : Biran (Fort de Kock). Dt. Besar [ Pajakoemboeh I. ] St. Batoeah dan A. Madjid [ P. Pandjang I. ) H. St. Maharadja (Manindjau), Katab [Padang IV), Boestami [Sarik], Djoe-naid dan A. Sidi Diradjo [ Pekan Djoem'at ), H. Soetan Pajoeng Emaa

(Tebat Patah), Soetan Soeleman (Pangkalan), Djais [Air Bangis], Kasip (Fort de Kock), Saanin (Lasi), Dt. Bongsoe (Biaro), Abd. Rahman Fort de Kock, M. J. St. Ibrahim [Sei Batang], N. St. Maharadja [Fortde Kock], Agoes (Pangkalan), A. St. Radja Malintang [Naras], M. Dt. R. Mangkoeto (Padang M. Radja Moelia (Bondjolalam ), Didong (Taroesan), Roesli [ Fort v/d*) Capellen ], T. St. Larangan (Sei. Tarab), Nazir (Asam-Koembang), Radja Soetan [Kota Toea], Rasjid Padang Pandjang II), Soedin (Kajoe Tanam), K. Bag. Sinaro [Kota Toea], Arif [Fort de Kock], Dt. Padoeko Siradjo (Siak), Dj. St. Pamoentjak (Naras), M. Koesin (S. Loento), Dt. Sinaro Pandjang [Manindjau], St. Melano ( Tandj. Ampaloe), Naid [Sidjoendjoeng].

Bestuur:

M. T. St. Pamoentjak (Eere Voorzitter), Dt. Radja Besar (Voorzitter], B. St. Radja Ernas (Ondervoorzitter), Dt. Radja Ibadat (Secretaris), H. St. Ibrahirn [ Adj. Secretaris ], St. Saripado ( Thesaurier), St. Bah&amsjah, Manan, Dt. Baginda, J. St. Radja Emas dan Soehoed (Commissarissen).

Tamoe

P. t. W. Wilmink (Inspecteur I.O.), e. Dt. Mangkoeto Sati (Districtshoofd (Boekit Tinggi), e. Dt. Batoeah (Districtshoofd Tilatang) dan e. St. Perpatih (Districtshoofd Batoe Sangkar).

Pada djam jang terseboet engkoe Voorzitter memboeka vergadering dengan meogoetjapkan banjak terima kasih kepada sekalian leden jang telah memperloekan datang berhadir pada vergadering hari ini dan begitoe djoega Bestuur sangat bergirang hati atas kemoerahan p. toean Inspecteur serta p.e.e. Districtshoofd, 'mengaboelkan permintaan Bestuur toeroet berhadir bersama-sama.

Voorzitter meminta kepada vergadering, akan memoendoerkan sedikit membitjarakan hal ihwal A. G. G. karena kalau-kalau ada jang akan dibitjarakan oleh toean-toean tamoe kita jang terhormat. Kemoedian voorzitter membatjakan pemandangan tentangan perdjalanan oeang A. G. G. dan leden jang masoek selama tahoen 1926.

Sesoedah itoe, mendatangkan pengbarapan kepada leden, moedahmoedahan leden akan berichtiar atas kemadjoean A. G. G.

P. t. Inspecteur tegak berdiri laloe mengoetjapkan terima kasih kepada Voorzitter, jang telah memberi kesempatan akan beliau toeroet bitjara pada vergadering ini. Beliau mengenengahkan kepada Vergadering, bahwa waktoe moela-moela beliau sempai kenegeri ini, beliau telah mendengar chabar, jang disini telah berdiri soeatoe perkoempoelan goeroe-goeroe; 'beliau berbesar hati sekali jang goeroe-goeroe disini ada semoefakat. Kemoedian beliau menerangkan hal Onderwijs dengan pandjang lebar. Lain dari pada itoe, diperkatakan djoega oleh beliau tentangan

