BAB IV

PASUKAN ,,GARUDA

PADA TANGGAL 8 Nopember 1956 Pemerintah Indonesia menjatakan kesediaannja negara kita untuk turut serta dalam pasukan polisi. P.B.B. jang mendapat tugas memelihara perdamaian didaerah terusan Suez, sesuai dengan resolusi sidang istimewa dari sidang umum P.B.B. tanggal 4 Nopember 1956.

Pengumuman Pemerintah berhubung dengan soal itu berbunji sebagai berikut:

Berhubung dengan harapan-harapan dari berbagai pihak jang disampaikan kepada Pemerintah, supaja Indonesia ikut serta dalam pasukan-pasukan polisi P.B.B. jang bertugas untuk memelihara perdamaian di Timur Tengah sebagaimana ditentukan oleh resolusi Sidang Istimewa daripada Sidang Umum P.B.B. tanggal 4 Nopember 1956, maka dengan ini diumumkan sebagai berikut:

a. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk ikut serta dalam pasukan-pasukan polisi P.B.B. seperti dimaksud oleh resolusi Sidang Umum P.B.B. tersebut diatas;

b. Besarnja sumbangan Indonesia dalam pasukan-pasukan polisi P.B.B. jang dimaksud itu, diberikan dalam batas-batas kekuatan Indonesia hingga tidak mengurangi potensi pertahanan Indonesia sendiri;

c. Ikut sertanja Indonesia dalam pasukan-pasukan polisi P.B.B. itu didasarkan atas pengertian, bahwa pasukan-pasukan polisi itu bertugas semata-mata untuk memelihara perdamaian di Timur Tengah dan tidak akan bersifat suatu tjampur tangan kedalam urusan-urusan dalam negeri dinegara dimana pasukan-pasukan tersebut ditempatkan.

Pengumuman Pemerintah adalah sesuai dengan sikap jang telah diambil dalam Sidang Istimewa daripada Sidang Umum P.B.B. Ikut

Upatjara penghormatan oleh Batalion Garuda kepada Presiden Panglima Tertinggi sesaat sebelum mereka meninggalkan Tanah Air, dengan disaksikan oleh beribu-ribu penduduk Ibu Kota, dimana Presiden Panglima Tertinggi memberikan wedjangan jang sangat berharga.

sertanja pasukan-pasukan kita dalam usaha P.B.B. untuk mempertahankan perdamaian, djuga akan berarti memberi tambahan-tambahan pengalaman jang berharga dalam lapangan kemiliteran. Disamping itu pengiriman pasukan Indonesia jang akan bertugas sebagai Polisi P.B.B. berarti pula salah satu pelaksanaan dari politik luar negeri kita jang bebas dan aktief menudju perdamaian dunia, dengan tindakan-tindakan jang njata.

Kesediaan Pcmerintah Indonesia memberikan bantuannja untuk polisi P.B.B. telah diberitahukan oleh Delegasi kita di P.B.B. kepada Sekretaris Djenderal Dag Hammarskjold. Negara kita dalam hal ini merupakan negara jang ke 17.

Keputusan Pemerintah Indonesia disetudjui pula oleh Presiden Nasser, sehingga persiapan-persiapan untuk pengiriman pasukan-pasukan itu segera dapat dimulai.

Ketentuan tanggal keberangkatan pasukan-pasukan dari Indonesia sudah diterima pula dari pihak P.B.B. jaitu pada tanggal 9 Djanuari 1957. Perdjalanan akan dilakukan dengan mempergunakan pesawat-pesawat Globemasters dari Angkatan Udara Amerika Serikat.

Sebelum pasukan-pasukan kita meninggalkan tanah air, maka lebih dahulu harus diadakan pula persiapan-persiapan di Mesir dan untuk ini akan berangkat suatu Missi Angkatan Darat terdiri dari 6 orang, dibawah pimpinan Kolonel Djatikusumo.

