Aboean Goeroe-Goeroe, Juli 1927

No. 7 JULI 1927 Tahoen VII.
A.G.G.

Telah disahkan oleh pemerintah dengan besluit tanggal 17 Nov.'22 No. 7.

HARGA BERLANGGANAN SETAHOEN:

Lid A. G. G. ........ f 1.---

Boekan Lid ......... ,,3.---

Terbit di FORT DE KOCK sekali seboelan.

Segala pembajaran diminta lebih dahoeloe.

BAJARAN ADVERTENTIE:

Tiap-tiap kata ........ f 0.10

Sekali masoek sekoerang-koerangnja f 1.-

1 pagina .............. f 5.---

Berlangganan boleh berdamai.

BESTUUR A.G.G. DI FORT DE KOCK:

Voorzitter: St. Bahéramsjah -- Ondervoorzitter: B. St. Radja Emas -- Secretaris: A. Soetan Negeri -- Adjunct Secretaris: H. St. Ibrahim Thesaurier: St. SaripadoCommissaris*: Dt. BagindaManan -- J. St Radja EmasDt. Radja IbadatSoehoedKasip.

ISINJA:

  1. Pembitjaraan p. toean Dr. C.W. Janssen halaman 81.
  2. Onderwijs ,, 88.
  3. Pedato e Schoolopziener Taloe ,, 93.
  4. Subcomite penolong koerban Siloengkang ,, 97.
  5. Penerimaan wang A.G.G. ,, 99.
  6. Chabar perpindahan, keangkatan dan lain2 ,, 100.

DRUKKERIJ "AGAM" FORT DE KOCK

Toko Peroesahaan !

SAROENGS TENOENAN SAMARINDA ASLI.

__________

Harga saroengs ditahoen 1927 ini ada lebih moerah dari tahoen 1926 dan begitoe djoega dari kita poenja saroengs semoeanja pembikinan sendiri, boekan beli dipasar (commissie) dengan lain orang; boeat kirim pada sekalian langganan seloeroeh Hindia. Melainkan 'tjobalah toean ambil pertjobaan, pesan pada ini adres dan bandingkan saja poenja barang dengan lain-lain Firma jang telah ada memasjhoerkan namanja da]am soerat2 chabar; nanti toean dapat tahoe jang lebih moerah boeat mendjoealnja dari saroengs Samarinda Asli. Dan tjorak seperti : Hitam, biroe, oengoe, merah hidjau, poetih, tjoklat, enz.-enz. dan masih banjak lagi jang beloem diseboetkan disini.

Boeat hitam tjorak biroe dan oengoe roepa2 per codi f 250.- -f 300.-

„    poetih   „     „    „    „      „      „      f 300.- -f 325.-
„      „      „   Ajam tikar  „      „      „      f 350.- -f 400.-

______________________________________________________________________
Boeat potongan tidak dapat menoeroet harga diatas, karena kalau pesanan sampai sekoerang-koerangnja 10 potong, baroe dapat menoe- roet harga diatas ini. ______________________________________________________________________  Pesanan boeat pakai menoeroet atoeran dibawah ini, baroe da- pat dikirim.

Kwaliteit No. 1 A. f 50.- f 52.- f 55.- per potong.

   „     No. 1.         f 45.-     f 40.-    f 42.50      „
   „     No. 2.         f 30.-     f 32.50   f 35.-       „
   „     No. 3.         f 20.-     f 22.50   f 25.-       „
   „     No. 4.         f 14.50    f 16.50   f 17.50      „

 Pesanan dikirim Rembours, kalau tidak setoedjoe, boleh kirim kembali, nanti ganti lain matjam, kalau kirim wang lebih doeloe kor- ting 5%, ongkos kirim divrijkan.—

MENOENGGOE DENGAN HORMAT

Moh. Dachlan bin Hadji Barachim,

SAMARINDA (BORNEO)

JULI 1927

No.

-- 7 --

A.G.G.

TAHOEN

VII.

Orgaan oentoek pemadjoean Onderwijs, bahasa dan bangsa.

REDACTIE:

DATOE' RADJA BESAR
B. SOETAN KAJO
H. SOETAN IBRAHIM

ADMINISTRATEUR:

SOETAN SARIPADO, Thesaurier
A. G. G. FORT DE KOCK.
Oentoek segala pembajaran.

Medewerkers:

Sjech Mohd. Djamil Djambe — St. Pamoentjak, gep. Hoofdschoolopziener -- Dt. Madjolelo, Districtshoofd -- Dt. Rangkajo Maharadjo, Districtshoofd — Roesad St. Perpatih, Districtshoofd — Dt. Batoeah, Districtshoofd — Dt. Mangkoeto Sati, Districtshoofd — Ahmad Saleh, Ind. Arts — Dt. Sanggoeno di Radjo, Ahli `adat — Alim, Ond H. I. S. — K. Masjhoer, Ond. H. I. S. — St. Kenaikan, Directeur Kweeksch: Islamijah — M. Abd. Moenit, Inl. Rechtskundige.


PEMBITJARAAN

Antara p. toean Dr. C. W. Janssen, oetoesan Minangkabau Instituut Amsterdam dengan anggota Medan Sekoetoe, pada 4 April 1920, di fort de Kock.

[Berhoeboeng dengan toelisan

Medan Pertemoean A.G.G. Juni 192 No.6]

Setelah p. toean Dr. C. W. Janssen memperlihatkan gambar gedoeng Minangkabau Instituut di Amsterdam jang berhoeboeng djoega dengan gedoeng Atjeh dan Meloekoe Instituut serta menerangkan dengan pandjang lebar riwajat satoe-satoenja, maka beliau berkata poela: „Eagkoe-engkoe semoea ketahoeilah kiranja oleh Engkoe2, bahwa kedatangan saja kemari ini, sebagai oetoesan dari Minangkabau Instituut akan berbitjara dengan engkoe-engkoe.