I. ADAT.
II. BAHASA MINANGKABAU dan
III. AGAMA.

Beliau telah mendengar, jang di Minangkabau 'orang negerinja, sangat koeat memegang `adatnja. Beliau sangat memoedji ketjerdikan dan kepandaian kedoea Ninik Ketemenggoengan dan Perpatih nan Sebatang, amat pandai mengatoer dan menjoesoen peratoeran-peratoeran jang amat baik, jang akan dipakai pada kemoedian hari. Beliau sangat menjesali, kalau `adat-`adat jang sebaik itoe kemoedian akan hilang, karena tidak dipeladjari oleh anak moeda-moeda.

Bahasa Minangkabau poen, sepandjang pikiran beliau patoet diadjarkan disekolah-sekolah boemi poetera, karena bahasa itoe, boekannja bahasa jang miskin dan tidak koerang baiknja dari pada bahasa-bahasa lain. Dengan perasaan tjinta kepada bahasa djoega, orang lebih tjinta kepada `adatnja.

Agama djoega beliau soeka diadjarkan disekolah-sekolah, sebab beragama, orang berlakoe loeroes dan takoet memboeat kedjahatan.

Setelah mentjeriterakan ketiga fasal itoe, beliau minta pertimbangan e. e. jang hadir; lebih djaoeh beliau menerangkan kedatangan beliau ke-vergadering ini, boekan sebagai Inspecteur Inl Onderwijs, melainkan adalah sebagai tamoe, sebab itoe e. e. goeroe jang hadir, djangan segan-segan mengeloearkan perasaannja tentangan ketiga fasal jang terseboet itoe.

Beliau soedah djoega mengirim soerat particulier kehadapan toean Directeur van Onderwijs tentangan itoe, toean Directeur Onderwijs berharap akan dapat menerima soeatoe keterangan jang lengkap tentangan bahasa Minangkabau itoe.

Sebentar beliau doedoek, berdirilah e. Hoofdopziener, meminta jang hadir berdiri. Setelah sekaliannja berdiri dengan hormat, dengan roepa jang berdoekatjita p. t. Inspecteur berbitjara menjampaikan chabar dari p. G. Directeur Onderwijs, jang menjatakan p. t. Directeur toeroet berdoekatjita atas kematian goeroe-goeroe di Siloengkang dan menjatakan djoega, soepaja kita memikirkan atas kematian ketiga goeroe itoe. Beliau menerangkan lagi, beberapa hari dimoeka, goeroe Rahman soedah minta pindah, tetapi beliau sangat menjesal, karena waktoe itoe permintaannja beloem dapat diperlakoekan.

Toeankoe Districtshoofd Boekit Tinggi.

Toeankoe Districtshoofd ini, menjatakan setoedjoenja atas ketiga fasal jang diterangkan p. t. Inspecteur dan sangat berbesar hati jang p. t. Inspecteur dengan toeloes ichlas memperingatkan, soepaja orang Minangkabau djangan meloepakan `adat dan bahasanja.

E. St. Pamoentjak, Adviseur A. G. G.

Engkoe ini menerangkan, akan melaloekan ketiga fasal jang terseboet, lebih dahoeloe perloelah disekolah-sekolah diadjarkan bahasa Minangkabau, karena bangsa-bangsa lain poen, mengadjarkan bahasanja masing-masing, seperti: Djawa, Soenda, Boegis dan lain-lain. Beliau sangat sesoeai sekali, atas ketiga fasal itoe diadjarkan disekolah-sekolah anak negeri.

T. Districtshoofd B. Tinggi menjamboeng keterangan engkoe Adviseur dengan menambahi, bahoea keperloean itoe, soepaja anak-anak moeda Minangkabau, sajang dan tjinta kepada tanah airnja. Orang moeda jang mentjela adat Minangkabau, sebenarnja ia beloem mengetahoei ‘adat itoe dengan sedalam-dalamnja. Selandjoetnja kata beliau, karangan-karangan [boekoe-boekoe] bahasa Minangkabau, jang dibatja oleh orang Minangkabau, ada lebih terasa olehnja dari jang terkarang dengan bahasa Melajoe Riau. Agama poen, ta' patoet ditinggalkan, karena dengan agama djoega, orang mentjahari dan memelihara keamanan.