Anggauta-anggauta lain dari Missi tersebut ialah: Let. Kol. Hartojo, jang nanti akan mendjabat Komandan pasukan-pasukan Angkatan Darat Indonesia di Mesir, Let. Kol. Rahardjodikromo, Major Supit, Major Rachman Mansur dan Major Achmad Wiranatakusuma.

Kemudian akan menjusul pula rombongan ,,kwartier makers" jang bertugas mengurus perlengkapan-perlengkapan bagi pradjurit-pradjurit Indonesia, seperti misalnja bensin, makanan, tempat tidur dan sebagainja.

Pasukan-pasukan dari Indonesia jang akan bertugas di Mesir itu seluruhnja akan terdiri dari 3 kompi pasukan infanterie atau satu detasemen jang meliputi kira-kira 550 orang, dan akan dipilih dari pasukan-pasukan T.N.I. di T.T. IV, Djawa Tengah dan T.T.V Djawa Timur.

Karena waktu tidak mengizinkan, maka kali ini tidak diambil pradjurit-pradjurit dari T.T. lain. Apabila nanti ternjata, bahwa tugas di Mesir itu memerlukan waktu lebih lama dari pada apa jang telah ditentukan, maka akan diusulkan penggantian dengan pradjurit-pradjurit dari T.T. lain.

Menurut rentjana tempat tudjuan pertama pasukan-pasukan kita ialah kota Beirut, ibukota negara Libanon. Dari tempat tersebut mereka akan dikirim kedaerah-daerah jang ditundjuk oleh pimpinan polisi P.B.B., dimana mereka akan mendjalankan tugas mereka bersama-sarna dengan pasukan polisi P.B.B. dari negara-negara lain.

Dalam rangka persiapan-persiapan itu, maka dibeberapa tempat di Djawa Tengah dan Djawa Timur telah berlangsung upatjara-upatjara pelantikan dari kesatuan-kesatuan jang akan diberangkatkan ke lbukota; anggauta-anggauta pasukan itu sebelumnja telah mendapat latihan-latihan chusus, baik setjara badani, maupun untuk menambah pengetahuan mereka; iklim jang sangat berbeda dari apa jang kita alami tiap hari di Indonesia menuntut keadaan tubuh jang benar-benar sehat; pengertian tentang keadaan internasional supaja dapat memahami benar-benar tugasnja nanti diluar negeri diperlukan pula, djuga untuk menambah pengetahuan tentang bahasa Inggris dan Arab. jang merupakan sjarat jang penting untuk dapat ikut bertugas di Mesir.

Mengingat sjarat-sjarat bagi pasukan-pasukan kita itu, oleh Penerangan Angkatan Darat telah pula dikeluarkan sebuah pengumuman pada tanggal 29 Desember 1956 jang antara lain berbunji sebagai berikut:

I. Mengingat pentingnja serta hormatnja tugas pasukan Angkatan Darat Republik Indonesia jang akan diberangkatkan ke Mesir jang akan melakukan tugas internasional sebagai bahagian dari Pasukan Polisi P.B.B. untuk Mesir, maka adalah pada tempatnia bila Republik Indonesia mengerahkan perorangan dan peralatan jang baik untuk Pasukan Indonesia tersebut.

Tentang sjarat-sjarat perorangan dari Batalion Angkatan Darat Republik Indonesia untuk tugas P.B.B. itu dapat diterangkan sebagai berikut:

Komandan dan wakil Komandan Batalion adalah lulusan dari S.S.K.A.D.

Perwira-perwira lainnja adalah lulusan dari Pendidikan Perwira Landjutan I, dan Bintara-bintaranja adalah lulusan dari Sekolah Kader. Para Pradjuritnja adalah lulusan dari Depot Batalion.

Setiap perwira hendaknja dapat berbahasa Inggris, dan segenap anggauta Batalion umumnja, dan para perwira chususnja harus mempunjai kepribadian, tidak penjegan dan sikap jang tangkas.