Adapoen pada masa ini, segala orang orang Eropa jang sehat pikirannja dan landjoet, 'ilmoenja, hendak mengetahoei benar-benar peri hal keadaan bangsa-bangsa didoenia ini, beserta 'adat istiadat mereka itoe jang baik-baik, demikian poela Minangkabau Instituut beroesaha soenggoeh-soeng82

A.G.G.

goeh hendak mengetahoei peri hal 'adat istiadat orang 'Alam Minangkabau dan berichtiar dengan hati soetji hendak menolong orang 'Alam Minangkabau dalam segala hal jang boleh memberi kebadjikan kepadanja serta meninggikan deradjat-deradjatnja teroetama tentang 'adat istiadat, hal memadjoekan poroesahaan, roepa-roepa kepandaian dan keselamatan mereka itoe, soepaja dapat kedoea belah pihak orang 'Alam Minangkabau dengan orang-orang Belanda selama-lamanja toeroen-temoeroen hidoep dalam damai serta pertjaja mempertjajai kedoea belah pihaknja, pertjaja mempertjajai itoelah jang mendjadi pangkal perhoeboengan benar, kata padoeka itoe. Anggota Medan Sekoetoepoen membenarkan apa jang dibitjarakan padoeka toean itoe, soedah itoe disamboeng lagi bitjaranja oleh padoeka toean itoe, sambil menoendjoekkan sehelai soerat jang terletak diatas medja disitoe. „Inilah salinan soerat dari engkoe-engkoe jang terkirim kepada kami kenegeri Belanda tempoh hari, jang soedah disalin kedalam bahasa Belanda" sambil menoendjoekkan soerat itoe beliau berkata: »Disini ada terseboet permintaan dari engkoe' soepaja segala orang Belanda jang tinggal di Minangkabau, meski ambtenaar pemerintah atau pereman poensekali, seboleh-bolehnja orang-orang itoe memandang kepada orang 'Alam Minangkabau, baik hina baik moelia, semoeanja itoe hendaklah dipandang seperti saudara.

Hal itoe segala anggota Minangkabau Instituut dan orang-orang pandai dinegeri Belanda bersetoedjoe benar dengan kehendak orang-orang disini, kami meminta begitoe djoega.

Permintaan engkoe2 djoega soepaja orang 'Alam Minangkabau jang sama 'ilmoe kepandaiannja dengan orang Belanda minta disamakan poela gadji atau oepahnja, kalau mengerdjakan pekerdjaan jang sama beratnja, itoepoen bersetoedjoe benar poela dengan kami leden Minangkabau Instituut dan orang orang pandai ditanah Belanda, dan hal itoe soedah moelai didjalankan jaitoe engkoe Ibrahim Soeliki dau engkoe Zainoedin Rasad kedoeanja orang 'Alam Minangkabau jang baroe poelang dari negeri Belanda, telah disamakan gadji dan kedoedoekannja dengan orang-orang Belanda jang bersamaan 'ilmoe kepandaian dongan dia". Mendengar itoe anggota Medan Sekoetoe sangat besar hati.

Soedah itoe moelailah anggota Medan Sokoetoe meminta soepaja dengan pertolongan Minangkabau Instituut pemerintah Belanda akan menolong mengoeatkan dengan sebaik-baiknja hoekoem-hoekoem `adat dan hoekoem-hoekoem sjarak agama jang terpakai oleh orang `Alam Minangkabau sebagaimana pemerintah Belanda mengoeatkan hoekoem oendang-oendang dan peratoeran jang diperboeat Pemerintah Belanda poela, karena kesempoernaan hoekoem ‘adat dan sjarak itoelah jang mendjadikan kepada keselamatan dan menolong kemadjoean orang `Alam Minangkabau. Pebila hoekoem-hoekoem 'adat dan sjarak itoe dibiarkan sebagaima A.G.G. 83


na selama ini djoega, tentoelah selama-lamanja kami dalam seboeah-seboeah negeri di Minangkabau ini akan tinggal didalam koesoet moesoet jang tiada dapat selesai oleh orang dalam seboeah-seboeah negeri atau kampoeng, karena keras mengeraskan kemaoean dan kepandaian masing-masing sadja diloear haloer dengan patoet d.l.l. sbg.

Dalam hal jang seroepa itoe kami harap djanganlah pemerintah Belanda atau wakil-wakilnja jang memegang negeri disitoe sebagai orang jang tegak diloear pagar sadja memandangi koesoet moesoet jang tiada selesai itoe, melainkan kami harap dengan seboleh-bolehnja apa-apa perselisihan `adat dan sjarak jang tiada selesai itoe dengan selekas-lekasnja disoeroeh bawa kehadapan kepala Pemerintah Belanda atau wakilnja, disitoelah perkara itoe disoeroeh oesoel periksa, oldh Pemerintah Belanda atau wakilnja kepada orang jang empoenja `adat itoe, masing2 menoeroet haloernja satoe2, demikian djoega tentang perkara hoekoem sjarak agama akan disoeroeh periksa pada orang2 jang tahoe djalan agama itoe, dan masing-masing itoe disoeroeh djatoehkan hoekoemannja sekali kepada siapa2 jang berhak disitoe poela.

Pada `adat jang bersendi haloer dan sjarak itoe dihoekoem menoeroet dalil jang mengata.

Itoelah jang diharap benar soepaja Pemerintah Belanda atau wakil-wakilnja mengoeatkan hoekoem2 'adat dan hoekoem2 sjarak 'jang didjatoehkan oldh siapa-siapa djoega jang berkoeasa disitoe, menoeroet haloer patoetnja didalam seboeah negeri.

Soenggoehpoen demikian dalam hal periksa memeriksa dan hoekoem menghoekoem perkara 'adat dan sjarak itoe, djanganlah poela hendaknja Pemerintah Belanda jang koerang paham dalam seloek beloek `adat2 kami itoe dalam seboeah-seboeah negeri, akan tjampoer tangan benar2 dalam periksa memeriksa dan hoekoem menghoekoem itoe, melainkan biarlah Pemerintah dan wakil-wakilnja itoe, sambil mendjaga soepaja pemeriksaan dan poetoesan perkara itoe didjalankan jang empoenja `adat masing-masing, tetapi djangan menjalahi oendang-oendang dan peratoeran-peratoeran jang diperboeat Pemerintah Belanda; dan soepaja pemeriksaan dan hoekoeman itoe selaloe berdjalan dalam garis ke‘adilan. Apabila sepandjang timbangan kepala Pemerintah, pemeriksaan atau poetoesan jang didjatoehkan orang-orang itoe masing-masing koerang baik, atau akan ada bahajanja, wadjiblah Pemerintah atau wakil-wakilnja itoe menegoer atas perboeatan mereka itoe jang tiada betoel, atau dioedji serantau hilir, serantau moedik, kedalam laras, kedalam loehak atau kedalam `Alam Minangkabau, menoeroot djendjang `adat masing-masing djoea, soepaja mendapat air nan djernih, sajak nan landai namanja. Djikalau tegak bandingan rebah malah hoekoeman, dan kalau rebah bandingkan laloe malah hoekoem.