Engkoe Adviseur meneroeskan pembitjaraannja dengan menjatakan keroesakan bahasa Melajoe itoe pada masa ini, sedang bahasa Minangkabau, masih bersih ta' moedah diroesakkan atau dipengaroehi oleh bahasa lain.

E. Dt. Radja Besar, Voorzitter A.G.G.

Beliau soedah mendengar keterangan-keterangan dari T. Districtshoofd Boekit Tinggi dan engkoe Adviseur jang menjatakan kesetoedjoeannja ; `adat, bahasa Minangkabau dan agama, diadjarkan pada sekolah-sekolah boemi poetera. Lain dari pada itoe, beliau mengenengahkan, tentangan kematian goeroe-goeroe di Siloengkang. Bestuur A. G. G. kata beliau banjak mengoetjapkan terima kasih mendengar keterangan p. t. Inspecteur, jang menjatakan p. toean Directeur van Onderwijs, toeroet berdoekatjita, atas kematian goeroe-goeroe di Siloengkang itoe dan berharap p. t. Inspecteur soeka menjampaikan ke Betawi, kesedihan hati sekalian goeroe-gooroe atas kematian teman sedjawat itoe.

E. Dj. St Pamoentjak, Naras.

Beliau berbitjara adalah sebagai wakil dari goeroe-goeroe sebelah Periaman dan menjatakan setoedjoenja akan bahasa Minangkabau serta agama diadjarkan disekolah-sekolah. Alasan: Kalau bahasa itoe diadjarkan, ada harapan bahasa Minangkabau akan tetap selamanja, tetapi djika sebagai sekarang, makin sehari makin koerang, dengan mengambil perbandingan bahasa jang dipakai oleh Opera. Beliau bergirang hati atas ingatan p. t. Inspecteur, jang telah mengenangkan tentangan jang terseboet diatas itoe.

T. Districtshoofd Tilatang

Toeankoe Districtshoofd jang terseboet berbitjara atas nama peng

hoeloe-penghoeloe dalam district Tilatang IV Angkat. Beliau berbesar hati sekali, kalau disekolah-sekolah diadjarkan perkara 'adat dan bahasa Minangkabau.

Dalam district Tilatang adalah kira-kira 60 boeah sekolah. Hasil dari pada sekolah-sekolah itoe kata beliau, ada jang baik dan ada jang boeroek. Baiknja ialah anak negeri beroleh pengetahoean dan boeroeknja, kepandaian sekolah itoe mendjadi perkakas melakoekan roepa-roepa kedjahatan; tetapi kalau sekolah itoe mengadjarkan bahasa dan 'adat Minangkabau, boleh diharap jang kedoea itoe, tidak akan kedjadian lagi, karena `adat jang dipegang tegoeh, melarang orang berboeat djahat dan menjoeroeh berboeat baik.

E. St. Larangan, Soengai Tarab.

Menoeroet pemandangan beliau, hoeroe hara jang baroe-baroe terdjadi di Minangkabau, ialah karena 'adat dan perselisihan agama. Karena kekoerangan 'adat djoega, terbit partij-partij seperti : kaoem moeda dan kaoem koeno. Kaoem moeda kebanjakan meninggalkan 'adat Minangkabau jang mendjadikan keroesakan agama.

Beliau setoedjoe, kalau ‘adat dan agama, diadjarkan disekolah sekolah.