Sjarat-sjarat kesehatan untuk segenap personil telah disesuaikan dengan keadaan iklim dan keadaan kemungkinan epidemiologie di Mesir jang djauh berlainan dari keadaan di Indonesia.

Batalion Angkatan Darat Republik Indonesia untuk tugas P.B.B. itu dipersendjatai sesuai dengan tugasnja jang tidak hanja tugas kepolisian sadja, tetapi djuga sebagai pasukan bertempur dalam keadaan jang terpaksa. Demikian pengumuman tersebut.

Peristiwa diberbagai tempat di Djawa Tengah dan Djawa Timur jang mendahului saat kedatangan pasukan itu di Ibukota perlu kita tjatat pula:

Dihalaman Staf-Kwartier R.I. 13 Djokjakarta telah dilantik pada tanggal 12-12-1956 sepasukan tentara kita sebesar satu peleron jang segera akan diberangkatkan ke Semarang, dimana akan berkumpul ke 2 kompi dari Divisi Diponegoro, jang akan dikirim ke Mesir.

Demikian pula telah diadakan upatjara pelantikan dihalaman Staf-Kwartier R.I. 14 Salatiga dari kira-kira 2 kompi jang telah ditundjuk untuk turut serta bertugas diluar negeri. Mereka itu segera akan diberangkatkan pula ke Semarang.

Pada tanggal 13-12-1956 kebanjakan pasukan-pasukan dari Djawa Tengah telah berada di Semarang, sebahagian lagi masih berada di Tegal. Mereka itu terdiri dari 80 orang anggauta batalion 431 RI 12 dan akan langsung diangkut ke Djakarta.

Peristiwa keberangkatan dua kompi dari Semarang pada tanggal 21-12-1956 merupakan satu kedjadian jang sangat penting dikota tersebut terhadap peristiwa mana terhadap rakjat memberikan perhatian sepenuhnja, pada pagi hari djam 6.30, Kapten Soekarno, sebagai pimpinan ke 2 kompi itu, menghadap Panglima Divisi, Overste Soeharto, untuk memberitahukan, bahwa pasukan-pasukan sudah siap untuk bertolak ke Djakarta.

Panglima Divisi kemudian memeriksa pasukan-pasukan jang telah berdiri tegap dimuka gedung divisi. Dalam kata-kata perpisahan, beliau mengutjapkan pesanan-pesanan jang antara lain adalah sebagai berikut:

,,Saudara-saudara akan segera meninggalkan Djawa Tengah dan untuk beberapa waktu akan bertugas diluar negeri; Saudara-saudara menghadapi pekerdjaan jang serba istimewa jang memerlukan keuletan serta ketegasan dari Saudara-saudara.

Tidak mudah untuk mewakili Angkatan Darat Indonesia diluar negeri, oleh sebab itu, dalam menunaikan tugasmu, satu hal, satu sila harus tetap berada dalam ingatan Saudara-saudara. jaitu perikemanusiaan. Disamping bertindak sebagai tentara Angkatan Perang Republik Indonesia. pada Saudara-saudara terletak pula kewadjiban-kewadjiban sebagai seorang warga negara Indonesia jang berbudi luhur. Kami mengharap, Saudara-saudara dapat menjelesaikan tugas jang diletakkan atas pundakmu sebaik-baiknja. Peganglah tetap Sapta Marga kita. Pertahankanlah disiplin. Ingatlah dalam mendialankan tugasmu. bahwa Saudara-saudara mentjari sahabat-sahabat, bukannja untuk membuat musuh. Satu kesalahan dari Saudara-saudara dapat merusak seluruh nama T.N.I, pula nama negara.Hal ini harus dihindarkan.

Semoga Tuhan berada ditengah-tengah Saudara serta memberi pimpinan pada Saudara-saudara sekalian".