Setelah selesai pembitjaraan diatas ini, maka bertanja poela padoe84

A.G.G.


ka toean itoe: Siapakah jang berkoeasa dari segala `adat-‘adat itoe ?"

Djawab anggota Medan Sekoetoe: ›Jang berkoeasa tentangan `adat-`adat itoe, segala penghoeloe-penghoeloe jang bernama orang Empat djenis dalam seboeah-seboeah negerinja". Padoeka toean itoe menjamboeng bitjara lagi." Adakah jang lebih berkoeasa dari penghoeloe-penghoeloe itoe, jang boleh beroending berpapar dengan Pemerintah perkara 'adat itoe ?".

Djawab angota Medan Sekoetoe:

»Adapoen jang mondjadi kepala (pajoeng pandjinja) qleh `adat-adat kami itoe, masa dahoeloenja ada djoega kami beradja di `Alam Minangkabau ini, 1 bernama Radja `Alam, 2 Radja `Adat dan 3 Radja Ibadat namanja beristana dinegeri Pagar Roejoeng (Fort van der Capellen). Ketiga radja-radja itoelah jang mendjadi poesat djala poempoenan ikan namanja dalam 'adat Minangkabau.

Selain dari Radja2 jang tiga kedoedoekan itoe adalah poela keradjaan `Alam Minangkabau ini terbagi atas doea bahagian.

1. Bernama laras Kota Piliang asalnja dari pada satoe perkoempoelan orang jang sama-sama soeka memakai kata jang pilihan. (Elok dipakai boeroek diboeang). Perkoempoelan itoe pertama kalinja dikepalai oleh Datoek Ketoemanggoengan jang memperboeat 'adat itoe masa dahoeloenja, jang anggotanja segala penghoeloe-penghoeloe empat djenis dalam seboeah-seboeah negeri dalam kelarasan itoe.

2. Bernama kelarasan Boedi Tjaniago (boedi baik) namanja, asalnja dari satoe perkoempoelan orang jang sama-sama soeka beroesaha dalam hal tolong menolong dengan tidak memilih roepa dan bangsa, kalau patoet diberi pertolongan, wadjiblah ditolong dan lain-lain sebagainja, jang bergoena oentoek segala orang jang terkandoeng dalam perkoempoelan itoe.

Segala perboeatan atau pekerdjaan jang akan dikerdjakannja wadjiblah dimoefakati dahoeloe oleh segala anggotanja dalam seboeah-seboeah negeri atau lain-lain, mana-mana jang merasa keperloean disitoe dan anggotanja itoe ialah segala penghoeloe-penghoeloe orang empat djenis dalam kelarasan itoe poela.

Perkoempoelan itoe pertama kalinja dikepalai oleh Datoek Perpatih nan Sebatang jang memboeat 'adat itoe masa dahoeloenja.

Soenggoehpoen namanja terbahagi atas 2 kelarasan, tetapi tiadalah kedoeanja itoe berpartij-partij, hanjalah sama-sama pakai memakai `adat jang 2 kelarasan itoe, ja`ni kedoea larasnja sama-sama memakai kata jang' pilihan dan boedi baik itoe. Orang-orangnja poen tjampoer baoer dalam kedoea kelarasan itoe.

`Adat-`adat jang dipakai dan diperboeat oleh ninik kami jang djadi djoendjoengan laras jang doea itoelah djoega jang kami pakai toeroen temoeroen dari dahoeloe sampai sekarang dalam seboeah-seboeah negeri Alam Minangkabau ini, jang menjelamatkan harta dan djiwa kami. A.G.G. 85


Sesoedahnja tanah `Alam Minangkabau ini dipangkoe oleh pemerintah Belanda, kelarasan jang doea itoe dibahagi djadi beberapa district, laras djoega namanja dalam satoe-satoe onderafdeeling jang dikepalai oleh seorang wakil Pemerintah Belanda, dan pada tiap-tiap district itoe ditanam poela seorang toeankoe Laras namanja (patjahan dari laras jang doea asalnja tadi). Angkatan itoe dengan pemilihan anak negeri dalam satoe-satoe districtnja itoe menoeroet sepandjang `adatnja. Toeankoe toeankoe Laras itoe bersama-sama dengan pemerintah, diangkat dengan besluit Resident atau Gouverneur, serta diberi gadji poela oleh Pemerintah Belanda dengan sepatoetnja, dan Toeankoe-Toeankoe Laras itoelah jang mendjadi wakil ra`iat disini masa dahoeloe beroending berpapar dengan wakil-wakil Pemerintah Belanda, boeroek dan baik, baik tentang keperloean oentoek pemerintah atau keperloean oentoek ra`iat.

Toeankoe-Toeankoe Laras itoelah jang menjampaikan keatas dan kebawahnja dan dibawah Toeankoe Laras itoe ada poela pembantoenja penghoeloe kepala dan penghoeloe soekoe namanja, jang bertali-tali sampai kepada penghoeloe-penghoeloe dan raijat.

Akan sekarang toeankoe-toeankoe Laras kami itoe dalam satoe-satoe kelarasan disini tiada lagi, begitoe djoega kepalanja, soedah ditiadakan semoea oleh Pemerintah Belanda. Oleh sebab itoe djadi rebah [poetoeslah] djoendjoeng ‘adat kami dalam seboeah-seboeah negeri jang akan beroending berpapar tentangan `adat lembaga jang memperhoeboengkan kami dengan wakil-wakil Pemerintah Belanda d. l. l. sbg. sehingga sekarang kami didalam seboeah-seboeah negeri adalah sebagai ajam tiada berindoek lagi dan poetoeslah soedah djandji-djandji ninik2 kami dahoeloe dengan orang-orang Belanda waktoe moela perhoeboengan kedoea belah pihak, hanja sekarang sebagai akan pengganti toeankoe-toeankoe Laras diadakan Pemerintah Demang dan Assistent Demang namanja, tetapi beliau-beliau itoe tiada tahoe menahoe dalam hal seloek-beloek `adat istiadat kami dalam seboeah-seboeah negeri dan boeat pengganti kepala itoe diadakan poela kepala negeri namanja, tetapi mereka itoe ada dibawah hoekoemnja D. dan Ass. D. kerdjanja sehari-hari memoengoet belasting, wang rodi dan wang serajo sadja jang teroetama; dari pada hal ooroesan lain, seperti `adat dan selang sangketa serta penghidoepan anak boeah hampir, tiada sempat ia mengerdjakan lagi, berlainan benar dengan maksoed, ia diangkat djadi kepala negeri menoeroet `adat, jang dikerdjakannja itoe, sebab itoe semakin hari, semakin bertambah djaoeh kepertjajaan dan tjinta ra`iat kepada Pemerintah, karena berlainan djalan dengan jang dimaksoedkan meangkatnja itoe. Oleh sebab itoe besarlah harapan kami kepada Minangkabau Instituut, akan menolong dengan seboleh-bolehnja, soepaja Pemerintah Belanda mengadakan kembali toeankoe-toeankoe Laras dan kepala-kepala kami itoe seperti dahoeloe jang disoeroeh bekerdja dengan djalan Democratie 36