E. Dt. Sinaro Pandjang, Manindjau.

Beliau berkata sebagai seorang penghoeloe sebelah Matoer; orang orang kampoeng bersangka, 'adat Minangkabau itoe akan hilang; kalau tidak disirami dengan air emboen. 'Adat jang soetji itoe, tidak diperkembang, sebab tidak ada sekolahnja. Teringat oleh beliau, soeatoe pertanjaan dari p. t. Inspecteur, jang menanjakan: „Apakah tidak patoet di Minangkabau, diadjarkan bahasa Minangkabau? "

Pada pikiran beliau, patoet sekali dalam sekolah-sekolah di Minangkabau, diadjarkan dan dihidoepkan bahasa Minangkabau itoe. Bangsa asing poen, kata beliau, telah menerangkan jang orang Minangkabau, soeatoe bangsa jang tinggi kesopanannja, tetapi oleh karena peroesoehan di Siloengkang, sebagai hilanglah kemoeliaan 'adat dan bahasa Minangkabau, karena 'adat telah dihilangkan.

Demikianlah beliau menjamboeng perkataan T. Districtshoofd Tilatang serta kemoedian mengoetjapkan terima kasih kepada p. t. Inspecteur jang hendak mengembangkan 'adat dan bahasa Minangkabau itoe. Kepada kita goeroe-goeroe poen, beliau berpengharapan lebih besar dapat mengembang lebar, maksoed p. t. Inspecteur itoe.

E. St. Pamenan, Asam Koembang.

Sepandjang pendengaran beliau, sekalian engkoe-engkoe jang telah berbitjara, menjatakan setoedjoenja tentangan maksoed itoe; beliau sendiri poen setoedjoe djoega, tetapi ada merasa choeatir sedikit, kalau-kalau peng

adjaran sekolah-sekolah kl. II. mendjadi koerang sempoerna. Beliau memvoorstelkan, kalau disekolah kl. II akan diadjarkan ‘adat dan bahasa Minangkabau, hendaklah lamanja pengadjaran disekolah kl. II, ditambah setahoen lagi.

E. Hoofdschoolopziener.

Sekarang baiklah dahoeloe diperkatakan sadja elok tidaknja, bahasa Minangkabau itoe diadjarkan; kalau soedah sesoeai kita menjatakan tentoelah leerplan ada peroebahannja.

Dikampoeng-kampoeng kata beliau, telah berdiri beberapa sekolah jang dinamakan Dinijah. Dalam sekolah-sekolah Dinijah itoe, dioemoemkan akan mengadjarkan agama; tetapi setelah Inspectie melakoekan penilikannja, ternjatalah jang sekolah-sekolah Dinijah itoe, boekan mengadjarkan agama sadja, melainkan mengadjarkan 'ilmoe`ilmoe jang lain jang sekalikali tidak berhoeboeng dengan agama. Hasilnja sekolah-sekolah itoe telah kelihatan.

[Zie pedato beliau. H.]

E. Dt. Besar Pajakoemboeh.

Menilik perkataan p. t. Inspecteur jang meminta perasaan goeroe-goeroe tentangan ketiga fasal itoe, beliau ambil berani toeroet berbitjara. Menoeroet pendengaran beliau dan perasaan beliau sendiri; adalah sangat setoedjoe `adat Minangkabau itoe diadjarkan disekolah-sekolah, sebab banjak diantara orang Minangkabau sendiri; 'jang tidak tahoe dan tidak mengenal akan `adatnja.

Bahasa Minangkabau ditoempangkan mengadjarkannja waktoe memperkatakan `adat.

E. Dt. Padoeko Sirodjo, Siak.

Beliau menjatakan setoedjoenja, ketiga fasal itoe diadjarkan disekoelah-sekolah. `Adat Minangkabau kata beliau adalah sebagai roemah jang indah dipandang dari djaoeh. Soeatoe pepatah Minangkabau mengatakan: ,Keloek pakoe asam belimbing, anak dipangkoe kemenakan dibimbing". Artinja anak dan kemenakan, sama-sama dapat ditolong. Beliau tidak sesoeai sekali-kali mendengar orang mengatakan, bahoea `adat dan agama itoe, menghalang-halangi kemadjoean.