Selesai upatjara ini, pasukan-pasukan jang bersendjata lengkap itu berbaris menudiu kesetasiun Tawang. diiringi oleh orkes jang membawakan lagu-lagu jang gembira. Panglima Divisi turut pula berdjalan. Dilorong-lorong .jang mereka lalui sudah menunggu berdjedjal-djedal rakjat kota Semarang jang ingin memberi salam perpisahan pada pradjurit-pradjuritnja. pula menghiarapkan dengan seluruh djiwa, agar pasukan-pasukan kita itu dapat tetap mendjundjung tinggi nama bangsa dan negara kita.

Di setasiun Tawang para pembesar lainnja sudah menunggu pula. Diam 8.21 tepat kereta api berangkat menudju ke Djakarta, dengan meninggalkan banjak ibu-ibu jang walaupun dengan penuh kepertjajaan akan hari kemudran, namun merasa terharu serta sedih karena telah ditinggalkan oleh suami-suaminja.

Dari Divisi Brawidjaja telah ditundjuk pasukan sebesar satu kompi untuk turut keluar negeri; mereka diambil dari daerah Malang, dimana djuga telah diadakan screening serta latihan-latihan bagi anak 'buah kompi itu, Pasukan ini berada dibawah pimpnan Kapten Harsono dan telah siap sedjak beberapa hari menunggu perintah bertolak ke Djakarta.

Pada tanggal 21 Desember 1956, diadakan upatjara perpisahan oleh Panglima T.T. V/Brawidjaja. Kolonel Sarbini dengan Pasukan T.N.l. jang mendapat tugas keluar negeri itu.

Upatjara tersebut mendapat pula perhatian serenuhnja dari wakil-wakil instansi militer, sipil dan pembesar-pembesar setempat.

Besoknja. pada tanggal 22 Desember 1956. pasukan itu dibawah pimpnan Kapten Harsono mcninggalkan Malang menudju Djakarta untuk dgabungkan dengan 2 kompi dari Djawa Tengah.

Dalam kata-kata perpisahan, Kolonel Sarbini menjatakan antara lain, bahwa kita ini bangga, karena turut terpilih untuk mendjalankan tugas diluar negeri; tetapi kita harus tetap waspada, djangan sampai kebanggaan itu berobah mendjadi keketjewaan, karena kita tidak dapat menjelesaikan tugas kita dengan sempurna.

Beliau merasa terharu dan sedih laksana seorang Bapak jang ditinggalkan oleh anak-anaknja. dan memperingatkan, bahwa dalam menunaikan tugasnja diluar negeri nanti, dimana mereka bekerdja sama dengan tentara dari negara-negara lain dan bergaul dalam masjarakat jang kebiasaannja tidak dikenal, mereka harus tetap sadar akan kedudukan mereka sebagai putra Indonesia jang berkewadjiban mendjaga kehormatan Indonesia dan nama T.N.l. Demikian Panglirna Territorium V.

Pada kira-kira achir bulan Desember 1956 pasukan-pasukan kita untuk UNEF jang didatangkan dari daerah, telah lengkap berada di Djakarta. Maka sebelum tiba waktunja berangkat dilangsungkan berbagai upatjara perpisahan untuk menghormati pradjurit-pradjurit kita itu.

Disaat-saat pemberangkatan Bat. Garuda, Corps Muziek KMKB-DP-pun tidak mau ketinggalan menunaikan tugasnja berupa hiburan.

Dalam upatjara pelaporan resmi pada K.S.A.D. pada tanggal 28-12-'56 jang berlangsung di Kramatdjati, pada saat mana kepada beliau diberitahukan, bahwa pasukan Garuda telah siap untuk mendjalankan tugasnja diluar negeri, K.S.A.D. dalam kata-kata sambutan mengatakan antara lain, bahwa beliau mengharapkan, mereka dapat menunaikan tugas mereka sebaik-baiknja.

,,Tugas Saudara-saudara adalah tugas negara, tugas terhadap P.B.B., tugas terhadap negara sahabat kita (Mesir) jang kita hormati. Dan tugas ini adalah tugas jang pertama bagi kita diluar negeri jang peuuh udjian dan peladjaran.