A.G.G.

soepaja hidoep kembali perhoeboengan kami tentang ‘adat istiadat dengan Pemerintah Belanda d.l.l.s. jang boleh membimbing dan membawa kedoea belah pihak bersatoe hati sebagaimana jang di maksoed Minangkabau Instituut

Karena kami tahoe seperti Radja2 sebelah tanah Djawa, dan Sumatra Timoer. oempama di Deli dan lain-lain di Hindia ini masih dipandang tinggi deradjatnja oleh Pemerintah Belanda, berlainan benar dengan hak keadaan kepala-kepala Radja-Radja, kami di sini, sebagai dibiarkan sadja tinggal terbenam, padahal kepala-kapala kami itoe ada berhoeboang benar dengan `adat lembaga kami, dan merapatkan perhoeboengan kami ra'iat dengan Pemerintah Belanda, karena itoelah wakil-wakil jang sebenarnja dari pada kami ra'iat jang mengetahoei benar seloek beloek `adat lembaga kami dan lain-lain dalam seboeah-seboeah negeri.

Setelah itoe padoeka toean itoe bertanja lagi, barangkali ada 'adat, Minangkabau jang menghambat-hambat djalan kemadjoean negeri. Djawab anggota Medan Sekoetoe: Sekali-kali tidak ada salah satoe `adat Minangkabau jang menghambat atau menghalang-halangi kemadjoean apa djoega, asal menoedjoe kebaikan, melainkan `adat-`adat itoelah membawa kepada djalan kemadjoean dan keselamatan negeri. Boleh djadi kalau ada orang jang mengatakan `adat-`adat Minangkabau jang menghalangi kemadjoean, tentoelah orang itoe beloem paham pada djalan dan maksoed `adat Minangkabau, sebab dalam `adat diseboetkan ,,elok dipakai boeroek diboeang". Djadinja mana-mana jang elok itoelah jang masoek kepada `adat jang sebenarnja. Padoeka toean itoe menjamboeng lagi bitjaranja.

Djikalau ada sekiranja satoe orang jang soedah tammat dari sekolah landbouw, oempamanja, dia hendak mentjahari pokok akan pembeli tanah atau perkakas-perkakas jang perloe akan meneroeskan oesahanja, tetapi sebab kekoerangan pokok, dia hendak djoeal atau menggadaikan sawahnja atau lain-lain, soepaja mendapat pokok. Apakah itoe nanti tidak dapat dilarang oleh kaoem-kaoemnja jang tidak menjoekai kerdjanja itoe menoeroet `adat ? » Djawab anggota Medan Sekoetoe: »Kalau ia hendak mendjoeal atau menggadaikan hartanja sendiri akan djadi pokok atau lain-lain jang berpaedah tidak ada satoe `adat jang boleh menghalangi maksoednja itoe, tetapi kalau ia hendak mendjoeal harta serikat oempamanja harta poesaka, wadjiblah semoepakat dengan segala jang berhak dan jang bersangkoetan dengan harta-harta itoe, kalau ia tidak semoepakat boeat mendjoeal menggadaikan harta serikat [poesaka] itoe, dilarang keras oleh `adat mendjoeal menggadaikannja dan moepakat itoelah soeatoe pangkal benar dari `adat Minangkabau; soedah itoe membitjarakan lagi perkara peroesahaan tanah, sekolah-sekolah djalan bertoekang jang patoet diperbaiki dan dimadjoekan.

Hal itoe semoeanja ada bersetoedjoe belaka dengan segala anggota Medan Sekoetoe dan padoeka toean itoe menanjakan poela, dimana adanja A.G.G.

87

sekarang orang jang ada bertoekang emas, bertoekang besi, bertoekang lojang, bertoekang perioek tanah, bertenoen kain, bertoekang oekir dan lain lain. Mana-mana jang teringat waktoe itoe soedahlah diterangkan belaka oleh anggota Medan Sekoetoe. Kemoedian padoeka toean itoe bertanja poela: »Adakah akan soeka orang-orang toekang-toekang itoe kalau diperbaiki pekerdjaannja jang koerang betoel dibetoelkan, jang ketjil dibesarkan, soepaja pekerdjaannja bertambah baik, dan adakah soeka anggota Medan Sekoetoe memberi pertolongan dengan bitjara dan menoendjoekkan tempat-tempat itoe kalau sekiranja nanti Pemerintah mengirim goeroe goeroe jang pandai menambah `ilmoe kepandaian dan membesarkan pekerdjaan orang itoe soepaja bertambah boleh lakoe kemana-mana ?

Dengan segala soeka hati kami menolong menoendjoekkan tempat2 itoe dan berbitjara dengan orang disitoe, kalau pemerintah nanti telah mengirim goeroe-goeroe jang pandai meloeaskan pekerdjaan2 mereka itoe.

Sesoedah itoe padoeka itoe bertanja lagi apakah sebabnja maka orang, moeda disini jang baroe lepas sekolah rendah, kebanjakan ta' soeka lagi bekerdja tanah, melainkan ia soeka moendar mandir kesana sini dengan boekoe ketjil seboeah dan pinsil sebatang disakoenja pergi kekantoor2 dan tempat lain2 dengan tidak berkepoetoesan kerdjanja dan berapa poela orang2 disini jang pergi merantau, oempamanja kesebelah Bangkinang, ke Soematera Timoer, Kelang, dan lain2 pergi berkoeli dan berkeboen ketjil ketjil disitoe, padahal disini tidak koerang tanah akan dikerdjakannja.