T. Districtshoofd, Batoe Sangkar.

Hati beliau tertarik menghadiri vergadering ini, karena akan memperkatakan 'adat dan bahasa Minangkabau. Beliau tidak akan mengoelangi apa jang soedah diperkatakan, melainkan atas voorstel p.t. Inspecteur, beliau amat setoedjoe dan mengoetjapkan terima kasih. Beliau berasa berhoetang kepada bangsa Minangkabau, kalau disini beliau tidak menja

kan pikiran beliau atas kesetoedjoean, ‘adat, bahasa Minangkabau dan agama diadjarkan disekolah-sekolah anak negeri.

E. Dt. Radja Mangkoeto, Padang

Beliau bertanja: Bahasa Minangkabau itoe, oentoek pengganti bahasa Riau atau tambahan sadja. Pertanjaan ini didjawab oleh e. Hooftlopziener, soepaja djangan diperkatakan lebih dahoeloe, hanja baik diperkatakan, elok tidaknja voorstel p. t. Inspecteur.

E. St. Pajoeng Emas, Tebat Patah.

Menjatakan djoega setoedjoenja atas ketiga fasal itoe. Pada bahagian agama beliau bertjeritera lebih pandjang dan menoeroet pikiran beliau, mengadjarkan agama itoe, baiklah ditoeroet atoeran jang biasa sadja.

Kemoedian beberapa e. e. tanja-bertanja dan berbitjara sebagai menerangi lagi atas segala jang soedah diperkatakan diatas.

Oleh karena rata-rata jang hadir, telah menjatakan setoedjoenja atas ketiga voorstel itoe, maka diambillah kepoetoesan.

I. Bahasa Minangkabau didjadikan Voortaal.
II. Bahasa Riau sebagai Leervak.
III. Boekoe-boekoe jang ada sekarang, disalinkan kebahasa Minangkabau.
IV. Perkara agama akan diperiksa dan ditentoekan oleh p. t. Prof. Schrieke

Setelah selesai sekaliannja, pada djam 12 1/2 p. t. Inspecteur mengoetjapkan selamat tinggal, laloe kembali dengan meninggalkan nasihat, soepaja A.G.G. menerbitkan soerat chabar jang berisi soeara goeroe-goeroe

Berhenti 10 menit.

Setelah berhentikan lelah dari pada memikirkan soeal jang penting diatas ini, maka atas kesetoedjoeannja vergadering, hal ihwal A. G. G. moelai diperkatakan. Sementara e. Secretaris membatjakan overzicht A.G.G. selama tahoen 1926, boekoe-boekoe kas vereeniging diperiksa oleh e.e. D.t. Padoeko Siradjo dan H. St. Maharadja jang telah ditanam oleh vergadering.

Selesai dari pada itoe, Voorzitter mengenengahkan kepada vergadering, tentang tambahnja ongkos A. G. G. tahoen ini, teroetama membajar belasting A.G.G. tahoen 1925 dan 1926; lain dari pada itoe'vereeniging telah mengeloearkan djoega sebagai zakat, jaitoe memberi derma gempa 'baroe-baroe ini dan lain-lain. Soedah itoe e. Adj. Secretaris membatjakan soerat voorstel dari e. St. Soeleman Lid no. 45; jang maksoednja Lid jang memindjam dengan borg wang simpanannja, djangan membajar keoentoengan kepada vereeniging.

Kepoetoesan

Lid jang memindjam dengan memborgkan wang simpanannja, tidak membajar % keoentoengan sebanjak jang boekan Lid, hanja 12.10 dan 8% atas pindjaman jang 2/3 itoe.

Atoeran baroe ini moelai dilakoekan pada tanggal 19 Maart 1927.