Karena itu laksanakanlah tugasmu sebaik-baiknja dan ingatlah tiap pradjurit adalah duta negara dalam arti jang sesungguhnja" demikian K.S.A.D.

Pada tanggal 31-12-'56 pasukan Garuda I mengadakan Appel di Istana Merdeka untuk mendengar amanat serta mendapat pangestu dari Presiden/Panglima Tertinggi Soekarno. Sebelum memberikan amanatnja, Presiden memeriksa pasukan-pasukan P.B.B. itu jang seluruhnja terdiri dari tiga Kompi, masing-masing dibawah pimpinan Major Soekarno, Kapten Soeprapto, dan Kapten Harsono, dan terdiri dari ±590 orang bersendjata lengkap. Komando pasukan jang mendengarkan amanat Presiden/Panglima Tertinggi dipegang oleh Major Soedijono, Kepala Staf Batalion P.B.B. jang mewakili Let. Kol. Hartojo jang telah berangkat lebih dahulu ke Mesir.

Presiden dalam wedjangannja antara lain mengatakan, bahwa ini adalah pertama kalinja tentara kita memikul tugas internasional, bukan untuk kita sadja tetapi untuk seluruh dunia dan untuk perikemanusiaan.

Beliau menjerukan, supaja tjita-tjita bangsa Indonesia jaitu Kemerdekaan penuh, Kerakjatan dan Keadilan Sosial tetap dikobar-kobarkan dalam dada dan kepergian mereka itu tidak dirasakan sebagai individu-individu, tetapi sebagai suatu bangsa jang memikul tjita-tjita dan mendjundjung tinggi nama Indonesia diluar negeri.

Presiden mengatakan, bahwa siapa jang mengalami perdjuangan dan pengorbanan besar jang telah diberikan untuk perdjuangan itu akan merasa bangga melihat anggauta-anggauta Batalion Garuda berangkat sebagai wakil bangsa untuk menjelesaikan usaha jang besar pula di Mesir dalam rangka P.B.B.

Beliau achirnja memberi pangestu kepada Batalion jang akan meninggalkan tanah-air itu dan mendoakan agar mereka akan tetap baik diluar negeri dan Insja Allah kembali ketanah-air dalam keadaan jang baik pula.

Atjara jang harus diselesaikan oleh Batalion Garuda dalam rangka minta diri dari masjarakat Indonesia agak lumajan djuga. Hal ini ternjata dari pengumuman PENAD tertanggal 4 Djanuari 1957, jang lengkapnja berbunji sebagai berikut:

Mengulangi berita pers Penad No. 247/Pers/Pn/56 tanggal 29 Desemher 1956 tentang atjara-atjara permintaan diri dari Pasukan Garuda I jang akan berangkat ke Mesir dari Masjarakat Ibu-kota lebih landjut dapat diberitakan sebagai berikut:

Guna memberi kesempatan jang sebesar-besarnja pada masjarakat ibu-kota untuk mengenal ,,duta-duta pradjuritnja", maka Pasukan Garuda I pada tanggal 6 Djanuari 1957 akan mengadakan pawai bermusik di Ibu-kota.

Pasukan akan berangkat dari Lapangan lkada pada djam 17.00 menudju rumah Walikota Djakarta di Taman Surapati guna meminta diri dari Walikota sebagai lambang masjarakat ibu-kota. Pada kesempatan itu oleh Walikota akan diadakan periemuan ramah-tamah.

Djalan-djalan jang akan dilalui oleh pawai Pasukan Garuda I adalah: Lapangan Ikada, Prapatan, Kramat, Raden Saleh, Tjikini, Pegangsaan, Diponegoro, Taman Surapati.

Pada tanggal 7 Djanuari 1957 Pasukan Garuda I akan berkundjung ke Makam Pahlawan Kalibata dan Tugu Nasional di Pegangsaan Timur.