Djawab anggota Medan Sekoetoe: Itoelah disebabkan orang-orang disini sebagai telah kami terangkan dalam soerat kenegeri Belanda, banjak anak anak jang ta' sangka akan bapaknja dan kemenakan tiada berapa poela jang maoe menoeroet titah perintah mamaknja lagi, sebab kaoem adat soedah lemah. Lain dari pada itoe banjak djoega mereka itoe jang tiada berhoetan bertanah disini, akan meminta, jang hanja sebagai orang hidoep menoempang sadja kepada anak negeri jang berhoetan bertanah disini, akan meminta2 tanah atau mempersedoeai tanah-tanah nrang disini, lagipoen tanah jang baik baik telah berpoenja, itoelah sebab kebanjakan mereka itoe pergi berkoeli koeli kenegeri lain beroesaha tanah dan lain-lain sebagainja.

Achirnja anggota Medan Sekoetoe menerangkan kepada p. toean itoe bahwa: kami berawas-awas sedikit dalam pembitjaraan ini, karena diantakami ada jang Ambtenaar Gouvernement, kalau-kalau nanti boleh mendjadi hal jang koerang baik.

Djawab p. toean itoe: Engkoe-engkoe djangan choeatir, tidak ada hal apa apa dalam hal ini, sebab ini mentjahari djalan kebaikan dan semoeanja hal ini, soedah sepengetahoean Pemerintah.

Demikianlah pembitjaraan itoe, jang mana Medan Sekoetoe waktoe itoe, dikepalai oleh Medewerker kita p. engkoe Dt. Sanggoeno di Radjo.

ONDERWIJS


Orang jang terpeladjar, soedah rata2 mengetahoei apa arti kata-kata „Onderwijs". Lebih2 segala mereka jang mengetjap pengetahoean setjara barat. Sekaliannja mengetahoei benar apa maksoednja. Amat sedikit pendoedoek Minangkabau jang ta' tahoe apa artinja. Bagi mereka jang beloem mengetahoei, baik djoega diterangkan kepadanja. Sekalipoen orang2 itoe tahoe, bahasa Onderwijs artinja „Pengadjaran", tetapi setengahnja beloem tahoe, apa benar maksoednja. Ada jang memahamkan, maksoednja pengadjaran sekolah sadja, ja`ni moelai dari pengadjaran sekolah désa sampai pengadjaran sekolah tinggi, dan ada poela jang melébarkan maksoednja. Segala pengadjaran jang berfaedah, jang tidak melanggar wet Gouvernement, dinamakannja Onderwijs.

Zaman sekarang, boléh dikatakan „Zaman Onderwijs”. Djika dibandingkan dengan masa doea poeloeh tahoean jang telah laloe, djaoeh benar peroebahannja. Dahoeloe beloem ada bermatjam-matjam sekolah, jang boléh dimasoeki oléh boemi poetera Minangkabau, laki-laki atau perempoean. Tetapi sekarang, dimana sadja kampoeng jang agak ramai, rata2 ada sekolah disitoe. Sekoerang-koerangnja didirikan disitoe sekolah désa, sekolah Gouvernement kelas II dan Meisjesschool (sekolah perempoean). Doea poeloeh tahoen jang telah laloe, boléh dikatakan, ta' ada sekolah Gouvernement didirikan dikampoeng-kampoeng. Kebanjakan didirikan di kota-kota sadja. Mana-mana orang kampoeng, jang telah tahoe, apa maksoed Onderwijs, ta' maoe dia, anaknja tidak akan toeroet beladjar disekolah kota itoe. Biar habis oeangnya akan belandja anaknja bersekolah, asal ia mendapat anak jang terpeladjar. Kemaoean hati orang kampoeng menjerahkan anaknja bersekolah dari setahoen kesetahoen bertambah koeat djoega. Hal ini diketahui oleh Gouvernement, sehingga Gouvernement melepaskan dahaga orang-orang kampoeng jang kehaoesan Onderwijs itoe. Rata2 boemi poetera Minangkabau, telah mengetjap kelazatan boeah Onderwijs. Kini soedah banjak bangsa Minangkabau jang memasoeki bermatjam matjam sekolah, seperti: Sekolah Belanda dan H. I. S. Osvia, Mulo, A. M. S. — P. H. S. — K. W. S. — K. E. S. — P. J. S. — T. S. — dan H. B. S.

Maksoed dan tjita-tjita, segala moerid-moerid jang masoek sekolah itoe, soepaja senang kehidoepannja nanti, moedah ia mendapat pekerdja'an dan dapat gadji besar.

Pemoeda-pemoeda jang lepasan sekolah manengah itoe, ada dapat pekerdjaan dengan segera, ada poela tidak. Mana-mana diantaranja jang beloem dapat, pekerdjaan, dengan Gouvernement, terpaksa menantikan pekerdjaan terboeka. Ada kalanja sampai bertahoen-tahoen menoonggoe pekerdjaan , tetapi beloem djoega terboeka. Sebab ta'sanggoep menderita kekoerangan nafkah diri, maka iapoen memasoeki pekerdjaan jang tidak berpadanan dengan kepandaiannja. Asal dapat hekerdja dengan memakai pakaian netjis, soedah tjoekoep. Setengahnja terdjeroemoes memimpin pergerakan jang meroesakkan keamanan negeri. Ia loepa apa maksoed Onderwijs jang dipelajarinja; disangkanja Onderwijs jang didapatnja itoe, teroentoek bagi makan gadji sadja. Salah benar fikiran pemoeda jang begini. Maksoed Onderwijs itoe, semata-mata melebarkan pemandangan, soepaja dapat bekerdja sendiri. Apabila tjoekoep pengetahoean, terpelihara kita dari kesengsaraan. Moedah kita mengatoer pekerdjaan sendiri, seperti: berniaga, bersawah ladang dan bertoekang.

Orang kampoeng dengan Onderwijs.

Orang2 kampoeng, moelanja tertarik hatinja akan menjerahkan anaknja kesekolah jang lebih tinggi. Ia harap, anaknja akan mendapat gadji besar. Setelah dipandangnja, kesoedahan pemoeda-pemoeda jang telah menammatkan sekolah menengah, tidak dapat makan gadji lagi, patahlah hatinja akan meneroeskan peladjaran anaknja. Boekan kesekolah menengah sadja, hingga kesekolah rendah, menoelar penjakit patah hati itoe.