Voorstel e. Rasjid, soepaja perdjamoean leden A.G.G. djarang-djarang dilakoekan. Bestuur sesoeai dengan voorstel itoe, hanja dilakoekan dimana perloe sadja sebagai petang ini, karena akan mendo`akan keselamatan A. G. G. telah ber`oemoer 7 tahoen.

Orgaan A. G. G. tidak akan diberi kepada Lid jang tidak setia, jaitoe: Jang telah setahoen tidak memasoekkan wang simpanan, terketjoeali jang telah menjimpan lebih dahoeloe dengan sekali goes.

Bestuur memvoorstelkan kepada vergadering: Bagaimana pikiran vergadering kepada Lid jang telah lama tidak menjimpan ?

Vergadering setoedjoe soepaja A. G. G. bersabar dahoeloe.

Dibitjarakan poela atas nasihat p, t. Inspecteur, soepaja Orgaan dibesarkan, diisi dengan roepa-roepa chabar tentangan hal ihwal Onderwijs.

Kepoetoesan:

Orgaan dikeloearkan sekali seboelan djoega, tetapi diperboeat sebagai boekoe dan dibesarkan. Isinja: Selain keperloean A. G. G., diisikan djoega hal ihwal Onderwijs, bahasa dan bangsa, pendeknja apa sadja jang menghadang kemadjoean kepada pembatjanja. Lid A. G. G. membajar wang langganan f 1.— setahoen; boekan Lid f 3.50

Pemilihan Bestuur

Menoeroet soeara jang terbanjak, telah terpilih mendjadi Bestuur A. G. G. oentoek tahoen 1927:

Voorzitter: E. St. Baheramsjah [Hoofdschoolopziener, Ondervoorzitter. E. B. St. Radja Emas [Goeroe K. S.]. Secretaris : E. A. St. Negeri (Goeroe N. S.), Adj. Secretaris: E. H. St. lbrahim (Goeroe Agam III), Thesaurier tetap E. St. Saripado [Gep. goeroe], Commissarissen: E. Dt. Baginda (Goeroe Agam I), E. Manan (Schoolopziener), E. Soehoed [Goeroe Osvia], E. J. St. Radja Emas (Goeroe Agam III, E. Dt. Radja Ibadat (Goeroe Agam IV) dan E. Kasip (Goeroe Agam I).

Redactie Tycdschrift:

E. Dt. Radja Besar (Gep. 1e. Inl. Ond. H. I. S.), E. H. St. Ibrahim (Goeroe Agam III) dan E. B. St. Kajo (Schoolopziener).—

Karena tidak ada jang akan dibitjarakan lagi, sedang hari telah petang, maka pada djam 4 koerang 10 menit, vergadering ditoetoep Voorzitter.

Voorzitter: ST. BAHERAMSJAH

Oleh:

Red. & Adj. Sec. A.G.G.

H. SOETAN IBRAHIM.

MA`LOEMAT.

I. RUILNUMMER. Kepada beberapa toean-toean Redactie soerat chabar Minggoean dan Boelanan, kami kirim A.G.G. nomor ini sebagai permoelaan nomor pertoekaran. Pengiriman itoe akan kami teroeskan, asal teroespoela kami terima nomor toekarannja.

II. NOMOR TJONTOH. Kepada padoeka toean-toean, engkoe-engkoe dan intji'-intji' jang boekan Lid A.G.G. kami kirim nomor ini sebagai nomor tjontoh, bagaimana matjam dan isi tijdschrift itoe. Besar harapan kami, siapa-siapa dari padoeka toean-toean, engkoe-engkoe dan intji'-intji' jang soeka mendjadi langganan teroes, haroeslah mengirimkan harga langganan; setahoen f 3.50 banjaknja kepada Administratie A.G.G. di Fort de Kock. Apabila kami tiada mendapat chabar, tentoelah tijdschrift jang berikoetnja, tiada lagi kami kirim kepada `alamat alamat itoe.