Tentang perhatian jang ditumpahkan oleh masjarakat Ibu-kota terhadap Pasukan tersebut dapat diberitahukan antara lain:

Bioskop-bioskop Menteng, Metropole, Garden Hall, Astoria, Grand, Globe, Cinema, Cathay dan Happy telah bersama-sama mengundang segenap anggauta Pasukan untuk menonton pada tanggal 5 Djanuari 1957 djam 18.00 bersama-sama dengan penonton-penonton Iainnja.

Pada tanggal 7 Djanuari 1957 malam oleh panitya Penggerak Seni Angkatan Perang akan diadakan malam hiburan untuk segenap Pasukan.

Atjara terachir ialah permintaan diri dari Pasukan Garuda I kepada Masjarakat pada hari keberangkatan mereka pada tgl. 9 Djanuari 1957. Untuk ini segenap Pasukan akan berbaris kelapangan terbang Kemajoran, Djalan-djalan jang akan ditempuh oleh barisan ini akan diumumkan segera. Demikian Penerangan Angkatan Darat.

Kami tidak akan menguraikan banjak tentang penjelesaian atjara tersebut, darimana bagian jang terachir tak dapat ditaksanakan karena keadaan, jaitu permintaan diri terachir dengan berbaris kelapangan Kemajoran pada tgl. 9 Djanuari 1957, jang terpaksa dihapuskan untuk mengedjar waktu.

Pawai dengan diiringi musik di Ibu kota mendapat perhatian jang sangat besar dari penduduk Djakarta. Penting ialah, bahwa masjarakat sangat menghargai pradjurit-pradjurit kita ini dan merasa bangga, bahwa mereka itu nanti akan mewakili kita diluar negeri dan




Sebelum berangkat: menghening tjipta.....................
.........................................pada pahlawan,
memohon restu
semoga selamat

dimedan bakti.................

Siapa bilang, bahwa urusan dapur itu tidak penting? Rekan-rekan kita, para djuru masak, sedang sibuk dengan persiapan untuk berenqket ke Mesir, dimana mereka akan membuktiken, bahwa nasi gorengnja akan ,,menggiurkan" lidah anggauta-anggauta Palisi P.B.B. dari pelbagai negara dan bangsa.

mempertahankan nama baik dalam pergaulan sehari-hari dengan anggauta tentara negara-negara lain maupun dalam pelaksanaan usaha P.B.B. jang mulia itu.

Ramah tamah pada rumah Bapak Walikota berlangsung dengan meriah. Undangan dari berbagai Bioskop di Ibu-kota menambah kegembiraan para pradjurit jang umumnja merasa bahagia mendapat tugas diluar negeri dan dengan demikian mengenal negara-negara asing jang sebelumnja mereka hanja ketahui dari buku-buku batjaan.

Dalam pada itu telah didapat kabar, bahwa Missi Militer Indonesia jang diketuai oleh Kolonel Djatikusumo dan telah berangkat lebih dulu dengan maksud mengadakan persiapan-persiapan, telah tiba di Mesir.

Pula, bahwa rombongan pertama pasukan polisi P.B.B. dari Indonesia, jaitu rombongan kwartiermakers sudah diberangkatkan tgl.2 Djanuari 1957 dengan menumpang pesawat pengangkut militer Amerika Constellation C-121.

Rombongan kwartiermakers itu dipimpin oleh Major Sutikno dan terdiri dari 36 orang, 10 Perwira dan 26 Bintara dan Bawahan.

Menurut rentjana, maka pada tgl. 8 Djanuari 1957 dilapangan Kemajoran diadakan pemuatan alat-alat perlengkapan pasukan-pasukan kita untuk P.B.B. sebanjak 45.000 kg, kedalam 8 buah pesawat C-124 Globemaster, jaitu pesawat-pesawat pengangkut militer jang akan mengangkut pasukan-pasukan T.N.I. Batalion Garuda I untuk UNEF ke Timur Tengah.