Pikirnja: „Ta' goena anak kita disekolahkan, biarlah diadjar bersawah ladang dan berniaga sadja. Karena, setelah anak itoe mendapat pengadjaran dari sekolah, ta' ada goenanja kepandaian jang ditoentoetnja itoe. Djadi kita meroegi-roegi sadja." Orang kampoeng itoe, ta' tahoe, apa benar maksoed Onderwijs. Disangkanja oentoek makan gadji sadja. Ta' sadar ia, bahasa Onderwijs itoe soeatoe djalan akan pemoedahkan oeroesan roemah tangganja. Dengan sehabis tenaganja, goeroe goeroe memberi nasihat iboe bapa jang berfikiran begini, tetapi tetap djoega hatinja, ta' hendak memasoek kan anak kemanakannja kesekolah. Setengahnja, oleh karena maloe kepada goeroe jang atjap kali mengoendjoengi bapa itoe, dimasoekkannja djoega anaknja kesekolah. Sehari doea hari atau sepekan doea pekan, setelah anak itoe masoek beladjar, maka oleh orang toeanja disoeroehnja tempoh berhari-harian, perloenja akan menolongnja, kesawah keladang dan mendjaga barang peniagaannja. Bapa itoe ta' mengingat, kalau anaknja atjap kali meninggalkan sekolah, boleh membodohkan anaknja itoe. Apabila goeroe ta' mengizinkan anak itoe tempoh, dikatakannja goeroe itoe djahat bermatjam-matjam fitnah diperboeatnja, akan menjiksa goeroe itoe. Ada kalanja iboe bapa ta' mengatjoehkan peratoeran sekolah; kalau anaknja ta' diberi permisi meninggalkan sekolah, dipaksanja djoega anaknja mesti tempoh. Oleh sianak, karena, takoet kepada bapa, teroes menoeroet.

Kebanjakan sifat anak-anak, apabila telah dirasanja meninggalkan sekolah sehari doea hari, hatinja ta' hendak lagi masoek beladjar. Ia lebih soeka bermain-main diroemah atau pergi kesana kemari menantikan hari petang. Kelakoean anak itoe dibiarkan sadja oleh bapanja. Goeroe anak itoe, menanjakan hal anak tadi kepada bapanja. Djawab bapanja: „Allah bagaimana kata hamba akan menjoeroehnja kesekolah, ia ta' maoe. Poeas lah hamba memarahinja, sampai hamba letjoet, hatinja tetap djoega ta' hendak kesekolah. Tetapi biarlah hamba paksa djoega”. Beresoknja anak itoe ada jang datang, ada poela jang tidak. Segala anak-anak jang ta' maoe datang itoe, ditjari djoega ichtiar oleh goeroe, soepaja datang.

Setengah goeroe, ada mengirim soerat kepada Kepala Negeri, minta pertolongan soepaja anak si A dan si B datang kesekolah. Kepala Negeri memanggil bapa anak tadi. Ia memberi nasihat si bapa dengan bermatjammatjam djalan jang menakoetkan hati. Karena takoet kepada Kepala Negeri, bapa tadi membawa anaknja dengan sedjadi-djadinja, soepaja datang kesekolah. Sekarang bapa tadi beloem ingat djoega, apa sebabnja maka anaknja djadi malas. Terbit sangka-sangkanja, tentoe goeroe anaknja pemberang sangat kepada anaknja. Akan pemoedjoek si anak, bapa mengatakan, kalau ang dimarahi goeroe, katakan sadja kepada den. Anak jang malas tadipoen, memboeat soeatoe akal, soepaja bapanja pertjaja kepadanja.

Bapa, hamba tidak akan sekolah lagi, goeroe pemberang benar. Bapanja dengan tidak berfikir pandjang, laloe pergi mengadoe Kepada Negeri, mengatakan anaknja dipoekoel goeroe. Mendengar pengadoean ada setengah Kepala Negri memeriksa, benar tidaknja, ada poela jang merapportkan sekali keatas. Dengan djalan jang koerang periksa, maka goeroe anak itoe, teraniaja. Ia ta' bersalah, difitnahkan begini begitoe. Kalau dipandang, asal moelanja moerid tadi djadi malas, lain tidak sebabnja, karena pengadjaran bapa keanaknja, tidak pantas, dan ia mengadjar anaknja soeka meninggalkan sekolah dengan mempermisikan anaknja akan menolongnja mengerdjakan ini itoe. Segala kedjadian ini, lain tidak sebabnja, bapa tadi ta' tahoe apa maksoed Onderwijs dan apa goenanja.

Goeroe-goeroe sekolah, memang tahoe benar apa Onderwijs jang djarkan disekolah, baik sekolah desa, baik sekolah Gouvernement ataupoen, jang lebih tinggi dari itoe. Oempamanja membatja, menoelis, menggambar, 'ilmoe boemi, 'ilmoe alam. Segala pengadjaran jang terseboet itoe, sebenarnja berfaedah kemoedian, bagi moerid jang mempeladjarinja. Oleh karena moerid jang masoek kesekolah rendah itoe, kebanjakan orang kampoeng jang gemar bersawah ladang, maka dinjatakan benar bagi iboe bapanja, bahasa anaknja diadjar djoega mengerdjakan keboen disekolah, ketika ber'ilmoe 'alam tentangan toemboeh-toemboehan. Soenggoehpoen njatakan begini, namoen bapanja memikirkan, ta' goena anaknja bersekolah.

Kesawah keladang, pandai ia mengadjar anaknja, katanja. Kami sedjak dari nenek mojang, ta' ada jang bersekolah mengerdjakan sawah ladang tapi ta' koerang pentjaharian dan oesaha kami mendapat hasil dari sawah ladang itoe. Bagi bapa moerid, jang berpentjaharian dengan perniagaan berketjil-ketjil, ta' goena djoega katanja bersekolah sampai tinggi. Sekadar pandai menoelis sedikit-sedikit djadilah. Djika pandai benar menoelis, ta' kanmendjadi orang berpangkat. Si bapa itoe bersangka, sekali-kali ta' bergoena sampai beladjar menammatkan pengadjaran kelas V disekolah Gouvernement. Ia ta' mengetahoei, soedah bolehkah kepandaian anaknja itoe dipergoenakan atau beloem, seperti menoeliskan oetang pioetang atau berkirim soerat. Sebenarnja, kepandaian anak itoe bolehlah dikatakan beloem ada, hanjalah sekira-kira pandai membatja hoeroef sadja baroe.