III. ADVERTENTIE. Nomor ini djoega kami kirim kepada beberapa toean-toean saudagar jang kami rasa soeka memasoekkan Advertentie dari barang-barang dalam tokonja. Dengan hormat kami menanti chabar, dari padoeka toean-toean.

IV. CORRESPONDENTIE. Rentjana toean-toean jang boloem kelihatan pada nomor ini, Insja Allah pada nomor jang akan datang dapat kami moeatkan.

REDACTIE & ADMINISTRATIE.


Penerimaan wang dalam boelan Maart 1927.

233 St. Batoeah f 5.- , 205 Dt. Bandaro Koening f 2,50, 290 St. Datoek f 1,--, 291 Dt. Rangkajo Moelia f 1,--, 239 Soemar f 2,-- , 288 Padoeko Radjo f 1.- , 289 St Bagindo f 1.- , 380 Sidi Diradjo f 2.50, 93 Rivai f 1.- , 308 St. Mangkoeto f 2,50 , 52 St. Baheramsjah f 5,-- 174 Manan f 10.- , 33 B. St. Radjo Emas f 2.50 , 32 Dt. Radja Besar f 5.- , 343 Sitti Akmar f 1.- , 344 Zainaboen f 1.- , 217 St. Perpatih f 2.50 , 114 St. Permansjah f 2.50, 160 Bg. Moenaf 2.50, 171 Ahmad f 1, 247 Djoesar f 1.- , 284 Zainoe'ddin f 1.-, 400 Ibrahim f 2.-, 64 Dt. Bidjo f 5.- , 250 Dt. Besar f 2.50, Amilijoes f 1.- , 394 Sjamsoe'ddin f 1.- , 391 St. Diatas f 5.- 212 S. Malin Soetan f 2.- , 242 St. Maharadja Indera f 10.- , 105 St Perpatih f 2.50, 392 St. Permato f 5.- , 235 S. Dt. Sati f 2.50, 397 Sidi Habib f 1.- , 84 Saleh f 3.-, 197 Misnar f 10.-, 11 St. Batoeah f 10.-, 298 Noerbaiti f 1.- , 268 Dt. H. Ibadat f 2.50 , 57 St. Saripado f 1.- , 133 Rasjid f 15.- , 36 St. Toemanggoeng f 1.- , 72 T. St. Larangan f 1.- , 73 Marewan f 1.- 141 Kasim f 2,50, 399 M. Hasan 1 f 2,50, 107 St. Palindih f 10,18,- 401 Arif St. Malintang f 30.-

Thesaurier A.G.G.

Soetan Saripado.

Masoekkanlah Advertentie

dalam orgaan A.G.G.!


SUBCOMITE PENOLONG DJANDA-DJANDA DAN ANAK-ANAK KOERBAN SILOENGKANG.

Kami telah menerima lagi wang derma dari engkoe-Engkoe goeroe jang terseboet dibawah ini:

Kopschool Padang, f 4.50 , Personeel Gemeenteraad Fort de Kock bf 1.75 , Kopschool Fort de Kock f 5.— , Sawah Loento III, tambahnja f 1.— , Toean2 V.S.M. Fort de Kock f 30.-- , Moeara Panas f 10.12 Meisjes Normaalschool Fort de Kock f 65.08 , Koeboe Kerambil f 15,26 Soempoer f 6.02 -Kroe I f 7.50 , Kepahiang f 19.52 , Pekan Rabaa f 7.94 , Kota Radja I. dan P. G. G. A. f 33.66 , Tandjoeng Ampaloe f 5.50 , Tapan (C.P.Dj.K.S.) f 80.12, Lawang f 6.20, Bintoehan II f 1.50 , Pajakoemboeh I f 10.88 , Moeara Aman f 11.36 , Talang f 3.— Goeroe2 sekolah negeri Matoer f 6.15 , Tambahan Padang Pandjang I f 0,50, 'Padang Oelak Tanding f 14.77 , Ipoeh f 10. — , Boekit Sileh f' 4.35 , Oedjoeng Gading f 3.76 , Kroe f 6.—

Djoemlah pada A.G.G. No. 3 f 314.13 5

Djoemlah hari ini f 685.60 5

Kami berharap soepaja tambahnja segera datang dari Engkoe2 jang lain.