Pesawat-pesawat pengangkut raksasa dari angkatan Udara Amerika Serikat itu merupakan bagian-bagian dari Angkatan Udara Amerika Serikat di Timur Djauh jang ditempatkan di Djepang dan dalam usaha pengangkutan pasukan-pasukan UNEF berada dibawah pimpinan P.B.B.

Angka-angka, mengenai pesawat-pesawat raksasa Globemaster ini sedikit banjak memberikan gambaran tentang kekuatan dan besarnja pesawat-pesawat tersebut. Banjaknja lembaran wadja jang digunakan untuk badan pesawat ini djika dibentangkan diatas tanah sama luasnja dengan tanah seluas hampir setengah hektar. Pandjang sajapnja ada 174 kaki. Mesin-mesinnja mempunjai kekuatan 293 kali lebih besar dari pesawat Wright Brothers, pesawat terbang jang pertama-tama ditjiptakan. Djika disatukan, mesin-mesin ini mempunjai dajakuda jang dapat mendjalankan 70 mobil Buick jang masing-masing mempunjai kekuatan 200 daja kuda. Dari tanah keudjung atas ekornja ada setinggi 48 kaki 3 intji, sedang pandjangnja dari hidung sampai keekor ada 127 kaki.

Ruangan didalam pesawat-pesawat pengangkut C-124 ini paling luas dari semua pesawat-pesawat pengangkut jang ada beroperasi dewasa ini. Ia dapat membawa muatan sebanjak 25.000 Kg.

Dengan penjelesaian atjara minta diri dari penduduk Djakarta, serta persiapan-persiapannja, maka achirnja tibalah saat untuk meninggalkan tanah air. Dengan diantar oleh KSAD, Perwira-perwira Tinggi dari ketiga angkatan, Walikota Soediro dan ratusan penduduk Ibukota Pasukan Garuda I anggauta Polisi P.B.B. dari Indonesia pada tgl. 9 Djanuari 1957 pagi hari bertolak menudju ketempat tugas di Timur Tengah.

Sebelum pesawat-pesawat melepaskan diri dari landasan Kemajoran, K.S.A.D. dengan diantar oleh Attase Militer Amerika Serikat melihat/memeriksa dahulu keadaan pesawat-pesawat. Setelah itu diadakan upatjara perpisahan setjara militer, pendek dengan tiada pidato-pidato.

Pesawat Globemaster jang pertama meninggalkan Jandasan terbang Kemajoran pada djam 6.30 tepat. Tiap pesawat disusul oleh jang berikut 1/2 djam kemudian, sehingga baru pada djam 10.30 pesawat jang terachir dapat meninggalkan Kemajoran.

Dengan keberangkatan Pasukan Garuda I ke Mesir ini, maka untuk pertarna kalinja T.N.I. jang belum tjukup berusia 12 tahun ini mendjalankan tugas jang bersifat internasional diluar wilajah Negara Republik Indonesia. Tugas demikian itu, bukanlah sadja tugas jang mulia dan terhormat tetapi djuga berat. Tugas ini berat, karena Pasukan Garuda I haruslah mendjaga nama baik Negara dan Bangsa Indonesia diluar negeri, harus memperkenalkan sifat dan kepribadian pradjurit Indonesia jang mempunjai tradisi sendiri. Bagaimana baikpun penerangan jang kita berikan keluar negeri tentang Negara, Bangsa dan Tentara kita, tetapi djika pradjurit kita tidak membuktikannja dalam tugas di Mesir ini, maka hal itu akan merugikan usaha memperkenalkan Indonesia diluar negeri. Disinilah terletak titik berat dari tugas itu jang dibebankan kepada segenap anggauta Pasukan Garuda I.

Selain dari pada itu, pengalaman jang pertama ini akan merupakan peladjaran jang baik bagi T.N.I., jakni peladjaran untuk membuat kepentingan Negara, Bangsa dan Kepradjuritan sebagai landasan dari segenap tindak-tanduk baik dalam hubungan kedinasan maupun setjara pribadi, karena di Mesir segenap anggauta Pasukan ini akan diteropong oleh Bangsa dan tentara-tentara asing jang djuga sedang bertugas dalam rangka Pasukan P.B.B. di Mesir.