Onderwijs Agama Islam.

Diantara anak-anak jang dikeloearkan oleh bapanja itoe, kira-kira dikelas III, tidak teroes disoeroehnja berniaga atau bersawah ladang sekali.

Kebanjakan anak itoe disoeroehnja pergi mengadji kesoerau-soerau. Pengadjian jang diterima anak itoe disoerau, membatja hoeroef Qoeran. Betahoen-tahoen, baroelah anak itoe pandai melagoekan ajat-ajat Qoeran. Kita semoeanja mengetahoei, bahwa Qoeran itoe ditoelis dengan hoeroef 'Arab djoega, lagi bahasanja logat 'Arab djoega. Anak-anak jang mempeladjari Qoeran ttoe, sepatah katapoen ta' tahoe akan kata-kata 'Arab. Djadi ta' obahnja anak itoe diadjar sebagai tioeng sadja. Menjeboet pandai, artinja djaoeh sekali. Soenggoehpoen peladjaran ini ta' menghasilkan boeah jang boleh dipandang mata, tetapi iboe bapa si anak itoe, koeat djoega menjerahkan anaknja mengadji kesoerau. Sebabnja ini, karena tarikan Agama.

Pendoedoek Minangkabau, laki-laki perempoean, amat tegoeh memegang agamanja jang bertitel „Islam". Apabila ia dikatakan ta' beragama Islam, merah padamlah moekanja kepada orang jang menggadoehnja itoe.

Djika ta' takoet kepada larangan wet Gouvernement, maoelah ia rasanja menoempahkan darah. Sebenarnja tahoekah orang itoe akan peratoeran Islam?. Djaoeh sekali, ja pembatja! Pengarang berani mengatakan tidak. Hanja dia „merk Islam sadja”. Peratoeran Islam amat sedikit diketahoeinja. Ia tahoe, sekadar Qoeran ditoeroenkan Allah kepada oematnja, Nabi Moehammad oetoesan Allah, mengerdjakan sembahjang lima waktoe sehari semalam wadjib, berpoeasa alam boelan Ramadan, membajarkan zakat dan mengerdjakan Hadji bagi orang jang sanggoep wadjib. Segala roekoen Islam jang diwadjibkan itoe, dikerdjakannja dengan bersoenggoehsoenggoeh. Perboeatan mengerdjakan itoe, selaloe dengan bahasa 'Arab, djadi ia ta' tahoe apa benar maksoednja.

Sekiranja ia tahoe poela pengertian kewadjibannja itoe, dalam bahasanja sendiri, nistjaja bertambah tegoehlah kepertjajaannja kepada agamanja. Terboekalah pemandangannja kepada onderwijs jang diadjarkan disekolah, seperti: membatja, menoelis dan berhitoeng. Sekarang tahoe ia apa goena pandai membatja, menoelis dan berhitoeng. Njatalah, djika pandai membatja, moedah memahamkan peratoeran agama dan moedah poela menjatakan fikiran tentangan agama kepada kawan-kawan. Pandai berhitoeng, amat besar goenanja oentoek penjelesaikan zakat dan harta poesaka. Onderwijs jang diadjarkan disekolah boekan mengadjar moerid2; pandai membatja dan menoelis sadja, teroetama sekali, mengadjarnja berkelakoean sopan, berhati loeroes, pengasih penjajang, meniroe boeatan jang baik-baik dan menghindarkan segala roepa kedjahatan. Agama Islam menjoeroeh benar-benar memakaikan sifat-sifat itoe kepada pemeloeknja. Djika pemeloek agama Islam tidak berkelakoean sopan, berhati loeroes, pengasih penjajang, meniroe perboeatan jang baik-baik dan menghindarkan segala roepa kedjahatan, makas ia terhindar dari Islam sedjati. Adakah bergoena segala roekoen Islam jang dikerdjakannja tadi? Baiklah kita poelangkan kepada Allah jang lebih mengetaheoei. Toean pandanglah bangsa jang memeloek agama Kristen. Segala peratoeran Islam, seperti onderwijs jang diadjarkan disekolah, semoeanja apa padanja. Ia ta' maoe berdoesta dan mengitjoeh sesama manoesia atau menipoe. Perkataannja teroes terang sadja, jang ta' senonoh ta' maoe ia mengeloearkan.

Djika ia berniaga, dengan peratoeran Islam semoea, sekali-kali ta' maoe ia memakan benak. Pendjoealannja teratoer, barang dagangannja baik semoeanja. Ta' pernah kita membeli barang jang palsoe. Senang hati kita membeli barangnja jang baik itoe. Djadi kita orang Islam mendapat gelaran merk Islam sadja, peratoeran Islam dikerdjakan oleh pemeloek agama lain. Insjaflah, hai bangsakoe jang memeloek agama Islam.

Lain tidak, onderwijs setjara ke Islaman beloem tertanam benar-benar dihatinja, sekadar ia mengetahoei koelit Islam sadja baroe. Amat banjaklah pengadjaran-pengadjaran jang diadjarkan disekolah, jang ditoentoet oleh agama Islam, seperti; hal mendidik, berkeboen, memerintah, djadi dokter dan lain-lain. Sebahagian pemeloek agama Islam, ta' mengerti benarkah Onderwijs itoe ditoentoet agamanja atau tidak? Djadi soepaja terboeka hati iboe bapa jang akan menjerahkan anaknja kesekolah, sewadjibnjalah Agama Islam diadjarkan disekolah. Doenia dapat, achiratpoen terbawa. Bertambah kasihlah ra'iat Islam kepada radja. Bapa jang enggan menjerahkan anaknja kesekolah, djadi bereboet-reboet memasoekkan anak kemanakannja. Lebih-lebih dikampoeng-kampoeng, kerena ia tahoe apa goena anaknja bersekolah. Tahoe ia, bahwa pengadjaran itoe berfaedah doenia achirat.