Wang jang akan diberikan oentoek `-djanda dan anak goeroe2, maksoed Bestuur tiada akan diberikan wang contant, hanjalah kalau dapat Bestuur sendiri atau wakilnja, akan membelikan kesawah, keboen atau ternak; soepaja berpaedah benar pemberian kita itoe, sampai achir kemoediannja. Kepada e. e. jang berderma terseboet diatas, kami oetjapkan : Terima kasih, demikian djoega kepada Drukkerij Agam jang telah mendermakan 1000 lembar programma dan kartjis waktoe memborong Bioscoop.

De Voorzitter Sub Comite,

SOETAN BAHERAMSJAH

Hoofdschoolopziener.

KASIP

Secr. Thesaurier C. P. Dj. K. S.

FEUILLETON.

KARENA HOEDJAN

Soeatoe tjeritera jang sesoenggoehnja. Oleh redactie A.G.G.

I.

Akoe ini seorang Inlandsche Ambtenaar, jang sekonjong-konjong mendapat besluit, dipindahkan ke Moeara Aman (Benkoelen). Toean chefkoe, menjoeroeh akoe berangkat dengan segera mendapatkan tempat jang baroe itoe. Karena takoet akan melanggar perinta, maoe ta' maoe mesti ditoeroet, walaupoen hatikoe amat herat akan meninggalkan kota Padang jang amat permai itoe, kota tempat akoe senantiasa merasa roepa-roepa kesenangan dan penghiboeran Tepi pantai, dari moeara Padang hingga keoedjoeng Kasik Hangat jang melengkoeng sebagai mata sabit itoe dan boenji ombak jang memetjah tengah malam disegenap pesisirnja, ta' moedah hilang dari ingatankoe.

Dengan hati jang sangat sebal rasanja, poelanglah akoe keroemahkoe akan memberi tahoekan halkoe kepada martoea dan isterikoe, bahoea akoe wadjib berangkat kenegeri itoe dengan kapal jang akan bertolak dari Teloek Bajoer pada hari Ahad tanggal 18 December 1911; hari berangkat itoe ta'dapat dimoendoerkan lagi.

Isterikoe amat heran mendengar hal itoe, sebab ta' ada lagi waktoe akan bersiap mengemasi barang-barang jang akan dibawa ketempat jang baroe dan mengadakan perbekalan oentoek diperdjalanan. Dalam tempoh 2 hari, hendaklah sekaliannja itoe telah selesai, karena waktoe akoe berkata itoe, pada tanggal 16 December 1911.

Katakoe kepada isterikoe, djanganlah disoesahkannja hal itoe, karena biarlah akoe sendiri pergi dan melihat negeri itoe. Kalau koerasa senang dinegeri itoe. baroelah nanti akoe meminta permisi akan mendjempoet dia. Kalau rasa' ta' senang, tentoelah terpaksa akoe minta berhenti dari pekerdjaankoe.

Segala perkataan koe itoe, ada termakan dihati isterikoe, sebab itoe, relalah ia tinggal di Padang, boeat sementara waktoe.

Pada hari Ahad pagi tanggal 18 December jang terseboet, toeroenlah akoe dari roemahkoe meninggalkan tempat kediamankoe jang tertjinta, menoedjoe Teloek Bajoer. diantar oleh sekalian kaoem keloeargakoe dan sahabat kenalankoe.

Ta' berapa lamanja didjalan, sampailah akoe dan sekaliannja itoe ke Teloek Bajoer, teroes kami semoeanja keanggar pelaboehan, sedang S. S. Koen jang akan koetompangi, telah sehari lebih dahoeloe bernanti dipelaboehan itoe.

Ada samboengan.