Dipandang dari segi individueel dari pada pradjurit, Pasukan Garuda ini, maka pengalaman selama di Mesir ini dapat merupakan suatu peladjaran jang besar nilainja. Dari padanja mereka dapat

Presiden/Panglima Tertinggi disertai oleh P.M. Ali Sastroamidjojo sedang mengadakan inspeksi kepada Pasukan Garuda.

K.S.A.D., Djend. Maj. A.H. Nasution sedang beramah-tamah dengan Wakil Komandan serta para Perwira Bat. Garuda, sesaat sebelum mereka berangkat.

beladjar menjesuaikan diri dengan berbagai-bagai bangsa asing dan tentara asing, dapat melihat, mempeladjari dan mengetahui tjara tentara asing. Pengalaman jang begini akan sangat bermanfaat karena merupakan bersekolah kepelbagai pendidikan tentara-tentara asing. Semoga pengalaman dari individu-individu ini memberikan inductie jang baik kepada T.N.I.

Dengan turut sertanja Indonesia dalam Pasukan P.B.B. kali ini, maka djelaslah bahwa Negara Republik Indonesia dengan konsekwen menanggung segala akibat dari politik bebas jang aktip guna membela perdamaian internasional. Pasukan Garuda I di Mesir adalah mendjadi salah satu bagian dari Pasukan P.B.B. jang bertugas mendjaga perdamaian dan membela resolusi P.B.B. mengenai sengketa bersendjata Israel-Inggris-Perantjis disatu pihak dan Mesir dilain pihak dalam wilajah kedaulatan Mesir.

Dalam rangka tugas ini, kedatangan Pasukan P.B.B. di Mesir bukanlah untuk membantu Mesir atau memusuhi Israel dan kawan-kawannja, tetapi membantu dunia dan kemanusiaan untuk tidak tertjebur kedalam suatu peperangan chususnja dan kedalam peperangan dunia umumnja.

Adanja Pasukan Garuda di Mesir adalah satu tjetusan jang spontan dari bangsa Indonesia untuk mentaati segenap putusan P.B.B. dan mendjundjung tinggi Piagam dari P.B.B., dan menolak prinsip

Satu persatu pesawat ,,Globemaster" meninggalkan bumi Indonesia, mengangkut para pradjurit ,,Garuda".

Selamat djalan, pahlawan! Selamat djalan, duta-perdamaian!

Karyamu akan dikenang sepandjang masa, dalam sedjarah-dunia dan bangsamu! pemetjahan sengketa antara negara dengan negara dengan kekerasan sendjata.

Demikianlah usaha pemerintah kita keluar wilajahnja dalam membina perdamaian dan persatuan dunia.

Pengiriman Pasukan Garuda ke Mesir bagi T.N.I. chususnja merupakan suatu tjermin untuk usahanja kealam tubuhnja sendiri, terutama dalam usaha pembangunan. Diatas telah dikemukakan adanja kemungkinan-kemungkinan peladjaran pengalaman dan pengaruh dari tentara-tentara asing jang tergabung dalam pasukan Polisi P.B.B. jang dapat kita pergunakan. Salah satu diantaranja adalah persatuan dalam suatu pasukan. Dari berita-berita jang kita terima Pasukan kita di Mesir dapat dibanggakan dalam menunaikan tugasnja. Apakah bagi kita sudah tjukup dengan kebanggaan jang diperoleh Pasukan Garuda itu sadja? Kebanggaan ini kiranja dapat diperbesar apabila pasukan-pasukan kita lainnja jang bertugas didalam negeri dan jang kepentingannja tidak dapat dikalahkan, djuga memupuk dan melatih dirinja, sehingga nilai dari pada kepradjuritan dipertinggi. Untuk ini persatuan dikalangan T.N.I. sendiri mendjadi sjarat mutlak.