Pendidikan Agama Islam pada seketika ini di Minangkabau, boleh lah dikatakan bererti sedikit dari pada doea poeloeh tahoen jang telah laloe. Masa dahoeloe, anak-anak diadjar membatja dan melagoekan Qoeran sadja. Apa maksoed dan toedjodan Qoeran tidak diindahkan. Tapi oleh karena didikan Onderwijs disekolah-sekolah boemi poetera, pendoedoek Minangkabau moelai terboeka fikirannja akan mengetahoei agamanja lebih landjoet. Djalan mengadjarkan agama sekarang, dari sehari kesehari bertambah baik djoega, karena goeroe-goeroenja ta' soeni mengambil perbandingan tjara mendidik anak-anak soepaja lekas pandai. Amat sajang goeroe jang mengadjarkan agama itoe, boleh dikatakan ta' dapat pengadjaran hal mendidik anak-anak, hanja dengan keberanian hati sadja dengan djalan mentjoba-tjoba. Oleh sebab hal ini, maka pengadjarannja kepada anak-anak, tidak berdjendjang naik, bertangga toeroen. Kadang2; tertinggi benar, dan kadang-kadang terlampau rendah. Soenggoehpoen demikian pengarang minta sjoekoer djoega kepada Allah, sebab goeroe goeroe Agama telah bergerak akan membaiki didikan agama. Menoeroet boenji pepatah: „De'pandai koeat bertanja, de' tahoe koeat bergoeroe".

Akan penoetoep rentjana ini, pengarang berseroe kepada sidang pembatja, bahwa agama Islam mempergoenakan djoega hal Onderwijs. Apabila Onderwijs ta' ada, ta' salah lagi sangka pengarang, bahwa didikan Agama Islam ta' teratoer balik.

HABIB AL, MADJIDIJ.


PEDATO E. SCHOOLOPZIENER TALOE

DIMOEKA PUBLIEK DALAM „PASAR DERMA”

DI TJOEBADAK PADA 21 MEI 1927

TENTANG ONDERWIJS.

Sesoedah minta izin kepada toean Controleur dan Engkoe2 jang sama doedoek, berdirilah spreker dengan hormat, serta mengoetjap dan melangsoengkan pembitjaraannja, kira-kira seperti terseboet dibawah ini.

Assalamoe'alaikoem warahmatoe'llahi wabarkatahoe! Artinja, memberi selamat saja serta meminta kepada Allah, akan rahmat dan berkatnja, bagi kerapatan sekalian, ja'ni pertapan penghoeloe-penghoeloe, ninik— dan mamak, iboe dan bapa, 'alim oelama urang gedang besar bertoeah— gedang ketjil toea dan moeda—laki-laki perempoean—tidak terhatap terbilang gelar— hanja sembah pemenoehi [taloe diangkat tangan disoesoen djari].

Waba'dahoe, maka kemoedian dari pada itoe, beri izinlah saja menjeboet kata nan terasa, nan terkilan dalam hati—boekan menoendjoek mendjari—boekan menegoer dan menjapo—loepo sekadar mengingatkan— terkelap sekadar mendjagokan (Diangkat tangan disoesoen poela djari).

Toeankoe kito nan bersamo—Njik Deniang Datoek Radjo Intan— alah mentjoerai memaparkan—alah merentang pandjang2 alah mengambang

lawas2—tentang 'adat limbago kito— nan tidak lekang de' panas —nan tidak lapoek de' hoedjan—nan dioetjap nan dipakai—di Alam Minangkabau nangko. Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/16 Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/17 Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/18 Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/19 Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/20 Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/21 Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/22 Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/23

FEUILLETON.

KARENA HOEDJAN

Soeatoe tjeritera jang sesoenggoehnja. Oleh redactie A.G.G.

IV


Dengan segera akoe keloear dari bilik dan akan pergi kedek. Baroe sadja akoe mendaki tangga hendak kedek, , kellhatan dan terasa hoedjan jang amat lebat dengan angin jang amat deras, segala orang jang ada diatas dek itoe mendjadi basah koejoep.

Mereka itoe bereboet-reboetan memindahkan barang-barangnja.

Laoetan kelihatan poetih roepanja seperti boeih saboen dan gelombang setinggi-tinggi roemah besarnja, dan kebanjakan orang didek, maboek laoet.

Dengan tiada mengambil poesing soeatoe apa, akoepoen masoek poela tidoer kedalam bilikkoe. Sekali ini pikirankoe melajang kepada pelaboehan Benkoelen. Kapal berlaboeh djaoeh ditengah, tiada sebagai di Tandjoeng Perioek atau di Teloek Bajoer; kapal itoe berlaboeh rapat pada anggar.

Waktoe akoe poelang dari seincursus di Betawi poelang ke Padang, kalau ta' salah, adalah dalam boelan December djoega, jaitoe moesim barat. Adalah beberapa orang jang moesti toeroen di Benkoelen, tiada berani toeroen, sebab itoe ia teroes sadja ke Padang.

Memang ombak dipelaboehan' Beekoolen djahat, soedah banjak' kali membahajakan, ada kalanja djiwa jang 'dimintanja, ada kalanja perahoe.

Bagaimanakab halkoe nanti, kalaa ombak besar dipelaboehan Benkoelen?. Tentoe akoe ta' dapat toeroen kedarat. Hal ini ada baiknja djoega kepadakoe soepaja akoe dapat berlajar teroes ke Betawi, oentoeng-oentoeng, kalau akoe menghadap Chef itoe, dapat akoe ditempatkan di Betawi.

Hari Senin poekoel 9 pagi, kapal soedah memboeang djangkarnja di pelaboehan dan kapalkoepoen soedah berlaboeh.

Waktoe itoe, betoel ada hoedjan, tetapi hoedjanja tiada bertjampoer badai, djadi orang-orang ada kesempatan akan toeroen kedarat. Akoe poen, berkemaskan barang-barangkoe, akan toeroen kedarat poela.

Perahoe-perahoe tambangan soedah siap mendjaga pada tangga kapal. Karena gelombang jang mengajoen ajoenkan kapal itoe, kelihatan bentar melamboeng, sebentar menoendjam pada laoet itoe, dan koerang sigap melompat kedalam perahoe, orang boleh tertjampak masoek laoet.

Dengan menjelitmoetkan seboeah regenjas tebal pada toeboehkoe, toeroenlah akoe dengan seboeah kofter pakaian kedalam seboeah perahoe tambangan, laloe berkajoeh kedarat.

Ada samboengan.